Tiga Masjid Wajib Dikunjungi Jamaah Ketika Umroh

masji awan

Tiga Masjid berikut ini bisa anda datangi ketika ibadah Umroh. Salah satunya dikenal sebagai tempat Miqat ibadah Umroh dan Haji. Satu Masjid lagi dikenal sebagai tempat Rasulullah melalukan sholat. Satu lagi tempatnya dikenal sebagai tempat hukuman Qisas.

1. Masjid Ghamammah

Tiga masjid pertama bernama Ghamammah atau awan mendung. Sejarahnya berdiri diatas tempat Rasulullah melakukan Sholat Idul Fitri. Dulunya berupa tempat lapang yang luas tanpa atap. Alun- alun dimana Nabi Muhammad SAW menyampaikan Khutbah Idul Fitri.

Letaknya ditengah- tengah Kota Madinah. Bukan sekali waktu alun- alun ini dipakai. Kaum Muslimin akan berbondong- bondong mendatangi. Disini mereka mendapatkan keberuntungan mendengar Khutbah Rasulullah.

Selain itu menjadi tempat Sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Disini juga masyarakat Madinah melakukan Sholat meminta hujan. Dalam riwayatnya ketika Khutbah Idul Fitri alun- alun ini begitu panas. Orang- orang merasa tidak kuat untuk tinggal berlama- lama.

Para Jamaah gelisah karena matahari terik, hingga datanglah mendung, atau awan tebal yang menutupi panasnya matahari. Inilah awal nama Ghamammah atau Masjid Mendung. Berbentuk persegi panjang sepanjang 26 meter persegi, 4 meter lebarnya, dan 5 buah kubah berbentuk lingkaran.

Didirikan pada jaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Satu khubahnya khas, besar terletak diatas mimbar Mighrab Imam. Pernah direnovasi oleh Sultan Malik, Hasan bin Muhammad Qalawun Ash Shalihi, pada 761H. Disambung nama Sultan Inal lantas memperbaiki bagian- bagian pada 861H.

Dimasa Sultan Abdul Majid I renovasi total dilakukan, hingga bentuknya seperti anda lihat sekarang ketika ibadah Umroh. Karena sejarah serta arsitekturnya, nama Masjid Ghamamah dikenal diantara Jamaah Ibadah Umroh dan Haji.

2. Majid Bir Ali atau Masjid Dzulhulaifah

masjid tempat miqat

Salah satu dari tiga Masjid tempat Miqat bagi Ibadah Umroh. Sejarahnya sudah dilakukan banyak renovasi. Ada pada masa Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz pada 87- 93 Hijriyah. Dilanjut Zaini Zainuddin Al Istidar tahun 861 Hijriyah.

Dilanjut pada masa Dinasti Turki, oleh Dinasti Usmaniah dibantu Muslim dari India pada 1981- 2005 M. Masjid ini awanya dikenal kecil, sederhana, dan sekarang begitu indah. Areal Masjid luasnya 9000 meter pesegi, yaitu 26.000 meter bangunan Masjid dan 34.000 area taman, parkir, dan paviliun.

Kenapa Masjid ini penting dan menjadi tempat Miqat. Sejarahnya Nabi Muhammad pernah beristirahat disini. Dibawah sebuah pohon ketika akan perjalanan ke Mekkah. Kenapa diberi nama Maskid Bir Ali ternyata ada sejarahnya lagi.

Kata Bir disini berarti sumur, yang pernah dibuat oleh Ali bin Abi Thalib. Kata Bir dalam bahasa Arab adalah sumur. Namun sudah tidak ada lagi keberadaanya. Tergantikan satu Masjid besar kokoh bernama Masjid Bir Ali. Terletak 10 km dari pusat Kota Madinah atau jarak 450 km dari Mekkah Al- Makarommah.

3. Masjid Qisas atau Masjid Jaffali di Jeddah

masjid hukuman pancung

Terakhir dari tiga Masjid kita bahas di artikel ini. Nama aslinya Masjid Jaffali, atau lengkapnya Masjid Syeh Ibrahim Al- Juffali, atau Masjid Jaffali. Diambil dari nama orang kaya yang mendirikan Masjid. Terletak di pusat Kota Jeddah di kawasan bernama Balad.

Lokasinya tepat ditengah bundaran besar, antara Jalan Syeh Al Juffali, Jalan Madinah, dan Baghdadiyah. Bagian baratnya ada kantor Sekertariat Lua Negeri Kerajaan. Bukan dikenal karena sejarahnya tapi karena menjadi tempat dilakukannya hukum Qisas.

Disini tempat orang yang bersalah dihukum pancung. Qisas dilakukan terutama oleh negara- negara Arab. Jika hari Jum’at katanya ada hukuman Qisas terbuka. Dilakukan setelah Sholat Jum’at dan disaksikan oleh banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *