Orang Indonesia Berangkat Haji Jalan Kaki

Menjadi sebuah headline pristiwa unik berikut. Orang Indonesia berangkat Haji jalan kaki. Siapakah Mochamad Khamin Setiawan, berjalan 9000 km untuk bisa sampai ke Masjidil Haram. Inilah contoh perjuangan berangkat Haji yang perlu kita contoh.

Mungkin banyak orang berpikir tidak masuk akal. Tapi bagi Allah Shubanallahu Wa Ta’ala, tiada hal mustahil bagi siapapun yang ingin menemui Nya. Orang Indonesia berangkat Haji jalan kaki siapa takut, bisa kok.

Anak muda asal Jawa Tengah seperti dikutip Saudi Gazatte. Berangkat dari titik Jawa Tengah berbekal seadanya. Dia memanggul sebuah tas ransel ukuran biasa. Untuk berjalan 9000 km tentu tidak mudah, apalagi fakta bahwa dia “ngeyel” berjalan kaki.

Fakta Orang Indonesia Berangkat Haji Jalan Kaki

Anak muda asli Pekalongan ini memiliki alasan khusus. Dirinya tengah menguji kekuatan Iman dan Takwa nya kepada Allah SWT. Dalam perjalanan dia mengenakan tulisan, “Saya dalam perjalanan ke Mekkah dengan berjalan kaki.”

Di perjalanan dia tidak tinggal diam berjalan kaki. Dia juga menyebarkan semangat positif bagi siapapun. Untuk Umat Islam semoga memiliki tekad untuk bertemu Allah. Sementara untuk lainnya menyampaikan pesan damai, harmonisasi, dan toleransi sesama manusia.

Perjalanan sejak 26 Agustus 2016 silam tanpa berubah. Sama sekali tidak menerima bantuan untuk mempermudah jalannya. Butuh setahun hingga Khamin sampai ke Mekkah. Sebenarnya siapakah sosok Khamin apakah orang yang tidak mampu.

Faktnya mengejutkan ternyata dia seorang pengusaha muda. Dia memiliki usaha kontraktor dan berkembang. Dalam perjalanan dia ditemani lampu portable. Barang bawaan antara lain GPS, kemeja, sepasang celana, dan sepatu.

Tidak lupa dia membawa kaus kaki, pakain dalam, alas tidur, dan tenda. Pokoknya dia mencoba untuk semandiri mungkin. Pria lulusan Universitas Negeri Semarang ini, telah bertekat untuk meninggalkan urusan duniawi, meninggalkan perusahaan yang berkembang itu.

Inilah cara dirinya menunjukan kepatuhan kepada Allah. Tidak hanya dalam perjalanan bertemu orang Muslim. Tidak hanya belajar dari para cendikiawan Muslim, dia juga bertemu mereka yang berbeda Agama.

Dalam perjalan dia belajar budaya Indonesia pula. Jihad besar baginya adalah mendisplinkan kepercayaan kepada Allah SWT. Bukan tanpa perjuangan, dulu dia pernah jatuh fisiknya selama dua minggu di sebuah hutan, di Provinsi Banten.

Saat itu kondisi masih berpuasa menambah perjuangan. Dia berjalan pada malam hari. Jikan kondisi sehat dia berjalan 50 km sampai lebih. Jikalau lututnya lemas maka dia berjalan 10- 15 km.

Pengalaman Berangkat Haji Jalan Kaki

Menurut ceritnya dia pernah jatuh sakit ketika di India dan Malaysia. Sisanya dia berusaha sebaik mungkin menjaga fisik. Tidak memaksakan jarak tempuh merupakan kunci suksesnya. Dia hanya makan Halal tanpa meminum suplemen makanan apapun.

Dia mengandalkan madu dicampur air untuk kekebalan. Tidak ada perampok menghadang dia. Dalam perjalanan pernah bertemu ular berbisa. Berkat Rahmat Allah, ular tersebut tidak menjadi halanan dalam perjalanan.

“Sebelum mereka bisa menggigit saya, mereka tiba- tiba jatuh dan mati,” ia menceritakan.

Dalam perjalanan dia tidak meminta- minta. Tetapi orang sendiri yang bergerak memberi bantuan. Ketika di Thailand dia disambut oleh penjaga kuil Budha. Di Vietnam dia diberi makanan walaupun berbeda keyakinan di sana.

Dia juga secara khusus mendatangi Masjid di masing- masing negara. Dia bertemu para Ulama sekitar bercerita tentang Islam. Khamin pernah mengikuti satu Tabligh akbar di India. Pernah bertemu sepasang umat Kristen Iralindia yang tengah bersepeda di Yangon.

Dalam perjalanan dia menyampaikan pesan positif. Siapapun ditemuinya diperlakukan baik. Dimanapun dia berada tetap menjunjung sopan santun. Tidak membedakan Agama atau Ras, memilih fokus kepada penyerahan diri kepada Allah Ta’ala.

Dia mengabadikan perjalanannya di sosial media. Khamim sampai di Abu Dhabi pada 19 Mei 2017. Dan akhirnya dia menajalankan Haji pada 1488 Hijriyah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *