Sejarah dan Fakta Berdirinya Masjid Nabawi di Madinah

sejarah masjid nabawi

Apa sejarah dan fakta berdirinya Masjid Nabawi berikut. Bermula dari Hijrah Rasulullah, yang mana ketika Beliau masuk ke Madinah sudah ditunggu. Oleh Kaum Ansar yang mengelu- elukan Nabi Muhammad SAW. Sepanjang jalan orang- orang Ansar mencoba menawarkan tempat tinggal.

Mereka menawarkan rumah kepada Nabi untuk ditinggali. Namun Beliau memilih menyerahkan diri kepada Allah, karena sang unta masih berjalan belum berhenti.

“Biarkan unta ini jalan, karena ia diperintahkan Allah,”

Sesampai di sebuah tanah lapang milik dua anak yatim, yang bernama Sahal dan Suhail, unta Nabi kemudian berhenti beristirahat. Mereka adalah dua anak yatim yang diasuh Mu’adz bin Atrah. Kemudian datang Abu Ayub Al Ansari, mempersilahkan Nabi tinggal di rumahnya.

Rasulullah disana membangun Masjid pertama di Madinah. Terdiri dari tanah milik As’ad bin Zurrah, sebagian tanah milik anak yatim Sahal dan Suhail, dan ditambah tanah kuburan Musyrisikan yang telah rusak.

Sejarah dan Fakta Berdirinya Masjid Nabawi

Tanah milik kedua anak yatim dibeli sepuluh dinar oleh Abu Bakar RA. Sedangkan tanah milik As’ad bin Zurrah dan pekuburan diserahkan sebagai wakaf. Ketika membangun Masjid Nabawi, Nabi menjadi orang pertama yang meletakan batu, disusul batu kedua, ketiga, keempat, dan selanjut oleh para Sahabat.

Masing- masing sahabat dari Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Ini menjadi pertanda bahwa Masjid Nabawi merupakan Masjid persatuan. Bentuk persatuan yang lantas dikerjakan gotong royong. Pagar dibuat dari batu tanah setinggi lebih dari 2 meter.

Tiang- tiang Masjid Nabawi dibuat dari batang kurma, atap dari pelapah kurma, dan halaman ditutup dengan batu kecil. Kiblat Masjid Nabawi pertamanya menghadap Baitul Maqdis. Itu karena perintah Kiblat ke Ka’bah belum turun.

Memiliki pintu tiga buah, kanan, kiri dan belakang. Panjang Masjid Nabawi pertama kali adalah 70 hasta panjang dan 60 hasta untuk lebar. Dalam sejarah dan fakta Masjid Nabawi awalnya sangat sederhana. Bagian dalam tidak ada ornamen, hiasan, tanpa tikar, dan penerangan dengan pelepah kurma dibakar.

Kapan Masjid Nabawi dibangun yaitu 1 Hijriyah. Disamping Masjid dibangun tempat kediaman Nabi dan keluarga. Disinilah pula tempat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam dimakamkan.

Ada beberapa sejarah dan fakta Masjid Nabawi yang jarang diekspos. Berikut beberapa fakta sejarah yang perlu anda ketahui.

1. Masjid Terbesar pertama dialiri listrik

Pada tahun 1909, merupakan Masjid pertama yang memiliki aliran listrik terpasang. Padahal pada jamannya Pemerintahan Ottoman, gedung pemerintahan sendiri masih jarang menggunakan aliran listrik dan sekarang Masjid Nabawi menjadi Masjid terbesar kedua.

2. Masjid Nabawi beberapa bagian masih ASLI dan luasnya berlipat

Jika pada jaman Rasulullah, Masjid Nabawi dibangun sederhana maka berbeda 180 derajat sekarang. Selain sudah direnovasi beberapa kali. Kebutuhan menampung semua Umat Muslim wajib ditingkatkan. Ukurannya sudah 100 kali ukuran asli semula ketika pertama dibangun.

Meski sudah beberapa kali direnovasi oleh pemerintahan. Bagian pilar besarnya masih asli dari Pemerintahan Ottoman. Tepatnya di bagian Selatan diujung Masjid Nabawi. Karakteristik memiliki pilar unik, dan elemen asritekturnya dari Ottoman.

3. Ruangan milik Fatima RA masih ada di dalam Masjid

Banyak barang milik Rasulullah masih berada disana. Akan tetapi, ketika Madinah diserang ketika Perang Dunia 1, pihak Kerajaan Ottoman mentransfer beberapa artifak ke Istanbul. Banyak dari artifak ini terlihat bisa dilihat di Topkapi Place hari ini.

4. Riad Ul Jannah diperluas, adanya makam kosong, dan tambahan lain

Panjang keseluruhan Riad Ul Jannah panjang 22 meter, dan luasnya 15 meter. Untuk makam kosong, beberapa orang percaya bahwa bahwa itu makam Nabi Isa. Untuk kubah Masjid hingga sampai 650 tahun semenjak jaman Nabi.

Sebelumnya berwarna putih dan ungu, yang kemudian dilukis berwarna hijau cantik. Warna hijau dibuat oleh Kerajaan Ottoman pada 150 tahun lalu. Kemudian ada kubah hijau bagian dalam yang tidak terlihat di luar.

5. Memiliki banyak Mihrab dan tempat khusus Suffah

Selain Mihrab utama milik Rasulullah, yang menjadi tempat biasa berdoa, ada beberapa Mihrab lainnya yang banyak. Beberapa dibuat oleh Imam dari berbagai Mazhab. Lainnya adalah Mihrab milik Sultan Suleyman yang bernama Suleymanye Mihrab.

Dibagian utara Masjid, ada tempat terpisah namun masih menjadi bagian Masjid. Inilah Suffah yaitu tempat bagi mereka yang tidak punya rumah dan traveller. Pengunjung Suffah menyebutnya Ahab Al Suffah atau Suffah persaudaraan. Suffah sekarang berada di platfrom dibagian Riad Ul Jannah.

Jumlah pintu juga bertambah hingga sepuluh buah, yakni Bab Su’ud, Abdul Aziz, Abdul Majid, Abu Bakar Assiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Babus Salam, Babur Rahman, Babu Nisa, dan pintu Bab Jibril. Tinggi pintunya 6 meter dan lebarnya 3,2 meter, terbuat dari kayu berhias ukiran motif Arab.

Ada dua menara setinggi 70 meter masing- masing. Pada masa Raja Fahd jumlah pintu, tiang, dan menara bertambah. Dan keseluruhan ruangan Masjid Nabawi dilengkapi oleh AC.

Luas Masjid Nabawi ketika jaman Rasulullah 2,475 m2, tambahan 1.100 oleh Khalifah Umar bin Khattab, 496 m2 Usman bin Afan, 2.369 m2 Walid bin Abdul Malik, 2.450 m2 Abbas Al Mahdi, 120 m2 oleh Malik Al Bey, 1.293 m3 Sultan Abdul Majid Al Usmani, 600 m2 oleh Malik Faishal, dan 82.000 m2 oleh Malik Fahd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *