Pengertian Dam Denda Haji Berikut Aturan Jelasnya

hukum bayar dam

Menurut bahasa pengertian Dam adalah darah. Sedangkan menurut Rukun Haji, maka Dam diartikan sebagai denda yang dibawah oleh Jamaah. Lantas apakah aturan jelas yang terkait hal tersebut. Denda sendiri diberikan bagi Jamaah yang melanggar aturan Haji atau Umroh ketika berada dalam Ibadah.

Dam juga diberikan pada mereka pelanggar aturan Pemerintah. Utamanya melanggar aturan Haji atau Umroh spesifik oleh Pelaksana Haji. Dam diartikan darah maka tidak berbentuk uang kontan. Lebih lanjut Jamaah yang melanggar diwajibkan menyembelih ternak, domba atau unta.

Di tanah Haram terdapat aturan mengenai Ibadah. Ketika anda mempelajari Ihram, maka ikuti larang yang terkandung dalam Rukun dan Syarat. Waktu pelaksanaan Dam sendiri ada hari Nahr dan Tasyriq -di tanggal 11,12,13 Dzulhijah-, hingga hari setelah Tasyriq sampai musim Haji berikutnya.

Kenapa orang menerima denda ini ketika Ibadah. Wajib Dam karena dua hal spesifik yakni, satu karena terhalang menyempurnakan Rukun Haji, dan kedua, anda merusak Rukun sebab Jima atau melakukan hubungan suami- istri ketika menjalankan Ibadah.

Penjelasan Pengertian Dam Denda Haji atau Umroh

Bentuk Dam yang diwajibkan kepada anda:

  1. Dam Nusuk dikenakan kepada Jamaah yang menjalankan Haji Tamattu dan Haji Qiran.
  2. Dam Is’ah dikenakan kepada Jamaah yang melanggar satu larangan Ihram, dan atau meninggalkan satu amalan wajib Ibadah.
  3. Dam Takhyir dan Ta’dil dikenakan kepada mereka yang membunuh binatang darat ketika melakukan rangkain Ibadah Haji atau Umroh

Perlu dijelaskan bahwa membunuh binatang darat ada pengecualian. Untuk seperti ular, kala jengking, atau binatang apapun yang mungkin membahayakan. Karena sifatnya urgensi maka tidak dikenakan denda atas hal tersebut.

Ketika terkena denda harus membayar sesuai ukuran binatang. Maksudnya menyembelih hewan yang sepadan dibunuh. Contoh kambing dibayar dengan menyembelih kambing. Atau bisa dibayar dengan nilai makanan yang sama, makanan tersebut lantas diberikan kepada orang- orang miskin.

Hukum Dam sudah tercatat dalam Al Quran, yakni Surah Al Maidah Ayat 95. Yang mana jelas Dam membunuh binatang harus sama seimbang dari yang dibunuh. Untuk pelaksanaan sendiri juga sudah diatur atas dua orang adil.

Aturan tentang mengganti memberi makan juga tercantum di Al Maidah Ayat 95. Dimana makanan tersebut senilai dan dibagikan kepada orang miskin sekitar Ka’bah. Termasuk tentang berpuasa satu hari untuk mengganti, tujuannya agar mengetahui dan menyadari kesalahan.

Aturan Denda, Tata Tertib, dan Jenis

Wajibnya Dam meliputi:

  1. Melakukan Haji Tamattu
  2. Ketinggalan Wukuf di Arafah
  3. Meninggalkan wajib Haji
  4. Menyalahi Nazar

Jenis Dam:

  1. Menyembelih kambing atau domba
  2. Berpuasa 10 hari, 3 hari di Mekkah dan sisanya di Tanah Air

Allah berfirman: “janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Kakbah, atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya” al-Maidah 95

Wajib Dam Takhyir dan Ta’dil:

  1. Terhalang menyempurnakan Ibadah Haji. Dimana Jamaah gagal menjalankan salah satu Rukun Haji atau Umroh. Terhalang disini yakni karena sakit, terhalang musuh, kehilangan teman dan lain- lain. Dam dilakukan dengan menyembelih kambing sebelum Tahallul. Atau Jamaah bisa memberi makan sesuai nilai Dam, yang diberikan kepada orang miskin. Anda juga bisa dengan berpuasa satu mud atau satu hari senilai makan beras atau gandum, senilai satu kambing.
  2. Merusak Haji atau Umroh karena Jima. Melakukan hubungan suami istri sebelum lepas Ihram. Dam berupa menyembelih unta, minimal umur satu tahun atau lebih jika mampu. Atau anda bisa menyembelih satu sapi umur 2 tahun, bersedekah makanan senilai unta, atau berpuasa senilai satu mud atau senilai satu hari dari beras senilai unta/sapi/7 ekor kambing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *