Masjid Bir Ali Sejarah Tempat Miqat Nabi Muhammad

masjid bir ali depan

Terletak di Madinah nama Masjid Bir Ali sudah terkenal. Inilah salah satu tempat bersejarah bagi Umat Muslim. Sebuah tempat Ibadah unik berarsitektur kuno dan terjaga. Terbuat dari tanah lempung dan batu, walaupun sudah dipugar masih terasa arsitektur lama yang indah.

Ini merupakan tempat Miqat dari Kota Madinah. Masjid Bir Ali atau dikenal nama Aaba Ali, disinilah orang- orang memakai Ihram. Disinilah anda melakukan Ihram dan mengucapkan niat. Sebenarnya Masji Bir Ali memiliki banyak nama seperti Aaba Ali, Al Shajarah, dan Al Mur’ris.

Letanya disebuah bukit bernama Aqeeq, dan jaraknya 14 kilometer dari Masji Rasulullah. Dibangun kembali pada zaman Khalifah Umra bin Abdulaziz, dimana Beliau merupakan pangeran Madinah dan diperbaharui ketika jaman Abasiah dan Ottoman.

Karena jumlah Umat Islam semakin banyak. Tempat ini semakin diperluas hingga seluas 6000 m2. Karena letaknya di Kota Madinah, maka kemudahan transportasi lebih terasa. Masjid Bir Ali sendiri mampu mengakomodasi 5000 orang Jamaah.

Sejarah Masjid Bir Ali Keistemewaan Miqat Disini

Tempat Miqat ini didirikan sendiri oleh Rasulullah SAW. Dibangun dibawah pohon akasia tempat Beliau bernaung. Disinilah Rasul beristirahat ketika akan berangkat ke Mekkah. Dalam perjalanan Umroh tersebut Nabi memakai Ihram disini.

Tempat Miqat yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad untuk Haji dan Umroh. Jika anda bermiqat disini, maka kenakan Ihram, dan lakukan Sholat dua rakaat. Masjid ini banyak melalui renovasi dari bentuk awalnya. Masjid Miqat ini awalnya sangat sederhana dan kecil dibanding sekarang.

Renovasi pertama jaman Umar bin Abdul Aziz (87- 93 Hijriyah), dan Ziani Zainuddin Al Istidar di tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi). Pelebaran dan perbaikan dilakukan kembali pada Dinasti Usmaniah, dibantu muslim dari India pada 1090 Hijriyah (1679 Masehi).

Terakhir Raja Abdul Aziz, pada 1981- 2005 M, melakukan perluasan besar- besaran. Luas awal Masjid ini seluas 9000 m2, dimana sekarang luasnya 26.000 m2, dan 34.000 m2 untuk taman, lapangan parkir, dan paviliun.

masjid bir ali depan

Fasilitas lain Jamaah Haji ialah 5000 buah toilet dan kamar mandi. Jadi jika anda mau bermiqat disini, cukupkan waktu anda untuk bersiap dan Sholat.

Masjid ini berdiri tepat di atas pohon yang menaungi Nabi. Nama Bir Ali diambil dari sebuah sumur yang dibangun Sahabat Ali Bin Abi Thalib RA. Baik pohon dan sumur tersebut sudah tidak tampak. Untuk sumur sendiri dihancurkan karena khawatir akan disalah gunakan.

Keistimewaan Masjid Bir Ali

Apa istimewa melakukan Miqat di Masjid Bir Ali ini. Alasanya karena tempat inilah Nabi Muhammad beristirahat. Bukan sekali tetapi sering kali karena letaknya di pintu Madinah. Meskipun jaraknya jauh dari Mekkah, tetapi sangat dianjurkan karena meneladani perjalanan Nabi.

masjid bir ali belakang

Butuh waktu bahkan sampai 5- 6 jam walaupun pakai Bus. Jaraknya 450 kilometer jadi tidak mungkin anda berjalan. Memiliki pemandangan bagus selain dari arsitektur juga alam. Menara Masjid setinggi 64 meter dibalik rindangnya pohon.

Terletak disebuah lemabah subur Aqiq, letaknya 11 kilometer dari Masjid Nabawi dan 9 kilometer dari sisi terluar Mekkah. Sebuah lembah rimbun yang kontras dibanding tempat Miqat lain. Walaupun berbukit cadas hijaunya masih berasa menjadi perpaduan menarik.

Tempat cocok buat foto mengabadikan keindahan sejarah. Lapangan parkir super luas lebih mirip seperti terminal. Karena itulah menjadi favorit Miqat karena sambil wisata. Arsitektur dibuat oleh Abdul Wahid El Wakil, bentuknya kokoh layaknya benteng.

Begitu sampai didepan sudah terlihat menara dan kubah. Lorong- lorong indah didalam Masjid meneduhkan. Pohon- pohon kurma sangat rindang tumbuh lebat banyak. Disini terik matahari tidak mudah tembus bahkan ketika anda berjalan di tamannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *