Macam Haji Beserta Penjelasan Singkat

bermacam haji

Haji merupakan Rukun Islam yang kelima. Arti secara bahasa sendiri adalah berkunjung ke Baitullah. Maksud dan tujuan beribadah memenuhi rukun, syarat dan tata cara. Kewajiban mengerjakan Haji sekali seumur hidup. Segera dilaksanakan jika anda sudah memenuhi syarat dan mampu.

Mampu berhaji bisa berarti luas. Tetapi kebanyakan masyarakat Indonesia mengenai biaya. Mahalanya ongkos menjadi permasalahan. Ada baiknya anda mulai menabung Haji. Inilah ibadah penyempurna yang paling ditunggu. Kata mampu juga termasuk kesehatan fisik untuk menjalankan rangkaian Ibadah.

Jika anda tidak memiliki fisik cukup beribadah Haji. Anda bisa mewakilkan ibadah sesuai syarat dan aturan. Jika saudara atau keluarga mau mewakilkan ibadah Haji. Syarat utama orang itu harus sudah menjalankan ibadah Haji. Bagi anak- anak boleh diajak dan menjalankan tetapi tidak sah menurut syarat.

Haji dan Umroh memeliki perbedaan sedikit. Dari tata cara sama seperti menjalankan Ihram, Thawaf, Sai, dan Tahalul. Perbedaan mencolok ada pada waktu dilaksanakan. Jika dilihat Umroh bisa dikatakan lebih pendek waktu. Maka kedua ibadah tersebut dimungkinkan dikerjakan satu waktu.

Nabi Muhammad sudah mencontohkan menggabungkan keduanya. Ibadah Haji dan Umroh bisa digabungkan jadi satu. Dalam kajian Ulama ada tiga cara menjadikan satu dua ibadah tersebut. Kita mengenal nama Haji Qiran, Ifarad, dan Tamattu. Berikut penjelasan mengenai ketiga ibadah Haji tersebut:

Cara Menggabungkan Haji Umroh

Sebelum sampai ke perihal pengertian ketiganya dan teknis. Kita lihat kembali apa perbedaan kedua ibadah. Masing- masing memiliki perbedaan. Antara Haji dan Umroh berikut penjelasan perbedaan kedua ibadah Umat Muslim:

Ibadah Umroh sama memiliki Thawaf, Sai, dan Tahalul. Rangkaian ibadah dilakukan cukup di Masjidil Haram. Sedangkan Haji ditambah Wukuf Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melontar Jumroh. Proses lebih lama dibanding Umroh.

Ibadah Haji dilakukan pada bulan Syawal hingga Zulhijjah. Dilakukan sekali setahun sedangkan Umroh kapanpun. Inti Haji adalah Wuquf di Arafah dari 9 Dzulhijjah. Durasi ibadah sepanjang 5- 6 hari lamanya.

Dilihat dari waktu, maka ibadah Umroh bisa digabung Haji. Tetapi keduanya bisa dilakukan berbeda waktu. Ibadah Umroh bisa menjadi bagian dari Haji. Bisa dilakukan bersamaan dalam satu kegiatan. Maka munculah macam- macam ibadah Haji, seperti Qiran, Ifarad, dan Tamattu

Haji Qiran

Menurut arti bahasa menggabungkan satu dengan sesuatu yang lain. Istilah Haji tersebut berdasarkan bahasa Arab untuk tali. Bagaimana mengikat dua ekor unta menjadi satu. Dalam istilah Haji berarti melakukan Ihram untuk Haji dan Umroh sekaligus. Kedua ibadah tersebut dilakukan dan sesuai Hadist berikut:

“Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Kami berangkat bersama Nabi SAW pada tahun hajji wada’ (perpisahan). Diantara kami ada yang berihram untuk ‘umrah, ada yang berihram untuk hajji dan ‘umrah dan ada pula yang berihram untuk hajji. Sedangkan Rasulullah SAW berihram untuk hajji. Adapun orang yang berihram untuk hajji atau menggabungkan hajji dan ‘umrah maka mereka tidak bertahallul sampai hari nahar (tanggal 10 Dzul Hijjah) “. (HR. Bukhari)

Jumhur Ulama atau kesimpulan kebanyakan ulama. Utamanya Ibnu Umar radhiyallahuanhu, Jabir, Atha’, Thawus, Mujahid, Ishak, Ibnu Rahawaih, Abu Tsaur dan Ibnul Mundzir. Mereka mengatakan bahwa Haji Qiran berarti mengerjakan dua ibadah dalam satu waktu.

Artinya proses ibadah sudah digabung tidak dipisah. Tidak perlu melakukan Thawaf dua kali atau sembilan kali dua. Anda juga tidak dicukur dua kali ketika Tahalul. Cukup melakukan satu proses ibadah sudah mewakili dua. Ini sesuai Hadist Rasulullah SAW juga.

Adapula pandangan yang menyebut sendiri- sendiri. Proses Thawaf dilakukan dua kali, pertama untuk Haji dan kemudian dilanjutkan kembali untuk Umroh. Begitu juga proses ibadah lain dilakukan dua kali. Untuk niat keduanya dilakukan satu niat untuk kedua ibadah.

Ihram dilakukan ketika bulan Haji paling tidak bulan Syawal. Kedua ibadah saling bersambung sehingga jangan sampai rusak Ihram. Tidak boleh melepaskan pakaian sah dan terus hingga ibadah Haji selesai. Ibadah ini dikhususkan bagi yang mereka tidak tinggal di Mekkah.

Warga Saudi Arabia diperbolehkan asal tinggal diluar. Jika anda melakukan ini, jangan sampai ibadah Haji terlewat karena terlalu fokus dalam satu ibadah.

Haji Ifarad

Pengertian bahasa adalah menjadikan sesuatu sendirian. Atau artinya memisahkan kesatuan menjadi dua kegiatan. Haji Ifrad dalam bahasa berarti kebalikan Qiran. Prosesnya memisahkan kedua ibadah sendiri- sendiri. Tujuan agar tidak tercampur antara Haji dan Umroh.

Mudahnya Muslim mengerjakan ibadah Haji saja. Namun, dapat pula disambung Umroh begitu seluruh kegiatan Haji selesai. Ifarad tidak mewajibkan denda berupa denda. Muslim yang melakukan ibadah Haji Ifarad maka akan melakukan satu jenis Thawaf saja, yaitu Ifadah tanpa Qudum ataupun Wada.

Haji Tamattu

Inti ibadah ini adalah memisahkan. Berangkat ketika bulan suci ibadah Haji. Lalu kita Ihram di Miqat dengan niat Umroh bukan Haji. Sesampai di Mekkah, menyelesaikan Umroh lalu berdiam di Mekkah, begitu waktu Haji datang maka bersegera melakukan ritual Haji.

Kedua antara Tamattu dan Ifarad terlihat sama. Pembedaan kedua ibadah Haji tersebut ada di letak. Sama- sama memisahkan ibadah keduanya tetapi mendahulukan hal berbeda. Jika anda melakukan ibadah Haji Ifarad, anda bisa tidak melakukan ibadah Umroh atau langsung pulang.

Ibadah ini secara bahasa berarti bersenang- senang. Kenapa begitu karena tidak berat dijalankan. Anda juga bisa menyempatkan diri melakukan diluar ibadah. Syaratnya harus selesai Umroh untuk semua proses. Begitu masuk waktu Haji anda bisa melalukan.

Lebih ringan karena begitu selesai tidak lagi memakai Ihram. Begitu selesai Umroh anda bisa melakukan kegiatan lain. Dibanding Haji Ifarad yang mana anda melakukan Haji dulu. Datang ibadah bisa dilakukan ketika masuk 9 Dzulhijjah. Anda bisa tinggal di Mekkah sampai sebulan bersama Istri dan bebas larangan Ihram.

Tiba di Kota Mekkah, anda melakukan Thawaf, Sai, dan Tahalul dan menunggu. Kemudian anda menyambung ke Haji Tamattu. Jamaah membayar dam ketika menjalankan ibadah ini. Alasannya sesuai Al- Quran Surah Al- Baqarah Ayat 196 tentang Umroh sebelum Haji harus membayar dam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *