Alkisah Uang Koin dan Hikmah Pemilik Dunia

kisah uang kuno

Ini hanyalah alkisah uang koin dan hikmah pemilik dunia. Terkadang kita sadar tetapi lupa mengikhlaskan semua. Bahwasanya pemilik dunia hanya memberikan pinjam. Ingatlah ujung rambut hingga kaki adalah milik Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Orang Islam menyadari bahwa semua hanya milik Allah SWT. Namun mengeluarkan infaq dan menunaikan zakat bukan perkara mudah. Kami bertanya kembali siapakah pemilik dunia ini?

Sesungguhnya manusia tidak memiliki apapun kecuali titipan. Seperti Firman Allah yang disampaikan tentang diri kita, bahwasanya.

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)

Rasa kecewa kehilangan sesuatu hanyalah tipuan belaka. Karena tiada perniagaan terbaik kecuali menginfakan di jalan Nya. Tiada rejeki berhenti jika kita memenuhi perintah zakat Nya. Allah Maha Mengetahui yang mana hambanya merasa dititipi atau tidak.

Alkisah Uang Koin dan Hikmah

Alkisah seorang pria baru keluar dari pekarangan rumahnya. Jalannya tidak tentu arah, setengah linglung dan beraut masam, apakah yang terjadi kepada pria tersebut. Ternyata dia tengah mendapati permasalahan finasial berat.

Sudah beberapa bulan dia tidak bekerja lagi. Cukup lama tidak mampu menafkahi keluarga. Alhasil keluarganya kacau hanya menambah pusing hidup. Marah dan kesal menyelimuti pikiran keluarga tersebut. Semantara sang pria linglung tidak punya penghasilan apapun.

Disisi lain, para tentangga hidup senang dan mewah, nampak mobil pribadi, kendaran bermotor, dan segala tetek bengek duniawi. Sesaat dia memandang ke arah mereka tanpa ekspresi. Bagaiman cara saya memenuhi makan keluarga saya sekarang.

Bukan untuk berhidup mewah- mewahan. Hanya ingin memiliki pekerjaan menghasilkan uang. Dia cuma berpikir bagaimana besok bisa makan. Anak- anak sudah lama tidak makan enak. Istirinya sudah lama tidak dibelikan pakaian baru, dan kerajaanya cuma marah- marah saja.

Tidak mampu membeli apapun walaupun sebutir beras. Tidak bisa hidup layak. Pria tersebut menjerit berontak menyalahkan hidup. Ia tidak kuat hidup dalam kondisi begini. Putus asa sudah tidak yakin adakah namanya keberuntungan dalam hidup.

Ia tidak yakin akan mendapatkan pekerjaan. Ketika dia menyusuri jalanan berpasir, kakinya terhantuk menyandung sesuatu. Penasaran dia membungkuk mencari tau apakah itu.

“Uh, hanya sebuah koin kuno yang penyok- penyok,” ia baru sadar.

Kecewa karena ternyata hanya koin kuno. Sudah lagi penyok- penyok apakah masih memiliki nilai. Saking putus asanya dia membawa itu ke Bank.

“Sebaiknya bapak ke kolektor koin kuno,” ucap teller.

Pria tersebut kemudian melangkah mengikuti arus. Jujur dia tidak memiliki pikiran apapun. Hanya keputus asaan yang membawanya ke sana.

Alkisah Uang Koin Kuno Tanpa Pemilik

Ternyata sang kolektor menyukai uang tersebut. Dia menghargai $30 untuk semua koin penyok. Sanangnya orang itu langsung ingin membelanjakan uang. Ada sebuah toko perkakas dijual beberapa kayu lembaran.

Ide muncul kenapa tidak membelikan istrinya untuk dibuat lemari. Nanti dipakai menyimpan toples dan perkakas dapur. Dalam perjalanannya dia melihat sebuah bengkel mebel. Tampak seorang tukang tengah mengolah kayu menjadi mebel.

Dia terlihat terampil dan hasilnya bagus- bagus. Sang tukang kayu melihat bawaan pria pengangguran tersebut. Kayu- kayu indah, nampak kuat, dan harganya pastilah mahal. Dia langsung menawarkan membeli $100 kepada sang pria.

Pria pengangguran tersebut sempat ragu- ragu. Namun tukang kayu meyakinkan pria tersebut kembali. Selain membeli tukang kayu bahkan menawarkan furnitur gratis. Ambil pilih mebel yang disukai agar dibawa pulang ke rumah.

Mata pria itu menemukan satu lemari yang pasti disukai istri. Dia rela melepaskan kayu dan membawa sebuah lemari. Dia meminjam gerobak agar bisa membawa pulang lemari. Eh, di tengah perjalanannya yang melelahkan, bertemulah dengan wanita yang tengah mendekorasi.

Wanita itu melihat sang pria membawa lemari dengan gerobak. Si wanita senang dengan lemari tersebut dan memintanya berhenti. Dia menawari uang $200 kepada pria pengangguran tersebut. Karena nampak keraguan, maka wanita tersebut menambahkan jadi $250.

Begitu sampai di depan rumahnya, dirogohnya saku dan menemukan uang $350. Begitu mengeluarkan uang ternyata ada perampok menghadang. Dia merampas uang dan kabur meninggalkan pria tersebut sendirian.

Sang istri berlari keluar bertanya, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?” Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Kisah ini merupakan adaptasi dari kisah The Healing Story karya GW Burns.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *