Tempat Pasukan Gajah Dikalahkan Lembah Muhassir

tempat pasukan gajah dikalahkan

Sudah tertulis jelas dalam Al Quran kekalahan pasukan gajah. Inilah tempat pasukan gajah dikelahkan oleh burung ababil. Lembah Muhassir berada diantara Muzdhalifa dan Mina. Atau dikenal sebagai Wadi Muhassir mungkin kurang familiar dibanding cerita tentang pasukan bergajah.

Ratusan pasukan dikalahkan tidak berkutik, bahkan sebelum menyentuh luar pintu Mekkah. Harapan mereka menghancurkan Ka’bah gagal total. Pada waktu itulah Nabi Muhammad baru dilahirkan. Kapan saja Ka’bah akan dilundungi bahkan sebelum kelahiran Rasulullah.

Para Jamaah yang akan melempar jumroh akan ketemu. Ketika akan menginap di Mina pasti akan melewati lembah ini. Lembah Muhassir merupakan saksi kekalahan pasukan gajah. Menurut bahasa namanya berasal dari bahasa Arab “Hasr” yang berarti lemah.

Dipimpin oleh Abrahah berniat menyerang Ka’bah langsung. Tujuannya adalah memindahkan ibadah pengikut Nabi Ibrahim. Bagaimana cara agar mereka berpaling karena kecantikan gereja miliknya. Geraja indah bernama Al Qulais, Abrahah adalah raja sekaligus pimpinan gereja tersebut.

Penyerangan Ka’bah Oleh Pasukan Gajah

Gerja miliknya sangat indah dan cantik tiada dua. Tidak ada bangunan lain menandingi pada zamannya. Sang Raja Yaman, Abrahah Al Asyram Al Habys, memerintahkan Raja Habsyah untuk diperhatikan. Dia menyombongkan gereja tiada dua tersebut, yang bahkan melebihi impian manusia saat itu.

Kenapa membangun gerja karena niat mengalihkan bangsa Arab. Agar mereka menunaikan ibadah dari Mekkah menuju gereja Al Qulais. Abrahah juga terheran kenapa orang Hijaz masih ke Mekkah. Abrahah sendiri berstatus perwakilan Abyssina di Habasyah, penduduk asli Afrika beragama Kristen.

Al Qulais dikatakan lebih megah dan cantik dibanding Baitullah. Dia ingin menghancurkan Ka’bah agar Umat Nabi Ibrahim dan Ismail berpindah. Kesombongan Abrahah bergaung sampai didengar semua orang, bahkan sampai ke tanah Mekkah.

Suatu ketika ada seorang Arab dari Kabilah An Nash ke Yaman. Dia sengaja menempeli “kotoran” di atas lantas gerjea Al Qulais. Dia menaruh kotoran kemudian kabur melarikan diri. Hal tersebut didengar oleh Abrahah dan niat menghancurkan Baitullah semakin menjadi.

Tersusun strategi penyerangan besar- besaran ke Kota Mekkah. Perlengkapan perang bagitu berlimpah hingga pasukan berjumlah besar. Pokoknya harus menghancurkan Ka’bah tanpa bersisa. Rencana matang disusun termasuk menggunakan tunggangan gajah.

Abrahah menjadi pemimpin menggunakan gajah terbesar. Dia mengendarai gajah terkuat bersama pasukan melewati lembah. Dalam perjalanan mereka bertemu 200 unta milik Abdul Muthalib. Siapakah dia, adalah kakek Rasulullah sendiri salah satu petinggi Mekkah.

Melihat unta miliknya dirampas oleh Abrahah. Abdul Muthalib mendekati mereka mengajukan protes. Siapa sangka Abrahah menyadari siapa sosok yang dihadapi. Salah satu petinggi Kota Mekkah berada dihadapan Abrahah dan pasukannya.

Ia mengira bahwa Kakek Rasulullah datang untuknya. Namun siapa sangka hal tersebut bukanlah demikian. Tiada ketakutan di mata Kakek Rasulullah dan menyanggah tegas. Tiada perlu baginya menghadapi pasukan gajah yang dipimpin Abrahah.

Kekalahan Pasukan Gajah di Lembah Muhassir

Karena pasukan burung Ababil sudah menunggu mereka. Bahkan belum sampai ke Kota Mekkah, mereka sudah diserang burung Ababil. Entah datang dari mana sekumpulan burung Ababil tersebut. Ada riwayat mengatakan mereka datang dari arah lautan.

Dikisahkan bahwa satu burung membawa tiga batu neraka. Ditaruh pada paruh dan dua kaki mencengkram batu. Pasukan gajah sedang melewati lembah Muhassir mati kutu. Tidak berdaya meskipun ukuran mereka beratus kali lebih besar.

Gajah- gajah hancur lebur karena panas batu yang membara. Abrahah ketakutan karena mereka semakin banyak saja. Dia memutuskan kembali ke Kota San’a, sayangnya, sesampai di Kota tersebut dirinya mati karena luka dari batu neraka.

Wadi Muhassir disebut sebagai lembah setan oleh penduduk. Letaknya mudah diakses sekarang, di tempat tersebut sudah ada jalan raya dan papan nama bertulis Wadi Muhassir. Lembah ini memang berada ketika menjalankan Ibadah Haji, tetapi tidak disyaratkan mengunjungi.

Dibangun sebuah jembatan penghubung Muzdhalifa dan Mina. Disunnahkan berjalan cepat ketika melewati lembah tersebut. Perbanyaklah membaca Tahlil, dan doa yang diajarkan Rasulullah ketika melewati tempat lembah Muhassir.

Pristiwa ini mengajarkan kita nilai kesembongan. Tiada berguna kesombongan dihadapan Allah Ta’ala. Hancur sudah pasukan gajah tanpa ampun karena Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *