Sandal Rasulullah Dicuri dari Masjid Agung Pakistan

sandal rasulullah dicuri

Berita sandal Rasulullah dicuri dari Masjid Pakistan sudah lama. Yakni pada 30 Juli 2002, dilansir dari halaman Lifeinsaudiarabia.net, diceritakan bahwa pristiwa tersebut bisa dibilang aneh. Pasalnya hampir tidak ada yang mengetahui keberadaan sandal tersebut.

Pristiwa terjadi di Langor, Pakistan, dimana pencuri tersebut mampu melewati penjagaan. Ketatnya penjagaan pasukan di Masjid Badshahi. Nyatanya tidak mampu menahan pencuri mencuri sandal disitu. Masjid ini sendiri didirikan pada 1673 pada era Mughal.

Sandal Rasulullah adalah aset negara yang tidak mungkin diganti. Merupakan barang yang tersembunyi dari sorotan. Hingga mulai dipamerkan untuk kepentingan umum. Padahal Pemerintah Pakistan bergitu menyembunyikan fakta ini.

Tidak mampu mengembalikan juga melindungi barang milik Rasulullah. Pristiwa ini sudah terjadi 12 tahunan tidak kunjung titik temu.

Pencuri Sandal Rasulullah Masih di Pakistan

Sudah 16 tahun pencarian tanpa titik temu siapa pelaku. Disisi lain pemerintah Pakistan juga nampak tidak peduli. Hingga 2018 Kepala Keadilan Pakistan, Saqib Nisar, mulai menunjuka kepedulian. Dia merasa sangat terganggu semenjak menjabat karena misteri ini.

Terjadi 16 tahun silam dan belum dapat dipecahkan. Bagaimana bisa seorang pencuri mencuri di Masjid Agung Pakistan. Pihak hukum juga tidak mampu mengembalikan sandal yang dicuri tersebut.

Dia menyadari bahwa lemahnya kekuatan Pakistan menangani. Pencuri berhasil mencuri barang milik Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Sallam. Negara ini harus mengembalikan sandal tersebut kembali. Untuk itulah Pakistan tidak lagi malu meminta bantuan investigasi bersama.

Gabungan inteligen Pakistan Inter Service Intelligance (ISI), intel militer, dan kepolisian Pakistan. Bagaimana seseorang mencuri aset negara tanpa mampu ditangkap. Anehnya tidak ada satupun petunjuk dimana atau bagaimana pencuri ini beraksi.

Bagi informan yang tau akan dihadiahi $15.000 untuk informasi. Ingat infonya harus valid sehingga akan membantu polisi menangkap. Pendapat masyarakat umum mengatakan ada persekongkolan. Pihak otoritas mungkin menjadi bagian dari pencurian tersebut.

Pencurian barang antik sudah biasa terjadi di Pakistan. Banyak barang antik akan berakhir di pasar gelap dibeli orang. Ambil contoh kasus lain, Desember 1981, 81 barang dari museum Taxila hilang dicuri. Atau barang- barang antik dari situs arkeologi di Islamabad pada tahun lalu.

Sumber: alarabiya.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *