Apa Ciri Haji Kita Diterima Allah dan Menjadi Mabrur

ciri haji mabrur

Apa ciri- ciri Haji kita diterima. Menjalankan ibadah Haji berarti harus siap merubah diri. Semua dosa akan diampuni setelah anda berhaji. Umat Muslim yang melakukan ibadah haji dijanjikan surga. Syarat wajib adalah jika kita mampu melaksanakan.

Mampu dalam hal ini berarti luas tidak terbatas pada keuangan. Juga tidak terbatas pada kesehatan jasmani. Yang dimaksud tersebut juga termasuk apakah mampu berubah.Dalam Hadist Nabi Muhammad SAW, jika ibadah Umroh dilakukan maka akan diampuni dosa diantara dua ibadah tersebut.

Sedangkan bagi mereka yang berhaji akan mendapatkan surga. Hadist sahih Imam Bukhari menyebutkan bahwa ganjaran mereka yang berhaji mabrur adalah surga. Lihat betapa besar ganjaran kita jika mampu berubah.

Kata kunci disini menyebut mabrur atau diterima. Haji yang diterima akan mendapatkan surga. Hanya mereka yang beruntung mendapatkan itu dari Allah. Seolah terlahir kembali tidak memiliki dosa karena telah diampuni dan dimaafkan.
Haji DIterima Allah

Sekarang pertanyaan kebanyakan kita “apa ciri- ciri Haji kita diterima?”. Inilah yang sering dipertanyakan oleh Umat Muslim selepas berhaji. Ciri- ciri Haji kita diterima paling mudah apakah kita berubah. Sebagai pribadi sulit bagi kita untuk menilai diri sendiri.

Ciri Haji Kita Diterima Allah

Ada baiknya anda mulai melihat ke orang lain. Bagaimana perlakuan orang lain terhadap kita. Apakah tetangga anda lebih ramah. Sudahkan sebagai orang mampu membantu tetangga. Hingga mereka akan lebih mengikutkan anda di kegiatan masyarakat.

Kemudian baru anda melihat ke diri sendiri. Apakah masih senang membicarakan orang lain. Segala dosa harusnya sudah dihindari. Sekecil apapun tidak akan lagi tampak di diri anda. Sepulang berhaji mulut akan mengucap hal baik yaitu Dzikir.

Ciri- ciri Haji kita diterima lainnya. Apakah anda masih menghindari melakukan kebaikan. Ambil contoh apakah anda sudah mau ikut kegiatan sosial. Di masyarakat apakah anda sudah ikut kerja bakti. Menjadi baik tidak terbatas kepada suka bersedekah.

Ingat perintah Allah tidak terbatas kepada memberi uang. Kita juga diperintahkan memperlakukan orang baik. Bagaimana caranya, yaitu memperlakukan orang lain layaknya kita mau diperlakukan. Jika anda menjadi Haji mabrur, maka akan lebih banyak bersyukur dibanding ketika sebelum berhaji.

Setiap orang yang berangkat Haji selalu didoakan. Agar sah dan Hajinya diterima oleh Allah. Didoakan agar mabrur sepulang berhaji. Tetapi tidak semua Haji diterima. Ibnu Rajab al- Hanbali mengatakan bahawa, Haji yang mabrur sedikit, tetapi karena mereka kita tetap mendapatkan pahala.

Menurut situs Ihram.asia, menjelaskan lebih detail ciri- ciri Haji kita diterima. Mulai dari bagaiamana kita membiayai perjalanan. Hingga apa yang terjadi kepada kita sepulang Haji. Berikut penjelasannya:

1. Kita membiayai dengan uang halal

Haji tidak akan diterima jika uang haram. Pastikan biaya Haji anda tidak tercampur dengan yang batil. Seperti Hadist Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam,

“Sungguh Allah baik, tidak menerima kecuali yang baik”

Umat Muslim sebelum berhaji pastikan menggunakan uang halal. Ini mengenai dari mana sumbernya, apakah ada hak orang lain, dan didapat dengan cara baik. Walaupun sumbernya baik, jika kita melakukan sedikit saja dosa diantara usahanya, haram.

Ibadah Haji tidak terlepas dari Bank. Gunakan layanan perbankan Syariah untuk meyakinkan. Sebuah Syair oleh Ibu Rajab: “Jika anda Haji dengan harta tak halal asalnya. Maka anda tidak berhaji, yang berhaji hanya rombongan anda. Allah tidak terima kecuali yang halal saja. Tidak semua yang Haji mabrur Hajinya.

2. Amalan dilakukan Ikhlas sesuai tuntunan Nabi Sallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Rukun wajib harus dilaksanakan tanpa terlewat. Jauhi larangan ketika sudah berihram. Dengan keikhlasa hati Insha Allah diterima ibadahnya.

Ada sebuah kisah tentang ibu dan anak. Ketika sang ibu meminta diambilkan air. Anaknya terasa berat bangkit dari tempat tidur. Posisi sudah tengah malam tentu badan letih. Tetapi mengingat bagaimana perjalanan berhaji. Anak ibu tersebut bangkit dan mengambilkan air untuk diminum ibunya.

Menyadari bahwa dirinya salah juga tanda. Karena manusia tidak luput dari kesalahan. Anda sepulang behaji tidak mungkin langsung baik. Watak dan sifat harus dirubah sendiri. Dorongan untuk mengingat Allah akan lebih kuat, karena kita sudah ada dijarak paling dekat dengan yang Maha Mengetahui.

3. Banyak melakukan amalan ketika berhaji

Jangan cuma tidur di Hotel. Tidak boleh bermalasan melangkahkan kaki ke Masjidil Haram. Baik untuk Sholat wajib maupun Sunnah. Perbanyakan berdzikir kepada Allah. Karena disetiapnya ada Berkah dan pengampunan.

Berkata baik juga merupakan amalan. Ketika di Mekkah kita diajarkan tidak berkata buruk. Insha Allah, sekembali ke Tanah Air, anda akan terbiasa untuk tidak berbicara kotor, menggunjing orang, ataupun menjelekan diri sendiri maupun orang lain.

Melakukan apa yang tidak boleh juga amalan. Ihram kita memberikan apa- apa yang tidak boleh. Ini sudah menjadi amalan bagi anda ketika berhaji. Ihram mengajarkan kita mengikuti aturan, walaupun tidak berdosa jika larang dilakukan di tempat lain.

4. Tidak berbuat maksiat ketika Ihram

Seperti dijelaskan diatas, Ihram memiliki larangan- larangan dan diantaranya merupakan kebaikan. Jika anda melanggar Ihram maka otomatis tidak sah. Ibadah Haji tidak akan diterima Allah. Ada tiga hal tidak boleh dilakukan ketika ihram: Rafats, Fusuq, dan Jidal.

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang diketahui, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan-bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, fusuq dan berbantah-bantahan selama mengerjakan haji.”

Rafats berarti kebijakan atau perkara tidak berguna. Termasuk didalamnya berhubungan dengan Mahram. Hal ini dilarang ketika Ihram. Meskipun halal tetapi perkara ini tidak diperbolehkan.

Fusuq berarti keluar dari ketentuan Allah. Maksudnya segala bentuk maksiat yang dilarang Allah. Sudah pasti dilarang dan sangat dilarang ketika Ihram.

Jidal berarti berbantah- bantahan.

Adapun larangan lain dapat dijelaskan dalam artikel tentang ihram. Dalam berhaji hindari termasuk bid’ah dan syirik

5. Menjadi orang lebih baik

Diterimanya ibadah kita berarti menjadi lebih baik. Muslim yang selesai berhaji, berarti memiliki titik tolak untuk berhenti bermaksiat dan semakin bertakwa. Hasan al Basri menyebut bahwa Haji mabrur berarti Zuhud, lebih mencari akhirat dibanding dunia.

Menurut Ibnu Hajar al- Haitami berkata, Haji mabrur berarti meninggalkan maksiat yang dahulu dilakukan. Mengganti teman yang buruk menjadi lebih baik. Tidak sibuk akan majelis kelalaian tetapi aktif dalam mejalis Dzikir dan kesadaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *