Info Masjid Namirah Terbelah Karena Perluasan Arafah

info masjid namirah

Unik karena info Masjid Namirah terbelah karena perluasan Arafah. Menurut informasi bangunan menjadi dua karena perluasan. Satu bagian utama Masjid masuk di wilayah Arafah. Sedangkan satu lagi hasil perluasan tidak dihitung Arafah.

Info Masjid Namirah terbelas bukan arti sesungguhnya. Agar tidak membingungkan Jamaah maka dibuatlah tanda. Bagian mana merupakan bagian Arafah atau bukan bagian. Kenapa begitu penting karena Arafah merupakan bagian dari Syarat Haji.

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam, dalam Haji Wada menyampaikan: “Aku berwukuf disini, dan Arafat seluruhnya tempat Wukuf kecuali Wadi Uranah.”

Luas Masjid Namirah adalah 110.000m2, memiliki 64 pintu masuk, dan muat 350 ribu Jamaah Haji. Disini terdapat enam menara menjulang tinggi. Dana dibutuhkan merenovasi Masjid sangat besar dan dibuka hanya setahun sekali.

Sejarah Masjid Amirah Terbelah Menjadi Dua

Hanya akan dibuka satu kali pada 9 Dzulhijah, dan dibuka untuk umum ketika masa Wukuf di padang Arafah tiba. Karena ramainya terkadang Jamaah hanya bisa melihat dari luar. Pada musim Haji, ketika Wukuf akan dilakukan Khutbah oleh Mufti Saudi dan dilanjutkan dzikir dan doa.

Masjid terletak disatu lembah Wadiu Uranah batas area Arafah. Yang mana di sebelah barat ada dua bukit kecil. Keduanya berdekatan sekali dan bernama bukit Amirah. Inilah cikal nama Masjid yang didirikan pada zaman penguasa Abbasiyah.

Tepat di Wadi Uranah berdirilah bangunan Masjid Amirah. Disaat anda Wukuf di Arafah, lakukan Shilat jamak dan qasar. Dianjurkan melakukan Dzuhur dan Ashar dua rakaat, sekali Adzan, dan satu kali Iqomah Sholat.

Rasulullah SAW sendiri melakukan wukuf di Arafah dan Haji Wada disini. Masjid Namira memiliki tempat pakir luas, bangunan besar dan megah, dan ada tempat kantin Jamaah. Tempat ini biasa menjadi peristirahatan Jamaah Haji dari panas terik matahari.

Ada taman ditumbuhi bunga, kolam, dan hamparan rumput hijau. Dekat area Wudhu, terdapat televisi layar datar menayangkan agenda di Masjid Namira. Soal mukena apalagi sajadah sudah tersedia buat Jamaah berkunjung disini.

Ketika memasuki Masjid langsung disambut karpet lembut. Udara dingin dari penyejuk ruangan yang maksimal. Wangi ruangan membuat anda nyaman beribadah. Berlama- lama di Masjid Namira dan rasakan sensasi ketenangan dan kekhusyukan beribadah.

Meskipun tidak tertulis Hadist akan fadilah tempat ini. Masjid Namira tetap harus menjadi bagian kunjungan anda. Disini anda akan menikmati suasana kebersamaan Umat Islam. Diantara kaligrafi cantik di sisi- sisi dinding Masjid.

Terdapat dua layar proyektor besar untuk kepentingan Mihrab imam. Dari Mihrab Imam sendiri dibuat indah, megah, dan dilindungi dinding kaca. Disini ada puluhan colokan listri untuk mengisi daya baterai. Untuk anda yang rindu akan rumah, isi kembali daya handphone anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *