Asal Usul Kurma Nabi Ajwa Kisah Salman the Persian

sejarah kurma ajwa

Dikenal sebagai makanan Sunnah baik bagi kesehatan. Asal usul kurma Nabi Ajwa diambil langsung dari Hadist. Bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Sallam, menyampaikan sendiri nama Ajwa, spesifik memiliki khasiat lebih dibanding yang lain.

Walaupun begitu, anda tetap menjalankan Sunnah jika makan kurma biasa. Spesifik nama asal usul Kurma Nabi Ajwa berasal dari Hadist. “Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwah, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu”. (Riwayat Shahih Al-Bukhari)

Secara umum buah kurma memiliki khasiat kesehatan. Fungsinya meningkatkan kadar gula darah, mengobati katarak di mata, dan anda cukup makan beberapa buah selama sebulan. Menurut artikel kesehatan menyebutkan 3 buah kurma dimakan teratur satu bulan.

Asal usul kurma Nabi Ajwa adalah penangkal racun. Keutaman ini tidak dimiliki buah lainnya, bahkan sesama kurma tidak memiliki. Nabi mengkonsumsi buah kurma ini hingga 7 buah di pagi hari. Mampu menangkal sihir karena keberkahan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Sejarah Kurma Ajwa Sunnah

Di narasikan oleh Salman the Persian, yang pernah tertipu daya oleh Yahudi, dimana Beliau menjadi budak karena ingin bertemu Rasulullah sendiri. Namanya dikenal sebagai penganut dan ahli teologi kriten, dan juga dulunya dikenal sebagai penjaga kuil api.

Beliau memang sedang mencari jalan menuju Rasulullah SAW. Salman mengenal betul Nabi Muhammad melalui agamanya dulu. Sesuai apa yang “diramalkan” penganut agama sebelum Islam. Salam lantas menjadi seorang Muslim, dan menjadi Sahabat Nabi.

“Dia bukanlah Muhajir ataupun Anshor,” sebuah pernyataan populer tentang Beliau, diantara hubungan Kaum Muhajirin dan Anshor.

Kembali ke asal usul kurma Nabi Ajwa, bahwasanya Salman pernah menjadi budak dan tegas meminta dibebaskan. Beliau memiliki tujuan menjadi seorang Muslim. Sang pemilik dirinya meminta menunggu hingga kurma ditanamnya tumbuh.

Salman bersedih dan mengadukan ini ke Rasulullah langsung. Di hari yang sama, ketika yahudi menanam buah kurma, Rasulullah datangi kebun baru tersebut. Beliau memakan beberapa buah kurma, menanamnya, dan kemudian disirami Sahabat.

Pergilah Nabi Muhammad dan Sahabat meninggalkan kurma itu. Padahal baru sajalah yahudi, pemilik Salman, menanam biji kurma. Jadi mustahil dapat tumbuh hanya dalam semalam. Kecuali biji kurma yang berasal dari mulut Rasulullah sendiri; tumbuhlah sekumpulan pohon kurma.

Tanah lapang yang baru dibuka sebagai lahan. Kala itu, ditumbuhi pohon- pohon kurma yang rindang semalam. Inilah yang diduga merupakan asal usul pohon kurma Ajwa asli. Walupun tidak ada Hadist Sahih tentang kisah ini, tetapi banyak orang yang datang ke sini.

Di tanah lapang itu masihlah ditumbuhi pohon kurma. Hingga Pemerintah Saudi memangkas pohon- pohon tersebut. Pasalnya banyak orang berziarah mendatangi tempat kurma ini. Mereka bahkan memetiki daun kurma untuk dibawa pulang, entah sebagai apa.

Karena pohon kurma telah tumbuh dalam semalam. Sang yahudi akhirnya terpaksa membebaskan Salman the Persian. Saat itupula, Beliau menyatakan diri menjadi seorang Muslim, dan dikenal sebagai salah satu pejuang di medan Jihad dan diakui sebagai Sahabat.

Wallahu A’lam Bishawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *