Wuquf di Arafah Mengenal Ibadah Wajib Haji

pengertian wukuf di arafah

Wukuf di Arafah mengenal Ibadah wajib Haji berikut. Menurut maknawi bahwa Arafah menjadi miniatur. Bagaimana panasnya pada Masyar ketika bumi tidak lagi dipijak. Dimana manusia dikumpulkan disini bersama tanpa mengenal kaya atau miskin.

Secara pengertian Wukuf berarti berdiam atau berhenti. Maka pengertian keseluruhan berdiam diri di padang Arafah. Berdiri dan berdiam diri sendiri bukan berarti tanpa melakukan apapun. Disini anda menyempurnakan syahadat, bermunajat, memohon ampunan, dan banyak berdzikir.

Mengenal Ibadah wajib Haji ini berarti harus dilakukan. Sifatnya wajib jika anda tidak lakukan maka harus mengulangi. Anda juga harus membayar dam atau denda karena hal tersebut. Merupakan rukuk Haji terbesar sesuai sabda Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam:

“Haji itu Arafah. Barang siapa mendapatkan malam pada hari Arafah sebelum terbit fajar dari malam Muzdalifah, maka sungguh hajinya telah sempurna.” (HR. Tirmizi).

Pelajaran Wukuf di Arafah Adalah

Anda akan belajar merasakan rasanya di Padang Masyar. Maka mintalah ampun kepada Allah Ta’ala sebanyak mungkin. Sebut nama -Nya dalam bentuk Dzikir dan Syahadat di padang Arafat. Rasakan diri anda berada di padang Masyar asli.

Wukuf di Arafah terletak 50km dari Kota Mekkah. Tempatnya berpasir, gersang, dan berbatu- batu terjal. Memiliki luas 3,5×3,5km sudah memiliki fasilitas dari pemerintahan Saudi. Sudah tidak lagi panas karena ada tiang- tiang air tinggi, yang menyemburkan air agar tidak panas.

Waktu dari terbitnya fajar sampai tergelincir dari 9 Dzulhijah sampai 10 Dzulhijah. Walaupun sakit harus menghadari Ibadah ini. Sifatnya wajib dan mengikat atau mengulang tahun depan. Jika dilihat dari pengertian Wukuf maka Jamaah Haji hanya cukup hadir.

Anda bisa duduk, tiduran, berjalan, makan dan minum, dan boleh ke kamar kecil. Disini anda sama semua dihadapan Allah.

Kesalahan yang mungkin terjadi adalah ketidak tahuan. Dimanakah batas antara Mina dan Arafah, alhasil Jamaah terkadang berhenti di titik tidak tepat. Mereka masih dihitung di Mina sementara langsung melanjutkan ke Muzdhalifa.

Kesalahan Wakuf di Arafah lainnya karena berdesakan membuat enggan. Tidak jarang Jamaah berhenti menyudahi Ibadah ketika matahari baru akan tenggelam. Padahal hukumnya harus berdiam diri hingga matahari terbenam sempurna.

Kebijakan- Kebijakan dalam Wukuf di Arafah

1. Hari- hari pilihan Allah

Hari Arafah merupakah hari pilihan dan kesukaan Allah. Pada hari tersebut semua Umat Islam berkumpul. Mereka akan banyak berdizikir untuk Allah Ta’ala. Tanpa membedakan apapun mereka bersama bersatu dalam tujuan mulia.

Ini merupakan satu dari perwujudan kepatuhan tertinggi. Disini anda berjuang demi Allah tanpa peduli keadaan fisik.

2. Puasa pada Hari Arafah

Puasa Arafah merupakan kemulian yang diberikan Allah. Hari itu merupakan pengampunan atas segala dosa. Kita juga akan dibebaskan dari panasnya api neraka.

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

3. Jamaah Haji Dilarang Berpuasa

Jika anda tengah berhaji maka dilarang berpuasa di Arafah. Ini sesuai dengan Hadist disampaikan oleh Abu Hurairah.

Abu Hurairah berkata “Rasulullah melarang berpuasa di hari Arafah ketika di Arafah” Sunan Ibn Majah Vol.1, Buku 7, Hadist 1732.

4. Merupakan hari Idul Adha di Sini

Hari itu merupakan hari raya Idul Fitri. Sesuai dengan yang disampaikan Uqbah bin Amir.

Rasulullah berkata “Hari Arafah, Hari Nahr, dan hari Tasriq adalah Eid bagi kita. Orang Islam dan mereka makan dan minum.” HR. Tirmidzi 773

5. Merupakan Hari Terbaik dan Terkabul Doa

Jika anda berpikir bahwa hanya mereka yang berhaji terkabul. Maka anda salah karena semua doa terkabul. Bagi semua Umat Islam hari tersebut merupakan hari terbaik berdoa. Jadi kita harus memanfaatkan hal tersebut meskipun kita tidak berhaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *