Pengertian Thawaf Ifadah Kumpulan Pertanyaan Haji

pengertian thawaf ifadah

Apa pengertian Thawaf Ifadah adalah Rukun Ibadah Haji. Satu rukun yang harus dilakukan tidak boleh ditinggalkan. Merupakah syarat Sah Haji yang disebut Thawaf Ziyaroh atau Fardh. Atau biasa disebut Thawaf Rukn karena memang merupakan Rukun Haji.

Menurut Sunah Rasulullah merupakan rangkain terakhir. Dilakukan setelah anda melakukan sembelih dan Tahallul. Adapun cara Ibadah Haji lain diperbolehkan diawalkan. Namun pada dasarnya harus melakukan Wakuf di Arafah dahulu.

Hadist wajib Thawaf Ifadah ialah

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Shofiyyah binti Huyai -istri Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah mengalami haidh. Maka aku menyebutkan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkata, “Apakah berarti ia akan menahan kita?” Mereka berkata, “Dia sudah melakukan thawaf ifadhah.” Beliau bersabda, “Kalau begitu dia tidak menahan kita“. (HR. Bukhari no. 1757 dan Muslim no. 1211).

Syarat dan Waktu Thawaf Ifadah

  1. Syarat Thawaf Ifadah harus melakukan Ihram dahulu.
  2. Thawaf dilaksanakan sesudah Wukuf. Jika melakukan Thawaf Ifadah sebelum Wukuf, maka harus diulang berdasarkan Ijma Ulama.
  3. Thawaf Ifadah dilakukan ketika tengah malam Hari Raya Idul Adha. Selepas Wukuf di Arafah pada 10 Dzulhijah, ini berdasarkan Mazhab Safi’i dan Hambali.

Waktu pelaksanaan tidak dibatasi perlu dicatat. Namun lebih afdol jika dilakukan pada 10 Dzulhijah. Menurut Imam Abu Hanafi, bila dilakukan setelah hari Tasriq, maka tidak apa- apa dilakukan namun ditambah Dam.

Sifatnya Rukun Wajib Haji, maka Thawaf Ifidah tidak boleh digantikan, kalaupun tertinggal maka harus dilakukan atau diulangi jika caranya salah.

Sama dengan Thawaf lain dilakukan tujuh kali putaran. Diwajibkan bagi mereka yang mampu berjalan kaki. Menurut Sunahnya melakukan jalan cepat dan memperpendek langkah. Berpakian Ihram Idh Ihibaa atau membuka pundak kanan, barlaku bagi mereka yang melakukan Sa’i setelah itu atau Sunah.

Bolehkan Thawaf Ifadah Didahulukan Sebelum Wakuf atau Jumroh

Diperbolehkan mendahulukan melempar Jumroh. Karena memang prosesi Haji yaitu Thawaf Ifadah sifatnya akhir. Namun jika melakukan Wukuf sesudah Ifadah tidak diperbolehkan. Bagaimana jika mendahulukan Ifadah baru melakukan Jumroh.

Jawabannya boleh bahkan Sa’i didahulukan sebelum Jumroh. Tidak boleh mendahulukan Wukuf atau malam Idul Adha. Namun jika Jamaah Haji bertolak dari Arafah dan singgah di Muzdalifah. Jika posisinya sudah tengah malam Idul Adha, maka boleh Thawaf dan Sa’i diparuh kedua malam Idul Adha.

Boleh Thawaf Ifadah pada Idul Adha sebelum melontar Jumroh. Sesuai Hadist yang disebutkan dibawah ini:

“Artinya : Seseorang bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata : ‘Saya thawaf ifadhah sebelum melontar ?’ Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda  “Tidak mengapa,” Hadits Riwayat Darimi dan Ibnu Hibban

Jika Jamaah Haji meninggalkan Muzdalifa pada hari Idul Adha. Atau pada malam hari Idul Adha seperti kaum wanita, maka boleh memulai Thawaf dahulu, jika tidak haid sebelum Thawaf Ifadah. Begitu pula bagi laki- laki lemah untuk Thawaf dulu baru Jumroh tidak apa.

Namun bila mau mendahulukan Thawaf sebelum mencukur, dan menyembelih kurban. Maka atasnya itu diperbolehkan sesuai jawaban Rasulullah. Diperbolehkan juga untuk menggabungkan dengan Thawaf Wada. Atau memutuskan memisahkan Wada karena takut berdesakan.

1 thought on “Pengertian Thawaf Ifadah Kumpulan Pertanyaan Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *