6 Kesalahan Ibadah Umroh Pengertian dan Hukum

thawaf baik

Umroh memiliki definisi bahasa berkunjung. Ibadah Umroh artinya sengaja mendatangi tempat yang selalui dikunjungi. Arti Fiqih Umroh adalah mengunjungi kota Mekkah untuk melakukan ibadah dengan tata cara.

Pengertian lain, datang ke Baitullah untuk melakukan serangkain ibadah sesuai syarat dan tata cara. Umroh boleh dilakukan berulang kali. Umroh juga dapat diartikan sebagai Haji kecil. Jika ibadah Haji mendapatkan pahala Surga, ibadah Umroh mendapatkan pengampunan dosa diantara Umrah.

Hukum Umroh bisa menjadi wajib jika anda mampu secara finansial, fisik, dan wajib setidaknya satu kali seumur hidup tetapi boleh lebih.

Ibadah Umroh menjadi Sunnah jika sudah sekali. Bila anda tidak melakukan Umroh kembali tidak apa- apa. Namun bayangkan pahala pengampunan dari dua Umroh. Baiknya anda mempersiapkan untuk ber Umroh sampai dua kali.

Umroh wajib bagi orang yang sudah wajib ber Haji, dan ibadahnya bisa dilakuan bersama ibadah Haji. Umroh dapat dilakukan kapan saja. Karena waktu tidak terikat, maka bisa dilakukan bersama tour travel ke tempat- tempat wisata di Mekkah maupun Madinah.

Juga bisa dilakukan sekaligus bersama travel ke Turki atau Dubai. Bisa dilakukan ketika anak liburan, karena waktunya bebas maka juga bisa dilakukan ketika bulan Ramadhan. Begitu banyak pahala ketika beribadah ini.

Banyak jamaah berlomba beribadah sebanyak- banyaknya ketika Umroh. Melalukan sholat Sunnah di Masjidil Haram menghasilkan pahala luar biasa. Namun banyak orang tidak sadar melakukan ibadah diluar Sunnah Nabi Muhammad, atau mendekati Syirik.

Perhatikan kesalahan- kesalahan yang mungkin terjadi. Kesalahan tidak cuma datang dari cara ibadah kita. Tetapi juga apa kepercayaan kita ketika beribadah. Jangan sampai ibadah kita menjadi sia- sia. Jamaah yang tidak paham akan ibadah Umroh harus pelajari ini.

Berikut kesalahan yang mungkin anda lakukan ketika beribadah:

Kesalahan 1: Doa akan langsung dikabulkan ketika berdoa di seputar Ka’bah

Kepercayaan bahwa doa kita akan terkabul haru selalu ada. Belum ada bukti Syariat bahwa langsung terkabul. Tetapi pengalaman dirasakan langsung oleh jamaah ada. Bagi anda yang baru akan ber Umroh kuatkan kepercayaan.

Adapun bisa semua doa pasti dikabulkan tidak terbukit. Karena hanya Allah yang tau hal terbaik bagi kita. Hadist yang mengatakan bahwa doa langsung terkabul, Hadist tersebut berdasarkan banyak kajian adalah Hadist lemah.

Adapun Ulama Syaikh Saad Al Humaid menyebut ibadah tidak boleh ambigu. Ibadah harus berdasarkan bukti- bukti. Adapun doa dikabulkan langsung oleh Allah. Itu merupakan hal yang terbaik bagi kita dari Allah Ta’ala

Kesalahan 2: Berhenti Thawaf untuk harus mencium Hajar Aswad

Umat Muslim mencium Hajar Aswad hukumnya Sunnah. Merupakan pengalaman sangat indah dan langka. Banyak orang berupaya bahkan sampai segala cara. Ini tidak boleh dilakukan. Jangan karena ingin menyentuh bahkan mencium Hajar Aswad akan mengurangi nilai Thawaf anda.

Memaksa mencium Hajar Aswad bisa menganggu Jamaah lain. Bahkan mungkin anda bisa menyakiti Jamaah lain. Thawaf harus terus bergerak semua Jamaah bergerak bersamaan. Rasulullah SAW tidak memaksa mencium Hajar Aswad apalagi ketika banyak Jamaah berkumpul.

Cukup lambaikan mencium dengan lambain tangan dari titik anda berjalan. Ucapkan “Allahu Akbar” ketika anda akan melewati Hajar Aswad hingga melewatinya. Jangan sampai anda membuat seluruh jamaah berhenti mendadak karena anda memaksakan diri.

Kesalahan 3: Berdoa keras- keras serempak

Umroh bersama kelompok merupakan hal menyenangkan. Bersama- sama kita berjuang ibadah untuk mendapatkan cinta Allah. Pahala seorang wanita ketika Umroh sama dengan jihad beperang. Hanya ketika anda dan kelompok anda berdoa keras- keras dan serempak.

Apakah itu tidak akan mengganggu jamaah lain ketika melakukan Thawaf. Hendaklah baca doa didalam hati, berdoalah sebisa anda baik bahasa Arab ataupun bahasa Indonesia, dan fokus agar menjadi khusyuk dan dihayati. Anda rasakan sendiri doa tersebut hingga menetes air mata.

Usahakan anda tau doa apa yang anda bacakan berikut arti. Ketika anda berdoa keras mungkin akan merusak khusyuk Jamaah lain.

Kesalahan 3: Membaca doa yang sulit hingga salah mengucapkan

Anda sudah menghalafkan banyak doa. Sayangnya anda tidak memiliki banyak waktu untuk memahami makna. Maka carilah doa yang mudah dihafalkan atau familiar sehari- hari.

Doa “Rabbanaa aatina fid dunya hasanatan wa fil aakhirati hasanah wa qinaa adzaa bannaar” yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bisa berarti bahwa doa bisa pendek.

Jika diartikan contoh doa itu sudah meliputi dunia dan akhirat. Doa sependek itu sudah meliputi pengampunan dosa duni dan akhirat.

Kesalahan 4: Menyentuh Ka’bah, Masjidil Haram, atau Masjid Nabawi untuk mendapat berkah

Sesungguhkan berkah adanya pada Allah Ta’ala. Memaksa menyentuh bisa menjadi kesyirikan tersembunyi. Karena perantara antara Allah dan hambanya adalah doa. Jika anda menginginkan sesuatu disana, maka panjatkan doa ketika beribadah Thawaf atau ketika menjalankan Sholat wajib atau Sunnah.

Nabi Muhammad beribadah biasa, tanpa harus menyentuh- nyentuh atau mencium- ciumi bagian dari Ka’bah, Masjidil Haram, atau Masjid Nabawi. Adapun mencium Hajar Aswad yang dicontohkan cukup sekali saja, jangan berlebihan.

Kesalahan 5: Melakukan Sholah berlebihan hingga 40 rakaat di Masjid Nabawi

Yakinkan bahwa anda sudah terbiasa melakukan Sholat Sunnah berakaat banyak. Jangan pula mensakralkan harus 40 rakaat atau tidak akan berkah. Adapun Hadist yang mengatakan Sholat 4o rakaat di Masjid Nabawi akan terbebas api neraka, selamat siksaan dan terbebas dari kemunafikan, adalah lemah.

Bila anda mampu Sholah hingga 40 rakaat maka tidak apa- apa. Tetapi juga tidak ada batasa angka tertentu, jika waktu di Masjid Nabawi singkat, jangan pakasakan diri atau memaksa travel anda. Sholat sebanyak anda mampu dan sebanyak waktu tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *