Masjid Seribu Tahun Jeddah Berikut 10 Fakta Al Shafi

masjid seribu tahun

Banyak Masjid indah di Jeddah yang perlu dikunjungi. Salah satunya Masjid Seribu Tahun Jeddah, yang bernama Masjid Al Shafi. Umurnya 1100 tahun dan masih berbentuk seperti semula. Berbeda dengan tempat Ibadah lain, keberadaan Al Shafi masih awet terjaga.

Disebut sebagai peninggalan warisan sejarah kebudayaan dunia. Masjid Al Shafi harus dilindungi keberadaanya sampai sekarang. Diberi nama berdasar ilmuwan Muslim, yang bernama Imam Muhammad Ibn Idris Al Shafi, dibangun di Mazloum Lane, Jeddah.

Imam Muslim kelahiran Gaza tahun 150 Hijriyah (767 SM). Ini merupakan Masjid berarsitektur unik langka. Dibuat dari bahan lumpur laut, bebatuan susun, dan kayu Jeddah. Dibuat dari material asli dan alami dari dalam negeri.

Dibuat menggunakan teknik konstruksi asli Jeddah saat itu. Karena begitu aslinya, keberadaan bangunan Masjid Al Shafi memburuk. Semakin tahun seperti keadaan fisik bangunan mulai rentan. Pasalnya bangunan Masjid Al Shafi tidak pernah dipugar.

Fakta Masjid Seribu Tahun Jeddah Al Shafi

Masjid yang dibuat dengan bahan lumpur laut, bebatuan, dan kayu Jeddah. Dari segi arsitektur memang terlihat sederhana klasik. Renovasi yang tidak penuh membuatnya tidak bertahan. Keberadaan fisik Masjid sangat memprihatinkan.

Bersyukur pihak Kerajaan Saudi berniat memugar. Apalagi banyak Jamaah Haji dan Umroh, yang datang mampir menjadikan ini tujuan wisata. Banyak ahli konstruksi dan ilmuan bekerja sama untuk merekontruksi.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Bentuk asli harus dipertahankan karena warisan sejarah dunia. Para pekerja menggunakan peralatan sederhana. Alat- alat konstruksi ulang sangat kecil sehingga teliti. Mereka memastikan tidak ada perubahaan terhadap bentuk Masjid Al Shafi.

Dari pilar dan tembok harus seperti keadaan semula. Konstruksi sebelumnya dijalankan kecil- kecilan. Sayangnya tidak bisa dikerjakan secara akurat. Beberapa proses terhenti karena kurang beberapa isu. Mereka kesulitan menduplikasi teknik ukir, lukis, dan mewarnai tembok Masjid.

Mihrab terletak dibagian depan ditengah. Ada sebuah menara disebelah kanan tempat Imam itu. Sebuah sumur tempat bersuci disebelah kiri di depan. Para surveyor menggambarkan masjid ini bergaya klasik dan sangat sederhana.

Para pekerja dan surveyor menemukan ada dua lapis dinding. Ada sebuah material tambahan khusus menambah kekuatan. Oleh karenanya para pekerja harus memiliki skill khusus. Pada sisi jendela, celah antara sisi, dan dinding luar terbuat tanpa penutup.

Jadi Jamaah akan melihat apa didalam dengan mudah. Tempat ini akan menjadi contoh bagaimana memperlakukan tempat bersejarah. Ada sebuah toko didekat sana, tetapi sudah ditutup untuk dibuat toilet dan kamar mandi. Ini membuktikan tidak ada bangunan baru di dalam Masjid Al Shafi.

Menurut penelitian lebih lanjut, masjid seribu tahun Jeddah hanya pernah dikonstruksi dua kali. Yakni oleh pedagang India bernama Al Khawajah Mohammad Ali, tahun 1533. Sementara didirikan pada zaman King Sulaiman bin Saaduddeen Shahenshah II, didirikan pada tahun 1250.

Banyak barang peninggalan bersejarah di dalamnya. Pihak dari Kementerian Pariwisata dan Peninggalan Bersejarah, juga menggalang dana untuk mengorganisir bangunan bersejarah dan kuno di kawasan Jeddah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *