Info Cuaca Arab Saudi Trik Berhaji Ketika Musim Dingin

musim dingin arab saudi haji

Apakah anda tau info cuaca Arab Saudi. Bahwa mereka memiliki dua musim seperti kita. Bahwa ketika musim dingin tidak kalah dingin. Walaupun terdiri dari gurun pasir tandus terlihat panas. Arab Saudi memiliki dua musim yakni musim panas dan dingin.

Musim dingin Arab Saudi dimulai pada bulan September- Maret. Sementara musim panas Arab Saudi pada Maret- Agustus. Jangan tanyakan panasnya Arab Saudi ketika tiba. Yakni 55 derajat celcius dan semakin hangat ketik malam, antara 30- 40 derajat celcius.

Menghadapi musim panas Arab Saudi mungkin “mudah”. Pasalnya banyak artikel menjelaskan tentang ini. Orang Indonesia sendiri terbiasa dengan cuaca panas. Meskipun tentu tidak sepanas gurun pasir ketika puncaknya.

Tetapi apakah anda siap untuk menghadapi musim dingin Arab Saudi. Faktanya titik dingin bahkan bisa mencapai minus dua! Info cuaca Arab Saudi sendiri berangin dan kering. Ketika dingin akan terhembus angin yang akan menyapa bahkan di bandara.

Cuaca Dingin Arab Saudi Trik Berhaji

Akan mengganggu perjalan Haji anda ketika dingin. Udara dingin yang cenderung tidak basah, ternyata bisa menimbulkan flu, gatal, batuk, dan bibir pecah. Bisa juga menyasar mereka yang memiliki penyakit jantung.

Jika anda Jamaah Haji beresiko tinggi hendaklah bersiap. Ingat- ingat kapan anda akan berangkat sambil bersiap. Siapkan obat- obatan standar serta obatan pokok. Bawalah pakaian tambahan penunjang dingin. Sungguh beruntung bagi Umat Islam karena wajib Subuh.

Ingat tidur selepas Sholat Subuh tidaklah baik. Maka jadikan ini cara belajar menghadapi musim dingin Arab Saudi. Dinginnya air ketika anda mengambil air wudhu. Tidak lupa pergi keluar untuk berjalan- jalan ringan. Selain olah raga juga menjadikan tubuh terbiasa dengan dinginnya Subuh.

Insya Allah, anda akan terbiasa dengan hembusan angin ketik Subuh. Makanlah seimbang dari gizi, ingatlah bahwa Vitamin C tidak diproduksi sendiri. Dan penyakit flu menyerang karena tubuh kekurangan Vitamin ini.

Sedekat apapun tempat anda menginap di sana. Anda tetap akan melewati jalan berangin dingin. Jaraknya bisa saja cuma 50 meter sampai 200. Tetapi anda tetap harus berjalan menunju ke Masjidi Haram. Akan lebih menantang lagi ketika Thawaf dimulai, Sa’i, dan Tahallul membutuhkan ektra.

Thawaf dan mencium Hajar Aswad sudah cukup menguras tenaga. Menginjak Raudah, Taman Surga di Dunia, di Masjid Nabawi juga sama menantang. Bawalah sweater, jaket tebal, kaus kaki, dan penutup kepala.

Oh, lantas apakah hukum memakai jaket ketika Ihram, pendapat umum Ulama melarang memakai pakian berjahit. Tetapi ada beberapa pengecualian seperti tidak mengapa jika tidak dipakai. Anda masih bisa mengenakan selimut atau kain tebal tidak berjahit sebagai luaran.

Pendapat lain memperbolehkan jika terpaksa karena hal. Mengingat bahwa Jamaah Haji Indonesia kebanyakan berusia lanjut. Apalagi bagi mereka yang menderita penyakit berat seperti jantung. Maka diperbolehkan, tetapi adanya fidyah ataupun puasa 3 hari sebagai pengganti denda.

Kebanyakan Jamaah Haji Indonesia memakai topi kucuk. Itu yang sering dipakai ketika anda pergi ke puncak gunung. Lantas apakah baik melakukan kerokan ketika berhaji. Jangan lakukan ini karena musim dingin disini bersifat kering bukan lembab seperti Indonesia.

Gunakan lipglos ketika bibir kering, belilah madu sebagai andalan untuk menjaga kesehatan. Kurma juga merupakan penangkal penyakit terbaik. Dingin di Madinah ternyat lebih dibanding di Kota Mekkah. Suhu dingin datang dari hembusan angin, ketika akan Sholat Subuh berangkatlah lebih awal.

Siang hari menjadi menyenangkan karena menghangat. Perbanyaklah minum air putih apalagi zam- zam karena khasiatnya. Jikalau ada keluhan maka hubungi dokter jaga di sana. Pihak dari Kementrian sendiri sudah mempersiapkan obat- obatan untuk berjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *