Fatwa Ulama Tentang Pertanyaan Haji dan Umroh

tampilan masjidil haram

Pertanyaan apa boleh melempar Jumroh diwakili?

Pertanyaan umum disampaikan orang. Tentang apakah proses Jumroh dapat diwakili. Menurut tata cara sendiri ibadah Haji bisa diwakili. Maka proses melempar Jumroh juga diwakili. Tapi pertanyaan lebih mendalam apakah jika kita berhalangan.

Menurut fatwa Ulama Saudi, bahwa melempar Jumroh bisa diwakili jika memenuhi syarat. Disini Muslim yang meminta diwakili harus tidak mampu. Fatwa ini untuk mereka yang lemah secara fisik, memiliki disabilitas, atau jatuh sakit keras ketika ibadah baik Haji maupun Umroh.

Syarat lain ialah penuh sesak ketika melempar Jumroh. Jika memungkinkan tentu lebih afdol jika anda sendiri. Jika keadaan masih dimungkinkan melempar Jumroh. Fatwa Ulama wajib anda datang melempar Jumroh sendiri. Anda juga harus berada di tempat ketika diwakili melempar Jumroh.

Pertanyaaan apa hukum mengunjungi Gua Hira dan tempat sejarah lain?

Fatwa datang ke Gua Hira bukan merupakan syarat Haji. Bukan pula kewajiban bagi Umat Islam mengunjungi. Fatwa Ulama mengingatkan, perbuatan itu bisa mengandung syirik. Oleh karena itu jangan memaksakan diri naik.

Jangan mengadakan sesuatu untuk naik ke Gua Hira. Tidak ada contoh melakukan hal tersebut, dari Nabi Muhammad, sampai jaman Khalifah tidak ada. Fatwa Ulama ini bukan bagian ibadah. Ada baiknya anda fokus menyelesaikan ibadah Haji dulu.

Hukum datang ke Gua Hira menurut Fatwa Ulama, maupun tempat bersejarah bukan bagian ibadah/

Pertanyaan apakah Shalat di masjid lain selain Masjidil Haram sama pahalanya?

Fatwa Ulama banyak selisih tentang pertanyaan ini. Jawaban paling kuat bahwa tentu berbeda. Pelipat gandaan berlaku hanya di Masjidil Haram. Ini sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam sendiri.

“Shalat di masjidku lebih utama 1000 kali daripada shalat di masjid yang lain kecuali di Masjid kota Mekkah” (HR. Muslim)

Perbandingan antara masji di Mekkah dan diluar pasti jelas. Ibadah Sholat yang dilakukan di Kota Mekkah berpahala besar, dibanding di Jeddah contohnya. Tetapi tidak sama dibanding Sholat di Masjidil Haram. Fatwa Ulama meyakini Masjidil Haram menunjuk kepada tempat, yaitu Ka’bah tidak umum Mekkah.

Kawasan Masjidil Haram sudah ada hitungan. Diluar sana, tentu pahalanya tidak akan lebih besar dibanding kawasan Masjidil Haram. Lain cerita jika sudah penuh orang sampai ke pinggiran Masjidil Haram. Maka fatwa Ulama pahalan anda beribadah diluar Masjidil Haram sama.

Karena niat anda ibadah ke Masjidil Haram. Lantas bagaimana jika anda dalam perjalanan. Jika anda punya kesempatan ibadah di masjid lain, masih di Mekkah. Maka anda hanya akan melakukan perjalanan jauh ke Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Aqsa.

Maka anda beribadahlah di Masjidil Haram. Yang terpenting usaha dan niat anda. Jangan beribadah di Hotel, datanglah ke Masjidil Haram meskipun ibadah di luar. InshaAllah anda akan mendapatkan pahala besar layaknya Sholat di dalam Masjidil Haram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *