Ada Berapa Jenis Dam Denda Ibadah Haji dan Umroh

pengertian dam haji

Kalau anda bertanya ada berapa jenis dam denda Ibadah Haji dan Umroh. Berikut empat jenis Dam yang perlu kamu ketahui. Sebelum sampai ke sini maka perlu diketahui pengertian Dam Haji. Menurut bahasa Arab artinya “darah”, atau mengalirkan darah jika maknai dari pengertian tersebut.

Mengalirkan darah berarti memotong binatang sesuai Syar’i. Adapun yang bisa dijadikan denda Haji dan Umroh sama. Binatang seperti kambing, domba, unta, maupun sapi. Ini sesuai dengan syarat binatang sembelihan Umat Islam.

Lantas apakah Dam semuanya harus menyembelih. Ternyata tidak juga karena Allah sendiri telah menyampaikan. Denda bisa berupa berpuasa ataupun memberi makan orang miskin. Namun hampir semua Jamaah Haji Indonesia lebih memilih Dam memotong binatang.

Oleh karena itulah terkadang terjadi kriminalitas tentang hewan potong. Jika berpuasa lebih mudah dan aman dari tindak kriminal. Memilih binatang potong untuk Dam di negara orang bisa sulit. Tidak jarang transaksi pembelian kotor mulai dari kesehatan binatang dan harga layak.

Berapa Jenis Dam Denda Haji dan Umroh?

Menurut jenis kesalahannya Dam dibagi menjadi dua. Satu bernama Dam Nusuk, yang dijalankan BUKAN karena MELANGGAR Syarat Haji atau Umroh. Ini terjadi karena melakukan Ibadah Haji dan Umroh yang digabungkan.

Semua sesuai dengan perintah Allah, yakni Surah Al Baqarah Ayat 196, berikut:

“Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.” QS. Al-Baqarah: 196.

Dam Nusuk dilakukan karen melakukan Umroh sebelum Haji. Dam ini bukan terjadi karena kita melanggar Syarat Sah. Ini dilakukan ketika Jamaah Haji menjalankan Haji Tamattu maupun Qiran. Kemudian Dam Isya’ah karena melanggar Syarat, atau melakukan kekeliruan ketika berhaji atau Umroh.

Mengenal lebih dalam mengenai Denda dibayar Jamaah Haji dan Umroh. Merujuk kepada melanggar aturan atau Syarat Sah Haji dan Umroh. Ada 4 macam Dam dibayar karena melanggar aturan tersebut, berikut:

1. Dam Tartib dan Taqdir

Dibayar seperti halnya menyembelih binatang kurban biasa. Bilamana tidak mampu dapat diganti puasa 10 hari; 3 hari ketika berhaji dan 7 hari sepulang Haji. Menyembelih pada hari tertentu yakni hari Tasyriq di Mina atau Mekkah.

Hal yang mengharuskan membayar Dam/Denda:

  1. Mengerjakan Haji Tamattu atau Qiran
  2. Tidak mengerjakan Ihram pada Miqat
  3. Berhaji tetapi tidak melempar Jumroh
  4. Tidak bermalam di Muzdhalifah
  5. Atau tidak bermalam di Mina
  6. Jamaah tidak mengerjakan Thawaf Wada

Selain itu juga karena Jamaah tidak melakukan Wukuf di Arafah. Batasannya yakni terbit Fajar di 10 Dzulhijah dan tidak juga muncul di Arafah. Jika terhalang karena sudah udzur maka tidak berdosa. Diringankan Hajinya diganti Umroh.

Orang sudah udzur gagal Wukuf di Arafah: Melakukan Tahallul dari Manasik Umroh, tidak wajib melempar Jumroh, tidak harus Mabit di Mina, dan diwajibkan membayar Dam.

Jika yang tertinggal adalah Haji Fardhu atau utama. Dimana merupakan Haji pertama bagi Jamaah Haji tersebut. Maka menurut kesepakatan Ulama harus diqadha. Atau melanjutkan Ibadah Haji jikalau mampu pada tahun depan.

2. Dam Tartib dan Ta’dil

Dua perkara utama kenapa Jamaah membayar Dam Denda berikut. Kenapa menjalankan Dam Tartib dan Ta’dil karena dua perkara:

Bersetubuh: Sebelum Tahallul awal dimana Hajinya batal dan wajib melakukan Kifarat. Anda harus menyembelih seekor unta, sapi atau 7 ekor kambing. Wajib mengulangi atau meqadha Hajinya pada tahun depan.

Jika tidak mampu membayar maka ada gantinya. Anda harus memberi makan yang diserahkan kepada fakir miskin di sekitar Masjidil Haram. Untuk nilainya satu mud atau setara 0,6kg atau 3/4 liter beras. Anda juga bisa mengganti puasa senilai satu mud untuk satu hari puasa.

Ihsar: Tidak terhalang menyelesaikan Ibadah Haji dan Umroh. Sebabnya karena dikepung musuh, kecelakaan, kematian muhrim, atau karena keadaan darurat. Orang ini disebut Muhsar karena terhalang menjalankan. Boleh melakukan Tahallul, menyembelih kurban, dan tidak melanjutkan.

Kalau bisa dia harus mengirim Dam ke Mekkah dan barulah bertahallul. Tetapi jika tidak mungkin ia menyembelih di tempat, kemudian bertahallul. Jikalau masih terhalang maka bisa dinilaikan uang. Anda bisa memberinya kepada fakir miskin di Mekkah, senilai satu mud atau satu mudnya puasa.

3. Dam Takhyir dan Taqdir

Untuk Dam menyembelih seekor domba kurban, puasa tiga hari, atau bersedekah setengah Sha. Nilainya setara 1,7 liter untuk 6 orang miskin.

Hal menyebabkan Takhyir dan Taqdir:

1. Mencukur atau memotong rambut

2. Memotong kuku

3. Menggunakan minyak rambut atau parfum

4. Memakai pakain berjahit

5. Melakukan hubungan suami istri sesudah sekali (sebelum Tahallul awal)

6. Berjima setelah Tahallul awal

7. Bercanda dengan Muhrim sampai birahi

4. Dam Takhyir atau Ta’dil

Dilakukan karena membunuh binatang darak sewaktu Manasik. Namun dikecualikan untuk ular, kalajengking, atau hewan berbahaya. Maka anda harus membayar Dam senilai binatang dibunuh. Contoh seekor domba maka akan diganti domba berukuran sama.

Anda juga bisa mengganti dengan makanan ke orang miskin. Atau anda bisa berpuasa masing- masing senilai satu mud. Bolehkan membayar denda Haji dan Umroh diluar Mekkah? Tiada satupun literatur menyebutkan Sahabat membayar Dam diluar Tanah Haram.

Bahkan di Madinah pun tidak ada dalil menguatkan. Untuk pelaksanaan dilakukan pada hari Nahr yakni 10 Dzulhijah, atau hari Tasyriq yakni 11- 13 Dzulhijah. Inilah pembeda utama antara anda berkurban dan membayar Dam denda Haji atau Umroh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *