Fakta Menarik Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi

masjid agung abu dhabi

Berikut fakta Masjid Agung Sheikh Zayed, tempat wisata wajib dikunjungi ketika di Abu Dhabi. Dari arsitektur luasnya saja sudah indah mangajak kita masuk. Apa kelebihan tempat ini hingga dikatakan wajib dikunjungi ketika traveling ke Abu Dhabi.

Dibangun dengan teknik tinggi dalam bidang kesenian. Arsitektur luar tampak indah berwarna putih bersih. Konstruksi Masjid Agung Sheikh Zayed dimulai sejak 1996. Pembangunan belum selesai sampai tahun 2006 silam.

Tempat wisata terkenal yang dikerjakan oleh 3000 pekerja konstruksi. Masjid berbahan alami, batu- batu granit, emas, kristal, dan batu indah lainnya. Jika nampak dari luar maka terlihat tidak menonjol, bahkan orang akan melihat bahwa kesannya sederhana.

Masjid Agung Sheikh Zayed menjadi yang terbesar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ukurannya 960 x 1380 atau mencakup 3 hektar luas tanah. Memiliki 96 pilar granit yang indah halus seperti klereng. Itu kesemuanya dibubuhi batu- batu dari mutiara indah.

Hal yang paling menarik adanya karpet terpanjang buatan tangan. Besanya bahkan terbesar di dunia, dengan ukuran 67.570 dan beratnya sampai 35 ton. Masjid Sheikh Zayed sekitar 12000 benang karpet dirajut.

Dibuat selama dua tahun, dimana bahan bakunya benang wool dari Iran dan New Zeland. Masjid ini memiliki penyangga lilin, dibuat dari bahan batu kristal Swarovski. Satu yang terbesar diameter luasnya 33 meter dan tingginya 49 meter.

Wisata di Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi

Ketika bulan Ramadhan tiba maka bulan tampak memperindah. Dimana Masjid Agung Sheikh Zayed, Au Dhabi, akan nampak berwarna biru tua. Awan diatas langit nampak berjalan melewati kubah, menara, dan pelataran putih Indah.

Indah lampu didalam Masjid menambah kontras. Warna kuning keemasan di dalam, kontras dengan warna biru tampak disisi Masjid. Mempekerjakan tidak hanya ahli konstruksi, arsitektur, tetapi bahkan artis dibidang seni tata lampu.

Kemampuan cat dinding Masjid merubah warna bukan asal. Ada ilmuan yang mengerjakan bagian ini sehingga indah. Bagaimana permukaan Masjid merefleksikan warna bulan ke permukaan. Ketika bulan penuh akan memantulkan warna biru cerah nan Indah.

Warnanya bisa berubah antara biru dan putih, tergantung pantulan bulan penuh yang mungkin tertutup awan. Dibutuhkan percobaan lama menggunakan sistem komputer. Waktu dibutuhkan dari 2005- 2007, bagaimana kulit dinding Masjid bisa memancarkan.

Teknik ini biasanya digunakan dalam pertunjukan opera. Namun dalam teatrikal dibutuhkan efek lampu khusus bukan cahaya bulan. Maka pekerja mulai membuat bahan bangunan yang mampu. Bagaimana mentranslate konsep cahaya teater dalam bahan bangunan.

Konsep ini sudah pernah dipakai di sebuah gedung Las Vegas. Kita menyebutnya pencahayaan archtainment. Konsepnya dipadukan dalam menara granit, dimana da 22 menara lampu yang tingginya sampai 22 meter, dan bahan baku khusus disatukan dipermukaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *