Hikmah Kain Ihram Umat Muslim Ibadah Haji Umroh

ihram haji umroh

Pakaian Ihram Jamaah Haji laki- laki adalah dua lembar kain. Apakah hikmah kain Ihram ketika menjalankan Ibadah ke Mekkah. Apakah warnanya tidak disyaratkan khusus. Apa dibalik dua lembar kain tidak berjahit itu.

Inilah hikmah kain Ihram yang perlu kita renungi kenapa disyaratkan disini. Dua kain tanpa jahit bisa menjadi simbolis. Pelepasan diri manusia dari sifat- sifat duniawi. Hikmah kain Ihram adalah hilang kesombongan, tidak ada kemewahan, kesombongan dan rasa takabur.

Semahal apapun pakaian anda di rumah, sekarang dihadapan Allah hanya ada dua kain tidak berbenang. Jamaah akan merasakan hidup bagaikan bayi. Tidak ada yang melekat kecuali kain seadanya. Tidak ada benang sehelaip  un mengikat jasmani kita.

Mewahnya pakaian membangkitkan kesombongan dan rasa takabur, menja dikan seseorang jauh dari mendengar dan mengajarkan kebaikan.

Ingat bahwa Allah mengazab iblik karena kesombongan, begitupula Firaun, Namrudz dan Qorun. Sesungguhnya Allah yang mencukupu kebutuhan kita. Memakai Ihram berarti meninggalkan kecintaan akan duniawi, dari berhias emas, perak, atau simbol lainnya.

Inikah hikmah kain Ihram yang dipakai Jamaah

Bahwa sesungguhnya Allah sudah mengingatkan. Dalam Surah Al Hujarat, “Sesungguhnya orang yang mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Tidak ada yang lebih tau apa dibalik pakaian kita. Hanya Allah, yang Maha Suci, mensucikan kita lewat pemakaian Ihram. Adalah Mekkah Al Mukarammah, tempat suci dimana tidak ada kesombongan dan semua orang berpakaian sama tanpa jahit.

Pakaian Ihram dipakai ketika beniat menjalankan ibadah. Dua ibadah besar yakni Haji dan Umroh, keduanya mensyaratkan Ihram. Tidak ada kebesaran didalam pakaian Ihram. Namun ketundukan melepaskan harga diri, martabat, kesombongan, dan rasa takabur.

Mereka yang terkaya meninggalkan jabatannya. Semua berputar satu arah tujuh kali dibawah Allah. Melakukan Thawaf berdesakan dengan Jamaah lain. Yang mungkin, maaf, memiliki kedudukan dibawah kita dari pekerjaan dan pendapatan, kita wajib berbaur dengan mereka yang mungkin tengah sakit.

Tidak ada nikmat kecuali melihat langsung Baitullah. Bahkan menyentuhnya merupakan kenikmatan, yang bahkan melebihi uang sebanyak apapun.

Dari Talbiyah panggilan kepada Allah. Mengikhlaskan diri dibawah naungan Nya. “Aku datang memenuhi panggilan Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan Mu, aku datang memenuhi panggilan Mu, tidak ada sekutu bagi Mu.”

Tidak ada segala pujian kecuali bagi Allah. Tiada kekuasaan melekat kecuali kembali kepada Allah. Islam mengajarkan Tauhid murni. Bahwa semua akan kembali kepada Allah. Maka berihram bukanlah beban, tetapi penyerahan diri, rasa Tawadhu yang menimbulkan rasa kasih dan sayang ke semua mahluk Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *