Mengunjungi Masjid Umar bin Khattab di Saudi

masjid umar bin khattab saudi

Jika anda traveling ke Kota Sakaka, Arab Saudi. Anda bisa mengunjungi Masjid Umar bin Khattab di Saudi. Benar nama ini suguh tersemat nama di sebuah Masjid. Terletak di sekitaran Bandara Jouf, yang tinggal mengikuti jalan dan bertemulah.

Disini memang penuh pasir tetapi kontras terdapat tanaman hijau. Eksotisme traveling akan dirasakan khas Arab Saudi. Sesampai di Sakaka, menuju jalan ke kota Domat Al Jandal, adanya Masjid ini cukup ditemani seorang tour guide lokal.

Dia akan membantu anda menemukan tempat ini. Mengunjungi Masjid Umar bin Khattab di Saudi, anda tidak akan menemukan Masjid modern. Sebuah peninggalan sejarah yang benar masih utuh seperti semula.

Kisah Masjid Umar bin Khattab

Bentuknya bangunan kuno terbuat dari bahan tanah liat coklat. Sangat tersamar dengan bebatuan di sekitar dan coklatnya gurun pasir. Bentuk menara unik menjulang mempertegas bahwa itulah bangunan kita cari.

Traveling disini anda akan menemukan sensasi karena asri. Tempat ini memang masih seperti jaman dulu terjaga dibanding kota besar Saudi. Cerita dibalik Masjid ini katanya diperintahkan langsung oleh Khalifah. Waktu itu Khalifah Umar barulah pulang dari Bait Al Maqdis, di Jarusalem, Pelastina.

Diperintahkan langsung pada tahun 13000 tahun lalu. Merupakan satu warisan budaya arsitektur, dan menjadi saksi sejarah. Terbuat dari bahas tanah liat disekitarnya pun terdapat bangunan. Ini seperti sebuah desa kecil yang tidak berpenghuni.

Masjid yang merupakan salah satu tertua dan bertahan. Struktur bangunan masih utuh dindingnya halus dibanding sekeliling. Mengunjungi Masjid Umar bin Khattab di Saudi masih terlihat jelas. Anda pasti bisa membedakan mana yang masjidnya.

Khalifah Khalid bin Walid RA, ketika melakukan ekspedisi untuk mengislamkan Duma. Pada ekspedisi ketiganya Beliau membawa 420 perajurit bersama ke Duma. Disinilah menjadi tempat singgah hingga terjadi pembangunan lagi.

Sisi paling utara merupakan bangunan asli sesuai perintah Khalifah Umar. Sisi selatan merupakan tambahan untuk kepentingan ekspedisi kala itu. Sejak konstruksi bahkan keduanya memang tidak terdapat pintu spesifik.

Awalnya merupakan bebatuan saja yang disusun. Dengan bantuan liat direkatkan dan atapnya terbuat dari pelepah. Nah, pada saat Khalifah Khalid, barulah lengkap Masjid Umar bin Khattab nampak lebih baik, dan masih ada kayu dan atap daun penunjang.

Hanya jika anda mendatangi bagian konstruksi asli. Sementara disisi lain sudah nampak lebih tegas. Untuk dibagian asli, anda akan melihat satu pintu kayu saja. Pintu ini merupakan bagian dari konstruksi kedua. Sisanya masih seperti aslinya sangat historis dibanding Masjid lain di Arab Saudi.

Untuk desain sendiri dibuat sama tanpa perubahan. Tidak ada tambahan ornamen apa, hanya ada dinding coklat halus dan berbatu. Wilayah Domat Al Jandal masih banyak area historis lain untuk traveling. Paling menarik adalah mengunjungi Masjid Umar bin Khattab di Saudi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *