Wisata Masjid Terapung di Jeddah Destinasi Traveling

nama masjid terapung jeddah

Jika anda memiliki niatan mencari destinasi traveling. Disini, wisata Masjid terapung di Jeddah salah satu favorit Jamaah Haji. Terletak di tepi laut merah menawarkan pemandangan menawan. Cocok untuk wisata foto atau selfi ketika anda berangkat ke Saudi nanti.

Jika ke Jeddah pasti akan mampi ke tempat ini. Salah satu destinasi traveling pilihan bagi travel Umroh. Walaupun tidak memiliki sejarah tentang Islam. Banyak Jamaah tertarik untuk menelusuri keindahan Masjid bernama asli Masjid Arrahmah.

Kalau anda beribadah disini tidak memiliki kelebihan. Hanya layaknya anda beribadah di Masjid biasa tanah air. Hanya sebatas tempat tujuan berwisata melepaskan lelah. Walaupun diberi nama Masjid terapung faktnya tidak benar- benar terapung di atas air.

Fakta Wisata Masjid Terapung di Jeddah

Tidak benar- benar terapung seperti kapal laut. Termasuk dalam city tour di Jeddah untuk Jamaah travel dan wisata. Terletak dipinggir pantai laut merah yang dihubungkan seperti jembatan. Dari segi arsitektur sudah pasti sangat bagus, di dalamanya terdapat aneka kaligrafi dan ornamen.

Letaknya dipinggir pantai sehingga akan tersapu ombak. Untung bangunan ini dibuat sangat bagus sehingga sangat kuat. Pancang- pancang penyangga dibawah bangunan sangat kokoh. Kalau anda melihat dari jauh maka akan terlihat mengapung diatas karena pancangnya kecil.

Ukuran Masjid tidak terlalu besar yakni 20×30 meter. Dulunya diberi nama Masjid Fatimah Az Zahra sekarang Ar Rahhmah.

Menurut alkisah Masjid Fatimah Az Zahra, bangunan yang berdiri di atas tanah milik seorang janda kaya raya. Tanah wakaf tersebut kemudian dijadikan sebuah Masjid umum. Agar menghindari salah tafsir maka berubahlah masjid tersebut menjadi Ar Rahhmah.

Menurut cerita sepeninggal suami sang janda mewakafkan. Sebagian kekayaan termasuk tanah tersebut dijadikan masjid. Kebenaran tersebut masih diragukan menurut penduduk sekitar. Balum banyak orang meyakini keaslian akan cerita Masjid terapung di Jeddah.

Didirikan di wilayah bernama Corniche, berdekatan dengan pusat perbelanjaan Balad Corniche commercial center. Corniche sendiri berasal dari bahasa Prancis berarti “jalanan ditepi terjal”. Namun makna berubaha menjadi tepian pinggir pantai.

Memang sebagian tempat tersebut menjalur di tepian pantai laut merah. Corniche dikembangkan khusus sebagai pusat perdagangan. Oleh pemerintah setempat dijadikan tujuan refreshing. Tujuan menggaet wisata bagi Jamaah Haji dan Umroh yang ke laut merah.

Laut merah memang dikenal sebagai destinasi wisata. Hanya anda jangan membayangkan bahwa akan berwarna merah. Warna merah merupakan hasil ganggang merah di laut dalam. Warna merahnya tidak semerah dibayangkan orang ketika mendatangi tempat ini.

Sejarah laut merah di Al Quran sendiri membahas mengenai Firaun. Kisah seorang Raja yang memerintahkan membunuhi bayi laki- laki. Semua karena ramalan akan lahirnya sosok Nabi Musa Alaihi Sallam.

Berkat Rahmat Allah kekuasaan Raja sombong tersebut tumbang. Sosok dzalim yang berlaku layaknya tuhan tersebut kini binasa. Disanalah, di laut merah, ketika lautan tersebut terbelah dan menutup kembali menalannya hidup- hidup bersama pasukannya.

Namuan laut merah di Jeddah bukanlah bagian dari cerita tersebut. Panjang pantai ini memang sangat panjang yakni 8o kilometer. Jeddah sendiri mendapatkan nama the bridge of red sea atau pengantin laut merah.

Pemdangan dari dalam juga terasa bahwa anda diatas laut. Padahal bangunan ditopang tiang pancang ke dalam laut. Dekorasi modern sudah pasti sangat indah dan menganggumkan. Semakin indah jika anda datang ketika waktu Subuh, ketika matahari akan muncul ke permukaan.

Sinar matahari lembut berpadu cat masjid memadu indah. Lampu masjid berkilauan juga menambah seperti cahaya bintang. Atmosfer berubah derastis ketika matahari mulai tampak disana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *