Sejarah Bukit Rahmah Dimana Tempat Nabi Adam Diturunkan

sejarah jabal rahmah

Bukit Rahmah dimana tempat Nabi Adam diturunkan. Salah satu tempat favorit dikunjungi Jamaah Haji ketika berhaji. Tempat dimana dipercaya doa akan terkabulkan disini. Jamaah Haji pasti menyempatkan diri mengunjungi Jabal Rahmah.

Banyak doa dipanjatkan disini, ada yang meminta jodoh, memiliki keturunan, atau dikaruniai anak Sholeh. Ini erat kaitannya dengan turun Nabi Adam dan Siti Hawa. Tempat ini tidak sepi oleh Jamaah Haji, anda pun pasti menyempatkan diri mengunjungi tempat ini.

Tempat ini juga dijadikan pusat wisata, maka banyak pedagang souvenir anda akan temui disini. Mereka menjual kopiah, cincin, sorban, dan lain- lain. Kebanyakan pedagang merupakan pendatang asal Afrika. Anda bisa membagikan sedikit rejeki lewat pedagang kulit hitam asal Afrika ini.

Sejarah bukit Rahmah adalah kisah tentang diturunkannya Nabi Adam. Di Jabal Rahmah doa Nabi Adam dipanjatkan memohon pengampunan.

Tempat ini dimana anda bisa berwisata menaiki unta gurun pasir. Jamaah Haji akan ditawari onta oleh para pemilik untuk berkeliling. Anda bisa mengabadikan keadaan sekitar lewat lensa kamera. Tarif diminta 5 sampai 10 real, tentu tergantung anda bisa menawar atau tidak.

Sejarah Bukit Rahmah atau Jabal Rahmah

Sesuai namanya inilah bukit dimana Nabi Adam dan Hawa bertemu. Berdua diturunkan karena melanggar aturan memakan buah khuldi. Menurut cerita Nabi Adam diturunkan di India, sedangkan Hawa diturunkan di Irak.

Setelah ratusan tahun keduanya dipertemukan disini. Di Jabal Rahmah, dimana setelah ratusan tahun dan Nabi Adam memanjatkan doa memohon ampun, yang diabadikan di Surah Al A’raaf:

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. Al Quran Surah Al A’raaf Ayat 23

Cerita tersebut diabadikan melalui sebuah tugu batu. Kebanyakan Jamaah Haji akan datang dan berupaya keras menyentuh. Tetapi harus diingat bahwa ini bukanlah syarat sah berhaji. Baiknya anda tidak memaksakan diri untuk naik ke bukit, yang tingginya mencapai 15 meter ini.

Tugu batu tersebut menjulang lebar 1,8 meter dan tinggi 8 meter. Pemerintah memang memberikan kemudahan bagi Jamaah Haji. Infrastruktur setinggi 168 meter disediakan menuju puncak.

Sebagai monumen cinta keduanya di Padang Arafah, dan menjadi saksi bahwa manusia merupakan tempatnya lupa. Pertemuan Nabi Adam dan Hawa kemudian melanjutkan hidup mereka. Dari sinilah ketika Allah mengampuni mereka, maka lahirlah anak- cucu Adam hingga sekarang.

Pemerintah Saudi membangun tugu monumen diatas bukit. Mempermudah bagi orang untuk melihat tempat ini. Tugu dicat putih diatas dan warna hitam dibawahnya. Sayangnya pada bagian putih sudah banyak dicoret- coret oleh Jamaah Haji.

Dari sini anda akan melihat keindahan padang Arafah terbentang. Sebagai tambahan disini Jabal Rahmah, merupakan tempat Wahyu terkahir diturunkan. Diturunkan ketika Nabi Muhammad melalukan Thawaf, yakni Surah Al Maidah Ayat 3, dan resmilah sempurna Agama Allah disini.

Tempat ini menjadi saksi perpisahan Nabi kepada para Sahabat. Melalui Haji Wada sudah menjadi pertanda bahwa umur Beliau sudah akan berakhir.

Jika anda berkunjung kesini, maka sisihkan sedikit rejeki dengan berbelanja souvenir. Mereka penjual menawarkan harga murah. Soal bahasa penjual asal Afrika ini menguasai bahasa Indonesia sederhana. Jangan lewatkan mengabadikan tempat dimana Nabi Adam dan Hawa bersatu kembali ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *