Orang Jepang Naik Haji Kisah Mualaf

orang jepang naik haji mualaf

Mungkin anda akan jarang bertemu orang Jepang di Mekkah. Beruntung bertemu orang Jepang naik Haji. Kisah Mualaf ditengah kehidupan Jepang yang dikenal tidak bertuhan. Apakah dia menikmati hidupnya menjadi seorang Muslim.

Subarashi atau luar biasa begitu ucapnya di Tanah Suci. Pria bernama Omar- San. Seorang yang lain sendiri dari sebuah kloter Haji. Kenapa luar biasa karena dia menemukan sesuatu.

Perjalanan spiritual Omar – San sungguh menganggumkan. Dia tidak bisa melogika perjalanan di Tanah Suci. Dari pertama kali melihat Ka’bah dia sudah tersentuh. Melakukan Thawaf tujuh kali membawanya semakin percaya.

Islam begitu menganggumkan Omar- San merasakan. Bersama 10 orang Jepang lain melakukan Ibadah Haji pertama. Menjadi Mualaf baru 3 tahun sudah berniat berangkat. Begitu menganggumkan melihat begitu banyak orang di Masjidil Haram.

Pesona Islam di Hati Mualaf

Anda bisa membayangkan jutaan orang datang. Di satu tempat mengerjakan satu Ibadah sama. Tidak peduli warna kulit ataupun kekayaan. Orang dari seluruh penjuru dunia melakukan satu Ibadah Haji bersama.

Omar- San tidak mau menyebutkan nama aslinya. Merasa tiada kekuatan apapun yang mampu melakukan; kecuali Allah. Jutaan orang digerakan hatinya untuk menjalankan Ibadah ini.

Suka rela mereka melakukan Ibadah Haji. Mengeluarkan biaya tidak sedikit dan butuh tenaga ekstra. Dia terpana ketika pertama kali melihat Ka’bah. Seperti dikata orang bergama Islam di Jepang, sangat- sangat jarang bisa ditemukan.

Bahkan agama lain seperti Kriten atau Yahudi langka. Orang Jepang memang tidak memilih beragama. Sedangkan Shinto lebih bersifat budaya dibanding Agama.

Jadi melihat orang Jepang naik Haji merupakan keberuntungan. Dalam keseharian sebenernya mereka sudah beragama. Maksudnya berakhlak layaknya orang memiliki aturn, yakni disiplin, cinta kebersihan, tertib, dan tekun bekerja.

Inilah mungkin yang mempermudah Omar- San. Dia sudah terbiasa dan akan lebih mudah mengikuti Sunnah Rasulullah. Sudah cinta kebersihan dan disiplin dalam bekerja, apalagi kalau beribadah pasti sangat tepat waktu dan senang ke Masjid.

Mereka sudah memilikis ifat baik walaupun tanpa Agama. Kehidupan orang Jepang dikenal suka mengantri. Kesabaran mereka begitu kuat serta bekerja keras dimanapun. Kelemahan mungkin ketika mereka menghadapi masalah berat diluar kendali.

Apalagi orang Jepang cenderung menggunakan akal. Tanpa Agama dipastikan mereka akan memilih mati. Inilah fungsi Islam hadir bagi orang seperti Omar- San dan kawan- kawan.

Islam Menyempurnakan Orang Jepang

Mereka dikenal masyarakat disiplin dalam apapun. Ingat kejadian gempa bumi 2011. Mereka langsung merapikan hidup setelah bencana. Mereka cepat pulih bekerja kembali.

Mereka tetap membuang sampah pada tempatnya. Mereka saling membantu satu sama lain. Adab mereka juga baik seperti menghormati orang lebih tua. Dalam hal jual beli mereka juga baik, dan inovatif menyesuaikan lingkungan.

Ketika ditanyakan kepada Omar- San: Kalau mereka sudah bersifat baik, apakah mereka butuh Agama. Mereka memang memiliki sifat baik. Tetapi manusia pasti akan ada titik balik. Jika tanpa Agama orang bisa memilih berprilaku menyimpang.

Kita pasti sering mendengar cerita bunuh diri. Sebuah hutan digunakan mereka yang berada di satu titik. Mereka tidak bisa menyelesaikan masalah memilih mati. Akal pasti akan mencarti tuannya, yakni keberadaan Allah itu sendiri di hidup mereka.

Orang Jepang naik Haji mungkin akan lebih banyak. Jika kita bisa lebih persuasif memberikan contoh. Pada dasarnya dibanding Barat, negara ini lebih baik memandang Islam. Karena mereka percaya Agama apapun pasti mengajarkan kebaikan.

Masalah utama Islam sukar masuk ke hati orang Jepang. Ialah karena praktik Ibadah yang rumit atau tidak praktis. Maksudnya orang Jepang merupakn pekerja keras. Hidup mereka untuk bekerja bahkan sampai lupa waktu.

Rutinitas Sholat lima waktu, berpuasa sebulan penuh, dan berangkat Haji. Dianggap menyita waktu dan tidak bisa ditolerir. Terutama bagi mereka kelas pekerja. Perusahaan juga tidak bisa memberikan dispensasi khusus.

Tidak boleh membeda- bedakan apapun Agama mereka. Beruntung Omar- San adalah seorang Direktur Perusahaan. Dia pemilik perusahaan bidang konstruksi di Kasugai, Aichin- Ken, sekitar Kota Nagoya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *