Cari Tempat Miqat Paling Afdal di Mekkah Masjid Ji’ranah

miqat afdal

Sebelum Ihram anda harus mempersiapkan diri di satu tempat. Cari tempat Miqat paling Afdal ketika berhaji disini jawabannya. Menurut literatur nama Masjid Ji’ronah adalah pilihan utama Jamaah Haji. Kenapa memilih Masjid Ji’ronah ternyata ada keistemewaan tersendiri.

Bertempat di sebuah perkampungan Wadi Saraf. Atau lembah Saraf, tempat yang dikelilingi bukit berbatu tandus. Letaknya sesuai dengan definisi Miqat itu sendiri. Menurut bahasa Miqat artinya batasan, yaitu antara tanah haram dan halal. Masjid ini terletak di timur laut kota Mekkah, jaraknya sekitar 22- 28 km.

Masjid seluas 1.600 m2 dan mampu menampung 1000 Jamaah Shalat.  dan memiliki area parkir lumayan luas. Masjid mampu menampung ratusan bisa besar hingga kecil.

Jika Jamaah cari tempat Miqat paling Afdal. Ada beberapa dalil yang diutarakan para Ulama. Sebelum sampai ke alasan memilih Masjid Ji’ronah. Menurut sejarah disinilah, Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam, memakai Ihram berniat memasuki kota suci Mekkah.

Bahkan Rosulullah melakukan tiga kali. Masjid Ji’ronah memang tempat yang memiliki sejarah. Jika anda cari tempat Miqat paling Afdal, secara logika sudah cukup terwakili. Dalam sejarahnya tersebut maka tempat Miqat ini derajatnya paling bagus diantara tempat lain.

Cari Tempat Miqat Paling Afdal di Masjid Ji’rona

Meskipun begitu janganlah mengkultuskan tempat. Meskipun begitu, fakta bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bermalam 13 hari disini, tentu menjadi berbeda. Ada perasaan tersendiri ketika kita mampu bermiwat disini.

RIwayat Ibdu Abbas dalam empat kali Umroh. Tempat ini menjadi Miqat bagi 3 Umroh Beliau. Baik selepas perang Hunain sampai Haji Wada. Kelebihan lain tempat ini adalah adanya saksi Mukjizat. Disini ada sebuah sumur bernama Sumur Bir Thoflah, yang airnya dikenal memiliki cita rasa tersendiri.

Disini tempat Mukjizat Rasulullah, dimana Beliau membuat air dari tongkat yang dihentakan ke tanah. Dari sanalah muncul mata air. Sebuah sumur yang menghilangkan dahaga selepas perang Hunain. Air yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit dan tidak akan pernah kering.

Di tempat inilah pula Beliau bertemu ibu susunya. Wanita yang bernama Halimatu Sa’diyah, nama wanita yang menyusui Nabi Muhammah ketika kecil. Maka jika disebut cari tempat Miqat paling Afdal, disinilah tempatnya paling tempat menyandang nama tersebut.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menurut riwayat Abu Thufail disanalah Beliau bertemu ibu susunya. Wanita bernama Halimatu Sa’diyah langsung diselimuti ketika tiba. Para Sahabat terheran karena wanita tersebut langsung duduk. Ketika Beliau membagikan daging, langsung ditinggal untuk menyabut wanita yang tidak dikenal.

Sahabat lantas ada yang menjawab dialah ibu susu Rasululllah SAW. Cerita selanjutnya, adalah Rasulullah SAW kembali berkunjung ke tempat itu kembali. Para Musyrikin yang tau lantas meracuni sumur tersebut. Berkat Allah SWT maka diketahuilah aksi tersebut dan dapat digagalkan oleh Nabi Muhammas SAW.

Rasulullah meludahi sumur dan jadilah sumur tawar. Tidak ada lagi racun justru berubah menjadi obat penyembuh. Sayangnya, sumur tersebut sudah ditutup oleh pemerintah Arab Saudi. Lantaran takut menjadi tempat syirik, dan munculah perbuatan menyekutukan Allah Ta’ala.

Berikut penjelasan Ulama mengenai cari tempat Miqat paling Afdal

1. Ulama Mazhab Syai’fi

Menyebut bahwa Ji’ranah merupakan salah satu tempat Miqat. Khususnya bagi mereka penduduk Kota Mekkah sendiri. Bagi Jamaah Haji yang masuk ke kampung Ji’ranah. Maka harus memakai kain Ihram terletak kurang dari 26 km.

2. Ulama Mazhab Hanafi

Mengatakan bahwa penduduk Mekkah baiknya Miqat di Tan’im. Jaraknya yang hanya 5 km dirasa lebih baik. Menurut dalil Rasulullah memerintahkan Abdurahman bin Abi Bakar, untuk melakukan Ihram disini tepatnya di Masjid Aisyah.

Atau pilihan lain melalui Masjid Hudaibiyah, letaknya sebelah utara kota Mekkah yang kemudian diberi nama asy- Syumaisyiyah. Jaraknya Masjid Hudaibiyah sekitar 23 km yang mana lebih dekat.

Dari segi Fadhilah maka semuanya sama. Antara Masjid Ji’ranah, Tanim, Hudaibiyah, Rabigh, al- Juhfah, Yalamlam, Qarnu al- Munazil dan Zatu Irq. Tetapi melihat dari sejarah tidak dipungkiri tempat Miqat ini sungguh berbeda.

Jika dibilang Afdal menurut bahasa, berarti lebih utama sementara kita tidak boleh melebihkan sesuatu. Apalagi tidak ada dalil tentang lebihnya Ji’ranah dibanding yang lain. Pertimbangan jarak dan sejarah membuat tempat Miqat mungkin lebih dari yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *