Sejarah Kota Mina Kota Tenda Jamaah Haji Dunia

sejarah kota mina mekkah

Menilisik sejarah kota mina yang disebut kota tenda. Karena disini anda tidak akan menemukan bangunan. Hanya ada ratusan bahkan ribuan tenda untuk Jamaah Haji. Unik karena merupakan tenda permanen bukan musiman, tanpa musim Haji pun sudah berdiri, tertata rapi teratur.

Sejarah Kota Mina merupakan kota kecil di timur Mekkah. Luas kota Mina sekitar 20 kilometer persegi. Disebut dikenal kota tenda yang ditinggali Jamaah Haji. Mereka bermalam disini untuk melakukan lempar Jumroh. Jangan menganggap ini tenda biasa yang panas, sumpek, dan tidak nyaman.

Tenda kota Mina terbuat dari bahan fiberglass, dilapisi serat telflon. Tenda kota Mina tahan api jadi sangat aman. Dibangun tahan api sejak terjadi pristiwa kebakaran pada 1997. Sejarah Mina yang sangat menyesakan karena memakan korban 350 Jamaah Haji.

Semakin bertambah Umat Muslim dunia maka perlu perluasan. Pemerintah Saudi menyadari hal tersebut dan segera melakukan. Pristiwa perluasan Kota Mina disebut Mina Jadid atau Mina baru.

Menurut Kementrian Agama RI, jarak antara Mina ke tempat melempar Jumroh sejauh 7 kilometer. Anda harus melakukan perjalanan berjalan kaki. Bermalam atau Mabit di Mina Jadid sendiri masih menjadi perdebatan secara syar’i.

Sejarah Mina Kota Tenda di Timur Mekkah

Bahkan sudah diperluas Kota Mina tidak bisa menampung Jamaah. Jutaan orang belum terlayani sempurna ketika bermalam disini. Mabit di Mina diharapkan akan semakin baik ke depan. Pemerintah Saudi sendiri memiliki pandangan tentang layanan lebih baik ke tahun dapan.

Berkisaran satu hingga dua juta Jamaah Haji bermalam. Bahkan untuk keperluan peluasan, sudah hampir tidak nampak bangunan biasa. Hanya tenda diseluruh pusat perkotaan untuk bermalam. Pemerintah Saudi bahkan berencana membuat di tempat lain, disisi lain kota Mina.

Ribuan tenda berjajar rapi dibatasi blok tembok. Pada tiap blok sudah ada dapur, kamar mandi, dan tempat wudhu. Untuk membedakan satu tenda dengan lainnya, maka tiap blok memiliki kode warna dan kode negara masing- masing Jamaah.

Kenapa tempat ini begitu istimewa bagi Umat Islam. Disinilah tempat dimana Nabi Ibrahim digoda setan ketika mempraktikan Ibadah Haji. Nabi Ibrahim mengajari prosesi Ibadah Haji kepada Nabi Ismail AS. Mereka dituntun oleh Jibril berdasarkan petunjuk Allah Ta’ala.

Pertama mereka membangun Baitullah terlebih dahulu. Kemudian Nabi Ibrahim berputar Thawaf sebanyak 7 kali. Keduanya menyentuh sisi Ka’bah ketika melakukan putaran. Setelah tujuh kali Thawaf mereka Sholat Sunnah dua rakaat.

Kemudian Malaikan Jibril menunjukan cara selanjutnya. Dari Mina, Shafa, Marwa, Muzdhalifa, dan Padang Arafah lengkap sejak itu. Ketika masuk ke Mina selepas dari bukit Aqabah ada kejadian. Beliau iblis menampakkan dirinya dihadapan Nabi Ibrahim.

Jibril berkata “lemparilah dia” kepada Nabi Ibrahim. Maka Beliau mengambil tujuh butir batu kecil. Nabi Ibrahim melempari iblis hingga menghilang kabur. Kembali iblis menunjukan diri ketika berada di Jumrah Ula. Jibril kembali memerintahkan kepada Nabi Ibrahim, “lemparilah dia!”.

Tujuh krikil kembali diambil untuk melempari iblis. Sosok iblis kembali menghilang tidak menampakan diri. Nabi Ibrahim melanjutkan prosesi Ibadah Haji hingga selesai. Jibril memberhentikan Nabi Ibrahim ketika di atas mawaqif, dan mengajari Manasik hingga selesai Arafah.

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” QS. Al Hajj Ayat 27

Sampai di Arafah Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Ibrahim. “Sudahkah engkau mengerti mengenai Manasik Hajimu,” tanya Malaikat Jibril. Nabi Ibrahim lantas menjawab,”Ya aku tau”. Nama padang Arafah berasal dari ucapan Malaikat Jibril dari bahasa Arab,”Arafta manasikaka?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *