Tips Haji Umroh Menghadapi Puasa Dikala Beribadah

ibadah puasa

Melawati Bulan Ramadhan di Masjidil Haram adalah berkah. Baik ketika anda ber Umroh, ataupun ber Haji, sama- sama memiliki tantangan. Tidak ada lebih indah beribadah ketika bulan Ramadhan tiba. Tips buat anda ketika ber Umroh ketika Ramadhan.

Hal pertama perlu diperhatikan manajemen waktu dan menghitung keramaian. Bagaimana menjalankan Ibadah Ramadhan, tanpa diganggu ataupun mengganggu jamaah lain. Karena kita tau Masjidil Haram pasti dipenuhi pengunjung. Apalagi kalau bertepatan bulan puasa pasti akan lebih berat.

Tentu banyak umat Muslim yang ingin beribadah terus salama di Masjidil Haram. Untuk hal tersebut, berikut tips memanajemen waktu dan berhitung. Bagaimana anda bisa menghitung ketika berhadapan dengan keramaian .Perhatikan juga pilihan paket Umroh atau Haji anda mau.

Beberapa agen travel sudah memberikan paket menarik. Ada paket awal, pertengahan, atau akhir bulan Ramadhan atau full Ramadhan.

Sebagai catatan harga paket Umroh di bulan Ramadhan biasanya akan lebih mahal. Baiknya anda menghitung budget anda sedari awal. Tentu sensasi Umroh sambil berpuasa Ramadhan akan berbeda. Bayangkan pahala yang anda dapat ketika berpuasa di Masjidil Haram.

Puasa Ketika Umroh Tetap Nyaman

Perhatikan akomodasi diberikan pihak travel. Pastikan bahwa jarak akomodasi anda ke Masjidil Haram tidak jauh. Karena ketika anda disana, waktu anda akan habis bolak- balik ke Masjidil Haram untuk mendapatkan pahala berlipat ganda.

Jika jarak terlalu jauh anda bisa menyiasati dengan memperbanyak ibadah langsung dalam sewaktu. Ketika anda baru sampai di Jeddah, baiknya anda bersiap untuk menganti imgrasi yang panjang. Bersiap jika ketika anda masih di Jeddah waktu sudah menunjukan waktu buka puasa.

Siapkan sedikit makanan di dalam tas karena ketika berbuka puasa otomatis kegiatan di Bandara akan berhenti sejenak.

Berikut 5 tips menghadapai bulan Ramadhan ketika anda sudah berada di Masjidil Haram, bagaimana Ibadah nyaman dan berjalan hitmat:

1. Pastikan datang 1 jam sebelum Azan

Azan menjadi pertanda Sholat. Kalau Azan di Masjidil Haram, maka akan menjadi penanda bagi kaum Muslim untuk mengumpulkan pahala sebanyak- banyaknya. Seluruh penghuni Mekkah pasti ingin melewatkan beribadah di Masjidil Haram.

Pasti Masjidil Haram akan dipenuhi sesak oleh kaum Muslim berbagai negara. Maka datang terlebih dahulu 1 jam menjadi patokan. Lebih baik jika datang lebih awal lagi. Paling lambat 1 jam sebelum itu jika dihitung untuk waktu Sholat lain. K

husus ketika Azan Maghrib, usahakan agar lebih jauh datangnya, atau sekitar 1,5 jam sebelum Azan Maghrib.

Perlu diperhatikan untuk anda, bagi Jamaah baru yang Umroh maupun Haji, jika pengunjung sangat ramai maka otomatis pintu gerbang akan ditutup oleh Askar (Penjaga Masjid). Jika datang telat ke Masjidil Haram, maka bersiaplah anda Sholat di plataran Masjid.

2. Wudhu dulu sebelum ke Masjidil Haram

Tips Sholat ketika bulan Ramadhan. Ada baiknya anda berwudhu dulu di Hotel. Anda juga bisa berwudhu diplataran Masjid. Perhitungkan juga kebersihan anda. Sebagai informasi untuk Jamaah Haji atau Umroh baru: Tempat Wudhu disediakan di plataran Masjid.

Wudhu lah dulu sebelum anda memasuki Masjidil Haram. Karena jika sudah terlanjut di dalam. Jika sudah mendekati Azan pasti penuh sesak. Anda mau keluar untuk berwudhu di plataran Masjid, bisa- bisa anda sudah dikunci di luar.

Baiknya juga menjaga pola makan anda ketika beribadah. Pastikan jangan sampai anda batal ketika kamu sudah masuk ke plataran Masjid.

3. Membawa bekal buka puasa di Masjidil Haram

Hal paling orang mau mencoba adalah berbuka puasa di Masjid. Apalagi jika Masjid tempat buat anda beruka puasa adalah Masjidil Haram. Bukan cuma bulan Ramadhan, banyak orang akan menawarkan kita berbuka dikala Maghrib.

Apalagi dikala bulan Ramadhan pasti berbeda. Susana berbuka puasa terasa menyenangkan terasa hangat.

Tidak membawa bekal juga tidak apa- apa. Karena anda bisa mendapatkan makanan. Banyak orang menawarkan makanan kala Maghrib. Namun sebaiknya anda membawa makanan berbuka puasa. Menjadi nikmat tersendiri ketika kita ikut berbagi ke sesama Muslim.

4. Membawa botol minuman ketika puasa

Ketika berbuka puasa, anda mungkin akan lebih kehausan dan butuh minum banyak. Apalagi jika cuaca panas menerpa. Kegiatan beribadah juga menguras tenaga anda. Walau banyak galon- galon air zam- zam tersedia di sana.

Ada baiknya anda membawa botol minum sendiri. Isi botol air minum dengan air zam- zam. Jadi ketika Adzah, waktu berbuka anda akan langsung dari air botol tanpa ikut mengantri minuman. Minumlah perlahan dan syukuri nikmat Allah.

Karena itu nikmat ketika bisa minum langsung, apalagi ketika tanpa harus berdesakan mengambil air zam- zam di galon.

5. Pilihlah tempat paling nyaman

Cari tempat menurut anda paling nyaman untuk Sholat di Masjidil Haram. Tempat anda harus nyaman karena anda akan lama beribadah. Apalagi jika anda memilih datang lebih awal. Bingung memilih tempat nyaman, carilah tempat di dekat pintu masuk Masjidil Haram.

Bawa Al- Quran sendiri, atau pilihlah tempat dekat rak Al- Quran. Jadi anda bisa menunggu sambil membaca Al- Quran di sana. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, tetapi tetap ingat bahwa anda tengah beribadah puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *