Masjid Tempat Rasulullah Beristirahat Tinggal di Taif

masjid di taif

Inilah Masjid tempat Nabi Muhammad beristirahat setelah diusir. Kisah tentang penolakan Kaum Quraish mungkin tidak asing. Para penyembah berhala ini menolak keberadaan Islam. Mereka menolak ajaran Rasulullah hingga melakukan berbagai cara.

Mereka Kaum Quraish menyerang psikologi hingga fisik. Padahal waktu itu Islam sudah banyak diterima masyarakat Mekkah. Hingga meninggalnya Abu Talib RA, paman Rasulullah yang membuat Beliau jatuh terpuruk.

Secara mental semakin terpuruk ketika istri tercinta meninggal. Siti Khadijah RA, juga wafat diwaktu yang bersamaan, maka jatuhlah mental Rasulullah. Kesedihan mendalam seolah menjadi jalan Kaum Quraish. Para penyembah berhala ini menyerang psikologi Nabi lebih dalam.

Ketika itu banyak warga Mekkah mulai memeluk Islam. Nabi Muhammad sangat berduka dan menyebut tahun itu “Tahun Berduka”. Meninggalnya dua orang terdekat Nabi memang tidak menghentikan. Semangat menyebarkan Islam masih terus berjalan, apapun keadaanya Beliau harus bangkit.

Masjid Tempat Rasulullah Beristirahat di Taif

masjid kuno taif

Semenjak kejadian itu, Nabi mulai menyebarkan Agama Islam keluar Kota Mekkah. Tempat paling terdekat adalah Kota kecil bernama Taif. Disana Dakwah diharapkan lebih bisa diterima. Walaupun ada penolakan tidak sekejam oleh para penyembah berhala.

Tempat yang dirasa Beliau paling aman, sebuah kota kecil bernama Taif terletak 70 km dari Mekkah. Awalnya Beliau meyakini tidak akan ada penolakan. Sayangnya, ternyata masyarakat Taif tidak menerima Dakwah Islam sepenuhnya.

Dibelakang Nabi terdapat segrombolan orang tidak dikenal. Mereka melempari Rasulullah dengan batu- batu besar. Ketika melihat ini seorang pria datang menolong. Addas, seorang petani melindungi Nabi ketika meminta tempat persembunyian.

Beliau bersembunyi di kebun, dan sempat ditawari buah anggur setelah aman. Addas memberika anggur yang diterima baik oleh Beliau. Itu karena seorang Muslim tidak boleh menolak kebaikan. Apalagi buah yang ditawarkan Adda adalah halal bukan haram.

Sebelum makan Nabi Muhammad membaca do’a dahulu. Addas mendengarkan dan merasa kagum akan sikap Nabil. Dia tidak pernah mendengar do’a seperti itu. Petani ini kemudian bertanya kepada Nabi tentang apa itu.

Sifat Nabi Muhammad yang ramah, sopan, dan beradab Siapa tidak hati menerima kepribadian Beliau tersebut. Hanya orang yang gelap hati menolak ajaran Beliau. Akhirnya Addas langsung mengucapkan dua kalimat Syahadat.

Sekarang kebun tersebut sudah tidak nampak jelas. Diatasnya berdiri sebuah Masjid, bernama Qantara atau Al Modhoun. Didirikan pada masa Kerajaan Ottoman sekitar 167 tahun lalu. Arsitektur Masjid sesuai gaya Abasiah, kesannya begitu klasik dan kuno bentuk Masjid -nya.

masjid istirahat nabi

Berkunjung ke Taif merupakan kesempatan Jamaah Haji. Kebanyakan Jamaah datang ke sini, selain berkunjung ke Al Qu’a. Masjid ini sendiri didirikan 800 tahun silam setelah Nabi wafat. Banyak versi berbeda tentang sejarah Masjid ini jika ditanyakan para Jamaah.

Kebanyakan mereka percaya disinilah, Nabi Muhammad beristirahat, dan ada sebuah batu yang tertanam jejak lengan Nabi. Hanya, sejarawan mengatakan hal tersebut bukanlah fakta. Mereka menolak batu tersebut hanya tambahan cerita.

Pengunjung terbanyak disini dari Pakistan, India, Bangladesh, dan Malaysia. Mereka tertarik akan arsitektur yang unik Masjid Al Modhoun. Karena disini tempat Rasulullah pernah tinggal. Orang Pakistan menyebutnya Masjid Hazart Ali, karena mereka menganggap Ali bin Abi Talib bersama Beliau di Taif.

Soal cerita tentang Sahabat Ali tidak terbukit juga otentik. Kebanyakan sejarawan mengatakan Nabi sendirian, atau juga bersama Zaid bin Haritha. Jika anda tertarik berkunjung, bukalah Google Map dengan nama Alkou Mosque Taif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *