Kesederhanaan Miqat di Masjid Hudaibiyah Berjalan Bersama Sejarah

gamabr masjid hudaibiyah lama

Berbeda dengan Miqat Masjid Aisyah yang terletak di Tan’im. Disini Masjid Hudaibiyah terasa Miqat begitu kesederhanaan. Memiliki beberapa kamar mandi dan wudhu. Tempatnya tidak seluas di Tan’im, untuk parkir juga susah. Mungkin inilah kenapa kurang banyak Jamaah Indonesia disini.

Terlepas dari kesederhanaan tersebut. Kisah dibalik Masjid Hudaibiyah sengat penting bagi Umat Muslim. Disinilah tempat terjadi perjanjian antara kaum Muslimin dan Quraisy. Di tahun 628 M, ketika sekitar 1400 Muslim berangat ke Mekkah untuk berhaji.

Meskipun sudah membawa hewan kurban untuk kaum Quraisy. Mereka tetap menyiagakan tentaran diluar perbatasan. Kaum Quraisy melarang Umat Muslim masuk ke Mekkah. Dibanting berperang kaum Muslimin memilih jalur diplomasi, seperti disarankan oleh Nabi Muhammad SAW.

Lahirlah perjanjian yang bernama Hudaibiyah. Perjanjian tersebut antara Nabi dan Suhail bin ‘Amru, perwakilan Quraisy. Perjanjian untuk tidak melakukan peperangan selama 10 tahun. Perjanjian yang membolehkan Umat Muslim memilih antara Nabi atau kaum Quraisy.

Miqat di Masjid Hudaibiyah

Isi dalam perjanjian Hudaibiyah

  1. Kaum Muslimin dilarang menjalankan ibadah Haji waktu itu
  2. Boleh melakukan ibadah Haji tahun depan dan dibatasi 3 hari di Mekkah
  3. Kewajiban mengembalikan penduduk Mekkah yang lari ke Madinah
  4. Tetapi kaum Quraisy tidak diwajibkan melakukan sebaliknya
  5. Gencatan senjata selama 10 tahun tidak ada peperangan
  6. Semua Kabilah bebas mengikuti kaum Muslimin atau Quraisy

Sayangnya kaum Quraisy melanggar perjanjian yang mereka buat sendiri. Walaupun dilanggar sendiri semua terbalas penaklukan Mekkah. Mungkin terdengar kerugian banyak dipihak Muslimin. Tetapi ternyata ada maanfaat dibaliknya.

  1. Umat Muslim bebas menunaikan ibadah Haji
  2. Kaum Quraisy tidak boleh meneror Muslimin
  3. Umat Islam merangkul Ethopia- Afrika masuk Islam

Miqat di Masjid Hudaibiyah kita akan menemukan dua masjid. Satu masjid lama yang tersisa puing- puing saja. Terletak dibelakang Masjid baru. Anda bisa datang melihat dan merasakan semangatnya. Bagaimana Umat Muslim berjuang demia mendapatkan hak Ibadah Haji.

Sususan bata masih terlihat disini. Beberapa bagian masih ada dinding kokoh. Masjid lama yang tidak memiliki atap. Tidak digunakan lagi. Tidak dipelihara. Ketika anda dan rombongan memilih Miqat disini. Anda mungkin akan bertemu satu- dua kelompok Jamaah Haji saja.

Bagi anda yang sedang atau akan beribadah Haji. Ingatlah bahwa ini ibadah agung Umat Muslim. Manfaatkan sebaik- baiknya beribadah kepada Allah Ta’ala. Kebahagiaan akan menemani anda dimanapun tempat Miqatnya.

Kita akan bertemu banyak Jamaah negara lain. Bersikaplah layaknya Muslim yang baik dan beretika. Ingat tata krama negara kita sendiri Indonesia. Insha Allah, ibadah agung ini akan membersihkan dosa, mensucikan hati, dan mengangkat derajat kita untuk masuk ke Surga Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *