Praktik Manasik Haji Anak Hukum dan Latar Belakang

manasik haji untuk anak

Kenapa anak- anak harus mengikuti Manasik Haji. Pertanyaan tentang pelajaran tersebut praktik langsung. Terkadang orang tua menganggap hal tersebut pemborosan. Tidak sedikit orang tua memilih tidak mengikutkan anak- anaknya.

Tujuan utama adalah mengajarkan cara langsung. Selain itu mengajarkan pengalaman akan membekas seumur hidup. Sehingga kelak anak tersebut akan rindu mengalami sendiri. Apasih latar belakang Manasi Haji untuk anak.

Didasarkan pembalajaran Islam menurut Nabi Muhammad. Ada lima pilar dasar mengajarkan pergaulan pada anak.

  1. Pendiktean kalimat Tauhid kepada anak
  2. Mengajarkan mencintai Allah SWT dan merasa diawasi oleh Nya, selalu memohon pertolongan kepada Nya serta beriman kepada Qodho dan Qodar.
  3. Mencontohkan untuk mencintai Nabi Muhammad dan keluarga Beliau
  4. Mengajarkan Al Quran kepada anak sejak dini.
  5. Mendidik ketangguhan Aqidah dan siap berkorban karenanya.

Kenapa Mengajarkan Manasik Haji Kepada Anak

Maka latar belakangnya adalah cara mengenalkan keberadaan Allah. Caranya ialah dengan mengikuti Sunnah Rasulullah. Pelatihan ini mengajarkan penyerahan diri melalui praktek. Anak tidak cuma diajarkan tentang prosesi tetapi bagaimana perjuangan mengeliling Ka’bah.

Memperkenalkan  manasik Haji khusus pada anak PAUD. Ada dua pandangan bahwa belum perlu dan sangat perlu. Kalaupun kita tidak menemukan rujukan dari Hadist. Ada baiknya kita mencari pendapat umum Ulama.

Pada dasarnya Ulama merupakan penerus Risalah Nabi. Di tangan mereka ada hukum- hukum tentang sesuatu. Yang mungkin belum ditemukan contohnya ketika jaman Nabi. Tetapi pada dasarnya penanaman agama sejak dini merupakan hal mutlak.

Lantas kenapa harus praktik langsung yang melelahkan. Menurut Semiwan, menurut Teori Piaget, bahwa anak lebih mudah belajar dari praktik. Atau kita menyebutnya realisme kecendrungan merespon. Anak- anak lebih menyukai menduplikasi, apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan akan dilakukan.

Mengajarkan pelajaran Manasik juga meningkatkan cara berpikir. Anak diajarkan berpikir konkrit, terutama menanggapi simbolisme dalam Agama Islam. Rasa keingin tahuan termasuk tentang, seperti apakah Allah, dimana Dia, dan apa sifat- sifat yang mengikuti Nya.

Mengajarkan ini berarti mengurangi sifat egosentris anak. Pasalnya kita diajarkan memakai Ihram langsung. Disini mengajarkan bahwa kita semua sama dihadapan Allah. Jangan biarkan anak anda terbiasa menonjolkan pribadi tanpa penyerahan diri.

Pengajaran melalui praktik juga dianggap lebih sederhana. Anak- anak juga memiliki kecenderungan fokus pada satu aspek. Disinilah kita mengajarkan Tauhid melalui Ibadah Haji. Contoh mengerjakan Haji akan menjadi fokus mereka ke depan.

Kesadaran terdalam mereka akan ingin menyempurnakan Agama. Kelak ketika usia tua maka mudah timbul perasaan romansa. Bagaimana nikmatnya menjalankan Ibadah Haji bersama- sama. Imajinasi seorang anak sangat kaya, tetapi butuh contoh nyata sebagai perangsang berpikir komplek.

Kesimpulan Latar Belakang Manasik Haji untuk Anak

Kesimpulan latar belakang Manasik Haji untuk anak, adalah bahwa anak- anak bekerja melalui imajinasi. Mereka juga lebih mudah belajar melalui praktik. Kecendrungan mereka meniru bisa kita manfaatkan. Akan lebih mudah bagi orang tua mengajarkan melalui meniru gerakan.

Walaupun begitu anak- anak terutama PAUD tetaplah mahluk lemah. Beberapa hal mungkin bisa dikurangi dari prosesi Manasik Haji. Ataupun memberikan kelonggaran seperti membawa makanan. Orang tua bisa memberikan jajan ketika prosesi berjalan, sehingga anak tidak mudah bosan karena lelah.

Hendaklah mengajarkan bahwa Thawaf normalnya tujuh kali. Ajarkan apa hikmah Thawaf jika diperlukan secara sederhana. Anak PAUD boleh cuma mengerjakan Thawaf tidak penuh. Melempar jumroh juga harus dijelaskan hitungan totalnya, selain menjelaskan tentang tujuan secara sederhana.

Ajarkan sejarah perjalanan Sa’i dari Shafa ke Marwah. Anak- anak akan sangat senang mendengar cerita. Selain kegiatan praktik, anak- anak juga senang membayangkan melalui storytelling. Ceritakan tentang sejarah Nabi Ismail dan asal- usul air zam- zam bukan cuma manfaatnya.

Beberapa hal lain perlu diperhatikan, namun jangan memaksakan anak- anak. Karena pada dasarnya dunia anak adalah bermain. Mulailah dengan memutar video tentang Nabi Ismail dan sejarah Haji. Setelah mereka paham latar belakang barulah diajarkan niat hingga prosesi singkat.

Gunakan storytelling khas anak- anak yang menyenangkan. Guru harus mengetahui betul tata cara Manasik Haji. Jelaskan kepada anak bahwa mereka akan praktik. Berikan motivasi bahwa kegiatan sesungguhnya lebih menarik.

Ketika peragaan anak- anak tidak jarang mengeluh. Memang susah karena kelelahan membuat mereka labil. Ada baiknya prosesi disederhanakan tanpa mengurangi penjelasan. Ajarkan anak mengikuti aturan melalui contoh. Cara mengajar harus penuh semangat dan juga keceriaan bagaimanapun.

Mengajarkan disiplin tidak harus memakasakan sikap. Memberi contoh lebih baik dibanding mengajari teori terus. Tanamnkan mengenai hikmah rangkain Ibadah Haji.  Sisipkan pesan moral ataupun cerita tentang pengalaman Ibadah Haji anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *