Mengunjungi Bukit Tsur Pristiwa Sakral Umat Islam

di dalam gua tsur

Ada dua gua bersejarah bagi seluruh Umat Islam dunia. Tempat wajib bagi Umat Islam kunjungi ketika ke Mekkah. Satu bernama Gua Hira yaitu tempat Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama. Kedua bernama Gua Tsur terletak di sebuah bukit ditengah Kota Mekkah.

Keduanya memiliki sejarah dan pelajaran tentang perjuangan Rasulullah. Gua Hira tempat dimana Nabi Muhammad SAW bertemu malaikat Jibril. Sedangkan Gua Tsur merupakan tempat persembunyian. Ketika Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar dalam pelarian.

Beliau berdua bersembunyi dari kaum Kafir Quraish selama tiga hari. Letak Gua Tsur berada disebelah Selatan Masjidil Haram, sekitar kurang lebih 6 km. Untuk masuk ke Gua dibutuhkan waktu 1,5 jam naik keatas.

Nama populer dari Jabar Tsur sendiri adalah Hayyu Al- Hijrah. Seperti namanya merupakan pristiwa Hijrah bagi Rasulullah. Jika anda berpikir bahwa letaknya diluar Mekkah ternyata salah. Justru Hayyu Al- Hijrah terletak di tengah.

Itulah kenapa bagi Jamaah Umroh tempat ini seolah menjadi wajib dikunjungi.

Sejarah Bukit Tsur Bagi Umat Islam

Berada di kawasan bernama Kudai. Puncak bukitnya lumayan tinggi karena butuh 1,5 jam. Di bukit itulah keberadaan Gua Tsur, tingginya 1,25 meter, luasnya 3,5 meter, dan memiliki dua pintu. Tempat masuknya ada dua yaitu sebelah barat dan timur.

Disebelah barat merupakan pintu masuk Nabi Muhammad SAW. Tinggi bukit 480 meter, tempat dimana Rasulullah dan Sahabat Abu Bakar Shiddieq bersembunyi. Bukan tempat persembunyian karena takut tetapi Hijarah.

Semua didasari perintah Allah SWT sendiri untuk bersembunyi di tempat tersebut. Berkat pertolongan Allah, mulut gua tidak dilihat oleh Kaum Kafir. Sejarah Gua Tsur seekor laba- laba menyembunyikan Nabi. Atas perintah Allah laba- laba tersebut membuat sarang diluar gua.

Jaring laba- laba yang utuh membuat sangkaan tempat itu kosong. Karena jika Beliau berdua masuk maka jaring pasti rusak. Selain laba- laba ditambah pula merpati yang bersarang disebelah Gua, dan keduanya tercatat dalam Al- Quran Surah Al- Taubat Ayat 40.

Berikut detail sejarah Bukit Tsur menurut situs Islamicandmarks.com:

1. Sahabat Abu Bakar adalah orang pertama yang masuk gua. Beliau membersihkan halangan agar Rasulullah aman. Ketika Beliau melihat ada dua lubang disana. Ditutupnya keduanya dengan robekan kain dari pakaian. Sesudah itu Nabi Muhammad SAW tertidur di pangkuan Abu Bakar.

2. Tiba- tiba ada sesuatu menggigit kaki Abu Bakar. Tetapi Beliau memutuskan diam karena Rasulullah tengah tertidur. Sakit tidak tertahankan hingga tetes air mata jatuh ke pipi Rasulullah. Ketika Beliau Nabi Muhammad sadar akan keadaan, dibalurnya ludah di luka maka sembuhlah itu tidak berbekas.

3. Selama tiga hari Beliau berdua bersembunyi disana. Sementara Kaum Quraish masih mencari- cari tanpa putus asa. Anak laki- laki Abu Bakar, Abdullah, datang ketika malam hari. Dia memberikan bantuan kebutuhan dan pulang ketika pagi buta tiba.

4. Kaum Quraish tidak sadar dimana Rasulullah bersembunyi. Sementara kebutuhan di gua terbutuhi berkat anak Abu Bakar. Dua hari berjalan informasi tentang Nabi Muhammad terus dicari. Putra Abu Bakar setiap malam datang menginformasikan keadaan di Mekkah.

5. Abu Bakar memerintahkan budaknya, Amir bin Fuharya, untuk mengembala kambing. Dia berpergian sampai ku Bukit Tsur. Tujuannya agar Nabi Muhammad dan Abu Bakar bisa minum susu. Dia datang dan pergi berdasarkan rute anak Abu Bakar, tujuannya agar tidak ada jejak kaki mencurigakan.

6. Ketika Kaum Quraish mencurigai gue tersebut. Allah memerintahkan laba- laba membuat jaring, menutupi pintu masuk seolah tidak ada apa- apa. Sementara diluar sepasang merpati membuat sarang. Para Kaum Qurasih sempat berdiri ditepian bukit dan mencurigai gua tersebut.

7. Beliau Abu Bakar sempat panik ketika mereka mendekat. Tetapi Rasulullah Sallahu ‘Alaihi Wa Sallam meyakinkan.

“Bagaimana kamu bisa khawatir tenteng berdua jika ada yang ketiga, terutama yang ketiga adalah Allah?”

8. Kaum Quraish yang melihat jaring dan sarang burung. Yang awalnya mereka curiga menjadi ragu. Mereka lalu membiarkan gua tersebut. Kaum Quraish justru pergi menuju Yathrib, Madinah. Asma, putri Abu Bakar, kemudian memberikan makan.

9. Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad dan Abu Bakar berlanjut. Asma memberikan bekal makanan. Namun tidak bisa dibawa. Hingga dia menyobek kain, dimana digunakan untuk mengikat makanan dan dijadikan bekal perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *