Masjidil Haram Mempekerjakan Warga Membersihkan

pasukan pembersih ka'bah

Tidak ada pekerjaan buruk kecuali menghasilkan uang haram. Masjidil Haram mempekerjakan 85 orang warga. Ingat pekerjaan apapun besar atau kecil mulia. Apalagi jika diberi kesempatan membersihkan Masjid suci Umat Muslim ini.

Jika pekerjaan anda halal maka itulah rejeki terbaik. Tidak ada boleh mengejek pekerjaan apapun. Walaupun gajinya kecil selayaknya kita tidak boleh merendahkan. Semua pekerjaan itu berguna bagi perekonomian.

Dalam Islam tidak ada pandangan tertentu terhadap pekerjaan halal. Jika menelisik apa pekerjaan Nabi Muhammad. Beliau adalah seorang pedagang pengusaha terkemuka. Karena kejujuran dan profesionalitas tinggi ketika menjalankan tugas.

Alkisah Nabi Muhammad tengah menjual barang dagangan. Termasuk barang mudah rusak dari tanah liat. Dan ketika Beliau menyadari bahwa barangnya cacat dijalan. Akhlak mulia memberi tahu kecacatan tersebut kepada pembeli sebelum memutuskan.

Nabi Muhammad Salallahu “Alaihi wa Sallam tidak pernah memaksa. Menyampaikan jualanya apa adanya tanpa berbelit- belit. Selain berdagang barang Beliau juga dikenal sebagai pengembala domba. Pekerjaan tersebut bukan sembarangan karena menghasilkan susu dan hasilnya banyak.

Pekerjaan Nabi Muhammad Profesional dan Jujur

Beliau dikenal orang yang dapat dipercaya bahkan soal pekerjaan. Nabi Muhammad bekerja dengan Istri Beliau kelak Siti Khadjidah. Bekerja mengembala domba juga bukan sedikit dibawa ke padang. Beliau dikenal memiliki banyak domba dan semua menghasilkan susu.

Apapun pekerjaan bila dijalankan profesional menghasilkan. Pemerintah Saudi sendiri agak kaku bila mempekerjakan warga Saudi. Konsep lama yang dicanangkan oleh Raja Salman dan Pangeran Saudi Arabia. Pasalnya pekerjaan tersebut memang kasat mata tidak menjanjikan.

Namun membersihkan Masjidil Haram adalah kehormatan. Ternyata keputusan Pemerintah Saudi salah karena ternyata mau.

Adalah keberuntungan ketika Masjidil Haram memepekerjakan warga. Total 85 orang mau dengan senang hati membantu membersihkan. Mereka bekerja dengan senang hati tanpa keraguan. Akhlak mereka seperti Rasulullah dan Islam tanpa membedakan macam pekerjaan.

Proyek pertama ini dijalankan pada November 2018, dimana kelompok pertama sudah menjalankan sebaganyak 85 orang. Bahkan kebanyakan mereka adalah anak muda Saudi produktif. Mereka membersihkan sekitaran Ka’bah dan teras Masjidil Haram.

Mereka tidak hanya bekerja menual tetapi memakai alat. Mesin- mesin sejenis kendaraan yang bisa membersihkan. Untuk membersihkan sempurna mereka mendapatkan pelatihan. Pihak Departemen Kebersihan dan Pengkarpetan Ka’bah mentraining mereka.

Mereka anak muda bersemangat menjaga, memperbaiki, dan mengelola mesin. Kendaraan pembersih itu aman mereka kendarai dan gunakan. Mereka senang mengerjakan pekerjaan bersih- bersih ini loh. Menyebut sendiri sebagai tim pembersih Masjidil Haram hebat.

Kenapa mereka mempekerjakan warga Saudi sendiri. Pekerjaan pembersih kebanyakan merupakan pekerja asing. Pangeran Saudi sendiri mengatakan warga harus bekerja untuk sukses. Hari dimana mereka mengandalkan uang sponsor sudah tidak lagi.

Apakah Arab Saudi mengalami kesulitan soal uang pendanaan. Tentu tidak karena mereka adalah negara kaya. Dari prosesi Haji saja sudah cukup menjalankan roda perekonomian negara. Pemerintah Saudi tengah berupaya meningkatkan semangat warga Saudi bekerja.

Jangan memilih- milih pekerjaan karena apapun selama Halal mulia. Sekarang dari koki restoran, supir taksi dan kendaraan umum, cleaning service perusahaan, juga mereka warga Saudi asli. Mereka juga bekerja sebagai paramedis dan pembersih untuk Masjidil Haram kini.

Sumber: Saudi Gazatte

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *