Muslim India Menyumbang Al Quran Terbesar ke Mekkah

muslim menyumbang al quran

Awal mula Al Quran disampaikan terucap oleh Nabi Muhammad. Melalui Malaikat Jibril, Allah Subhanallahu Wa Taala menyampaikan Firman lisan. Kini, seorang Muslim India menyumbangkan Al Quran terbesar ke Mekkah, lantas bagaimana kisahnya.

Bukan tertulis seperti apa kita dapatkan sekarang. Pembukuan Al Quran dimulai sejak pemerintahan Khalifah Abu Bakar. Selesai pada zaman kepemimpinan Khalifah Usman bin Afan. Finalisasi tertulis hingga menjadi standarisasi penulisan.

Semuanya berdasarkan ingatan dan juga catatan para Sahabat sendiri. Beberapa Ayat ditulis diatas sejenis kertas, batu, pelapah pohon kurma, atau menggunakan kulit unta. Al Quran kebanyakan merupakan hasil ingatan para Sahabat.

Sayangnya ketika prsitiwa perang- perang besar Umat Islam, banyak penghafal gugur. Inilah alasan pula mendukung perintah Khalifah Abu Bakar. Proses pengumpulan memang memakan waktu lama untuk verifikasi.

Sekarang kita sudah memiliki standar yang bertahan hingga sekarang. Dan Insya Allah akan bertahan hingga hari akhir itu tiba.

Kisah Muslim India Menyumbangkan Al Quran Terbesar ke Mekkah

Ini kisah seorang ahli teknisi bernama Mammed Chatholiparambli. Dia dulu bekerja sebagai pegawai perusahaan telekomunikasi negara. Kemudian dia bekerja di perusahaan Bharat Sanchar Nigam Limited (BSNL) dan memilih pensiun.

Dia memiliki impian pribadi yakni menulis Al Quran. Ingin rasanya menulis semua Ayat sendirian di atas kertas. Hingga Muslim India ini mampu menyumbangkan Al Quran terbesar. Mimpinya membutuhkan waktu sampai enam tahun untuk selesai.

Uniknya dia membuat sendiri berukuran besar sekali. Bahkan berencana mencatatkan di Guinness Book of World Records.

Dia ingin sekali menulis Al Quran sejak masa kecil. Menurut Saudi Gazette pria ini sudah hampir separuh umurnya menyelesaikan. Kelahiran Perinthalmanna di daerah Malappuram, kawasan Selatan India di negara bagian Kerala.

Begitu selesai menulis semua dia merasa sangat senang sekali. Dia menulis semua sendirian setiap Ayat dengan tangan. Begitu selesai tidaklah langsung selesai karena butuh dicek kembali. Melalui berbagai perbaikan karena memang dia bukanlah ahli.

Kesalahan dan percobaan dijalaninya tanpa lelah demi kesempuranaan. Tidak boleh ada kesalahan sekalipun dalam 604 halaman ini. Dia mendapatkan contoh manuskrip zaman Khalifah Usman. Didapatnya dari Madinah dan ditulis kembali persis.

Dia ingat semua berkat kunjungan Haji nya di Madinah dulu. Panjangnya 94,5 cm, lebarnya 62 cm, dan ketebalan 6,5 cm. Dikerjakan sejak Januari 2013 menggunakan pulpen kaligrafi. Dia menggunakan pulpen kaligrafi The Rocco yang beratnya 38kg yang butuh usaha.

Namun dia meyakini ini tidak ada apa- apanya dibandi Rasulullah. Yang mana butuh 23 tahun untuk melengkapi satu Al Quran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *