Tips Penipuan Haji Kehilangan Uang Ketika di Mekkah

info petugas haji

Kita jarang mendengar kasus kehilangan uang ketika di Mekkah. Tapi bukan hal tidak mungkin loh. Berikut tips penipuan Haji yang sering terjadi. Diambil dari informasi Jamaah sendiri dan berbagai sumber. Mungkin anda juga bisa membaca artikel kami sebelumnya.

Tips penipuan Haji, pertama anda harus ketahui adalah siapa korbannya. Kebanyakan mereka yang lanjut usia dan wanita. Kenapa wanita karena mereka yang sering memakai perhiasan. Terlalu mencolok sudah pasti akan menjadi sasaran.

Alkisah tentang Jamaah yang ditodong orang di Mekkah. Tahun 2006/2007 ada Jamaah yang ditinggal karena haid. Dia ditinggal sendirian di pemondokan. Kemudian didatangi orang, disekap dan diperkosa, berita seperti ini akan sulit diketemukan di media mainstream.

Yang sering terjadi pelaku menyamar sebagai supir taksi. Dia membawa wanita yang sendiri memakai taksi. Bisa ditebak wanita tersebut sulit, bahkan tidak akan ditemukan keberadaanya. Sasaran mereka perhiasan dan smartphone.

Tempat- Tempat Rawan Kehilangan Uang di Mekkah

Dari semua kasus pencopetan mungkin lebih umum. Karena resiko lebih kecil dan mudah dijalankan. Umumnya terjadi ketika Jamaah berkumpul berdesakan. Ambil contoh pelataran Thawaf, disini rawan kehilangan uang, jadi pastikan anda mengikuti tips menyimpan uang.

Tas terkadang tidak akan membantu anda. Mereka bisa merobek tas dengan pisau ketika berdesakan. Adapula mereka melakukan pemerasan ketika memberi jasa Thawaf dan Sa’i.

Anda juga harus waspada ketika akan Tahallul. Ketika dipintu Sa’i, tempatnya sempit hingga mungkin berdesakan. Di Jamarat Mina kasus terjadi kebanyakan pencopetan. Di tempat perbelanjaan, anda mungkin sudah diintai dan pelaku bisa lebih dari satu.

Lift di pemondokan sering terjadi pelecehan seksual. Saran baiknya anda menyimpan identitas diri. Jauhilah tempat sepi hingga berprilaku awas ketika sendirian. Terutama di pemondokan baiknya jangan sendirian.

Ingat ketika naik angkutan umum harus bersama rombongan. Mengendarai taksi jangan sendirian, paling tidak dua orang. Tanyakan langsung berapa ongkos ke Masjidil Haram. Ongkos umumnya membayar 1 riyal atau paling banyak 2 riyal.

Kalau naik kendaraan umum dahulukan laki- laki. Jika mau turun maka perempuan didahulukan dulu. Agar terhindar dari Jamaah perempuan dibawa lari. Kalau mau ke Masjidil Haram jangan membawa banyak uang, cukup membawa 10 riyal saja.

Kalau ada orang menawarkan barang tolak halus. Jangan memberi celah untuk ngotot menawarkan barang. Ingat jangan tinggalkan perempuan sendiri di pondokan. Ketika meninggalkan kamar, cabut listrik, simpan uang di koper besar, dan kuncilah ketika keluar pemondokan.

Tips Penipuan Haji Lengkap

Modus dilakukan seperti menjambret dengan pisau. Atau bisa mereka mencopet dengan merobek tas. Modus lain seperti menawarkan jasa kepada Jamaah. Kadang mereka akan memaksa dan mematok harga sanga tinggi.

Mereka juga bisa saja menyamar menjadi pedagang. Mereka menjual barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Mereka tidak jarang memakai pakaian batik. Logat bahasa Indonesia mereka juga baik; Anda mungkin akan terpengaruh dan percaya.

Atau mereka akan menyamar menjadi Jamaah Haji kesusahan. Pura- pura kehilangan uang atau tersesat di tempat itu. Pastikan jangan mengikuti pola mereka. Namun, bisa saja, orang yang kehilangan uang atau tersesat benar Jamaah.

Mintalah bantuan ketika tersesat, jangan ragu walaupun harus memakai bahasa Isyarat. Petugas keamanan kebanyakan tidak fasih Inggris. Ada baiknya mencari petugas dari Indonesia sendiri. Mereka bisa berupa relawan atau dari Kementrian terkait.

Tapi ingat mereka juga bisa menjadi petugas kemaanan. Maka perhatikan identitas petugas dahulu. Gampangnya petugas asal Indonesia memiliki seragam, ambil contoh dari Departemen Agama Ri, berpakaian kemeja biru muda dan celana biru tua.

Ada rompi yang didepanya berbendera Indonesia, dan bagian belakang bertuliskan “Petugas Haji Indonesia”. Atau anda bisa meminta tolong kepada polisi Arab Saudi. Perhatikan tenda- tenda petugas, carilah rombongan petugas yang berjaga, jangan cuma seorangan saja.

Petugas polisi Arab Saudi mungkin minim Bahasa Inggris. Walaupun anda tidak bisa berbahasa Arab, jangan takut mencoba. Tunjukan tanda pengenal anda termasuk dimana pemondokan. Anda juga bisa meminta tolong Jamaah Haji Indonesia lainnya.

Untuk petugas Masjidil Haram sendiri berbeda dari polisi Arab. Mereka memakai jubah putih dan memakai kafeyah. Tapi petusa ini sukar dikenali karena memang busana menyamar. Anda mungkin akan ragus mendekati, atau mengira mereka Jamaah Haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *