Syafaat Nabi Muhammad Manusia Tersibuk di Akhirat

apa Syafaat Nabi Muhammad

Bersyukur kerena mendapatkan Syafaat Nabi Muhammad. Sebagai Umat Islam kita mendapatkan keberuntungan. Lihat bagaimana Rasulullah memperjuangkan kita di akhirat. Namun kita di dunia justru hanya lalai dan bersenang- senang.

Jika semua Nabi selain Rasulullah menolak Syafaat. Maka Nabi Muhammad menjadi manusia tersibuk di akhirat. Sejak dari dibangkitkan setelah Kiamat, sungguh beruntung Umat Islam yang mengikuti ajaran dan Sunnah Beliau nanti.

Kehidupan manusian terbalik 180 derajat sesudah kiamat. Akhirat, kehidupan setelah kematian, tempat dimana sudah tidak ada lagi pertolongan. Hanya satu harapan kita yaitu Syafaat Nabi Muhammad. Ketika kita kembali ke Allah SWT, do’a siapa yang tidak mungkin tertolak kecuali Rasulullah SAW.

Kita tidak akan kembali ke tempat orang kita cintai. Tidak satupun membantu kecuali Amalan kita sendiri. Suami akan berlari meninggalkan istrinya, istri akan meninggalkan suami, pasangan akan meninggalkan pasangannya. Sahabat akan berlari dari sahabatnya ketika hidup di dunia.

Akhirat Menjadi Urusan Masing- Masing

Apakah kita bisa membantu orang lain tentu tidak. Apakah orang lain bisa mencegah kita disiksa. Tentu kita sendiri lah menolong. Kita tidak punya waktu melihat kanan dan kiri. Namun, di hari tersebut, hanya ada satu manusia sibuk mengurusi kehidupan orang lain.

Satu- satunya manusia yang mempedulikan orang lain. Beliau sibuk mondar- mandir paling sibuk. Manusia itulah tidak lain adalah Nabi Muhammad. Ketika dari awal di padang Masyar, Nabi Muhammad SAW langsung mencari keberadaan Umat Beliau.

“Mana Umatku? Apakah kau Umatku?”

“Ya, aku Umat mu.”

Beliau kemudian mengajak manusia tersebut dibelakang Beliau. Kemudian Beliau mencari kembali Umat Muslim. Satu per- satu berkumpul kemudian Nabi Muhammad bersujud. Beliau bersujud dihadapan Allah SWT, dengan sujudnya yang sangat lama.

Nabi Muhammad bersujud dihadapan Allah SWT. Kemudian Allah meminta Rasulullah bangun dari sujudnya. Allah kemudian meminta Nabi Muhammad untuk berdoa, dan pasti akan dikabulkan.

“Ya Allah, aku tidak akan bangkit dari sujudku sebelum aku mendapatkan apa yang Engkau janjikan.”
“Ya Muhammad, mintalah kepadaKu.”
“Ya Allah, berikan kesempatan kepadaku untuk memberikan minuman kepada umat-umatku. Mereka kehausan ya Allah. Kasihan mereka, di bawah terik matahari. Mereka kepanasan.”
‘Ya Muhammad, ini telaga Al-Kautsar, berilah minum kepada umatmu.”

Beliau kemudian memanggil Umat beliau untuk minum. Betapa luar biasa kepedulian Nabi Muhammad kepada Umat Islam. Begitu selesai langsung Allah menawarkan Surga yang dijanjikan. Langsung diperlihatkan kepada Beliau pemandangan Surga Firdaus begitu dekat.

“Ini Surga untukmu ya Muhammad,” tetapi Beliau tidak tersenyum sedikitpun.

Dipikiran Beliau hanya memikirkan nasib Umat. Sungguh tidak rela jika Beliau sendiri masuk ke Surga. Nabi Muhammad ingin semua Umat Islam masuk ke Surga.

Ingin rasanya melihat semua Umat Muslim menikmati indahnya Surga. Maka Nabi Muhammad kembali berkeliling mencari Umat Muslim. Ketika Allah kembali memperlihatkan Surga Firdaus. Rasulullah kembali mencari Umat Beliau.

“Ini Firdaus.”
“Umatku dimana ya Allah?”
“Umatmu ada di padang Mahsyar.”

Nabi Muhammad kembali pergi ke padang Mahsyar. Beliau kembali bertemu Umat Muslim di sana. Kembali Beliau memberikan minuman kepada mereka. Karena setelah meminum satu teguk itu, maka kita tidak akan merasakan haus untuk selama- lamanya.

Nabi Muhammad bertemu Umat Muslim

Beliau begitu gembira memberika minuman. Seolah Beliau bertemu kekasih lama yang dirindukan. Ketika seorang suami meninggalkan istri. Ketika keluarga meninggalkan kita sendiri. Maka hanya Nabi Muhammad akan menemani kita Umat Muslim dalam kesusahan.

Setelah semua Umat Muslim mendapatkan minum. Kembali Nabi Muhammad bersujud dengan waktu yang lama. Kembali Allah Ta’ala bertanya tentang apa keinginan Beliau. Kali ini Nabi Muhammad meminta perlindungan dari titian Sirat.

“Ya Muhammad, kenapa engkau sujud lagi?”
“Ya Rabbi..Ya Rabbi..Ya Rabbi”
“Bangunlah Muhammad. Katakan apa yang kau minta, akan aku kabulkan.”
“Ya Allah, selamatkanlah umatku dari sirat.”

Kata Allah SWT, “Tunggulah mereka di ujung sirat.”

Rasulullah lantas menunggu di ujung Sirat, seraya berkata:

“Allahuma sallim sallim, Allahuma sallim sallim.”
“Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”

Tentu tidak semua manusia akan selamat melewati Sirat. Mereka yang terjatuh akan masuk ke dalam Neraka. Ketika Nabi Muhammad tau banyak Umat Beliau terjatuh. Kembali Nabi Muhammad bersujud kepada Allah Ta’ala.

Allah SWT mengatakan, “Ya Muhammad, bangkitlah dari sujudmu. Apa yang engkau inginkan?”

“Ya Allah, selamatkanlah seseorang dari api neraka, yang di dalam hatinya terdapat iman, walaupun hanya sekecil biji kurma.”

Allah SWT berkata, “Selamatkanlah mereka yang ada iman sekecil biji kurma di neraka.”

Nabi Muhammad SAW langsung berlari menuju pintu neraka, untuk mencari umat Beliau. Lantas Nabi Muhammad SAW berkata, “Wahai Malaikat, carilah umatku yang di dalam hatinya terdapat iman, walau sekecil biji kurma dan selamatkan mereka.”

Malaikat langsung mengambil mereka yang masih memiliki Iman. Walaupun sebesar biji kurma diangkat mereka dari siksa Neraka. Meskipun begitu mereka yang diangkat sudah terhukum. Tubuh mereka sudah tidak seperti semula, karena walau sedikit siksa Neraka begitu sakit.

Wajah dan tubuh mereka rusak parah. Nabi Muhammad sampai menangis melihat mereka. Kecintaan Rasulullah langsung memeluk mereka. Kemudian Belia mengajak mereka memasuki Surga. Setelah selsai, Nabi Muhammad bertanya apakah masih ada lagi.

Tidak.”

Syafaat Nabi Muhammad Begitu Besar

Nabi Muhammad SAW kembali lagi ke hadapan arash Allah SWT. Di bawah arash Allah SWT, Nabi Muhammad SAW kembali bersujud dan menangis.

Allah SWT bertanya, “Ya Muhammad, kenapa kau menangis?”

“Ya Allah, selamatkanlah umatku dari api neraka, di dalam hatinya terdapat iman, walau hanya sekecil biji jagung”

Allah SWT pun mengijinkan.

Nabi Muhammad SAW kemudian berlari kembali lagi ke neraka.

“Wahai Malaikat, keluarkan dan selamatkanlah manusia yang terdapat iman, walau sekecil biji jagung”

Begitu banyak Umat diselamatkan dari doa Beliau. Bahkan Iman sebesar biji jagung saja cukup. Hingga berjuta- juta Umat diselamatkan dari sana. Namun, Nabi Muhammad kembali kepada Allah SWT, dan bersujud kembali dan memanjatkan doa.

“Ya Muhammad, bangkit bangkit. Apa yang kau inginkan?”

“Keluarkanlah umatku yang ada di dalam neraka, yang di dalam hatinya terdapat iman, walau sekecil biji sawi (zarrah).”

“Aku izinkan..”

Nabi Muhammad SAW kembali berlari ke neraka untuk menyelamatkan umat-umatnya yang di dalam hatinya terdapat iman, walau sekecil biji sawi (zarrah) dalam hatinya. Setelah itu, kembali lagi ke arash Allah SWT. Nabi Muhammad SAW kembali sujud, “Ya Allah…”

“Ya Muhammad, apalagi ya Muhammad? Bukankah Aku sudah menyelamatkan banyak dari umatmu?”

“Ya Allah, demi kasih sayang yang Engkau miliki, selamatkanlah umatku yang mereka tidak punya amal, kecuali hanya mengatakan :

La Illaha Illallah….”

“Aku izinkan..”

Nabi Muhammad SAW kemudian berlari kembali ke neraka, menyelematkan kita atas izin dari Allah SWT, Sang Pencipta.

Tiada cinta sebesar Nabi Muhammad dari siapapun. Apakah orang tua anda akan bisa menyelamatkan seperti Beliau. Bahkan iman sekecil biji kurma, biji jagung, bahkan sekecil zahrah. Beliau sama sekali tidak mempedulikan seberapa kecil Iman kita.

Bagi Rasulullah, bagi Nabi Muhammad SAW, yang terpenting hanyalah Umat, Umat, dan Umat. Cinta Rasulullah terhadap Umat Muslim melebihi apapun di dunia, bahkan Surga Firdaus tidak mampu memalingkan Beliau.

“Umatku ya Allah, Umatku. Selamatkanlah mereka ya Allah..”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *