6 Pencegah Orang Berangkat Haji dan Umroh

6 pencegah orang berangkat haji

Tidak sedikit hal dapat mencegah anda beribadah. Berikut 6 pencegah orang berangkat Haji dan Umroh. Hal- hal yang dianggap sepele mungkin mencegah anda. Yang pertama anda harus lakukan ialah meluruskan niat. Untuk apa dan siapa anda akan berangkat ke Mekkah nanti.

Menurut Syekh Muhammad Al Banjari, dalam Kitab Sabilal Muhtadi, menyebutkan perkara “6 pencegah orang berangkat Haji dan Umroh”. Enam hal ini menghalangi atau bahkan mencegah anda berangkat nanti.

Orang tua mencegah berangkat Haji dan Umroh

Apakah mungkin kedua orang tua kita mencegah kita. Mungkin terjadi karena mematuhi orang tua hukumnya wajib. Berbagai alasan mungkin diutarakan kenapa mereka mencegah anda. Dibanding Haji dan Umroh yang hukumnya tidak wajib.

Ya, mungkin hukum Haji adalah wajib, namun patut diingat bahwa ada syarat tertentu harus terpenuhi. Sedangkan mendengarkan orang tua hukumnya wajib mengikat. Lantas apakah larangan berbuat kebaikan harus didengarkan, meskipun berasal dari orang tua?

Menurut Kitab Sabilal Muhtadi, bahwasanya kedua orang tua tidak boleh melarang berihram. Utamanya menjalankan Haji dan Umroh karena Fardhu. Hanya saja orang tua boleh melarang Haji dan Umroh, jika mereka bukanlah penduduk Mekkah, atau diluar Arab Saudi khususnya.

Untuk penduduk Mekkah, kedua orang tua tidak boleh melarang anaknya menjalankan Haji dan Umroh. Ingat hukum Haji dan Umroh wajibnya dijalankan sekali seumur hidup. Ini menurut pendapat kebanyakan Ulama menilai hukumnya.

Jika Haji dan Umroh menjadi Sunah, maka orang tua boleh melarang atau mencegah berhaji atau berumroh. Sangatlah bijak jika kedua orang tua membolehkan walaupun Sunah. Apalagi jika anaknya merupakan sosok Sholeh dan selalu mendengarkan kedua orang tuanya.

Tentu akan lebih bijak lagi jika mengajak orang tua. Atau anda mendahulukan keduanya dahulu.

Suami Boleh Mencegah Istrinya Berhaji

Menurut Kitab Sabilal Muthadi, hubungan istri mendengarkan suami adalah wajib disegerakan. Artinya istri harus segera membatalkan niatnya jika dilarang. Haji atau Umroh baik wajib atau sunah, masih bisa ditunda dijalankan ketika suami meminta untuk tidak dilaksanakan.

Berbeda dengan Sholat dan Puasa wajib. Seorang suami dilarang mencegah istri menjalankan. Haram bagi istri berhaji atau berumroh tanpa seijin suami.

Apabila istri telah menabung sejak sebelum menikah. Karena berangkat Haji membutuhkan waktu lama. Maka dibutuhkan kebesaran hati suami mengijinkan. Butuh kebijakan mengijinkan istri melengkapi rukun iman yang hukumnya wajib ini.

Walaupun suami berhak melarang atau mencegah. Sangat disarankan membolehkan karena berangkat Haji itu susah. Butuh waktu serta dibatasi jumlahnya dibanding Umroh. Suami tidak boleh melarang nazar berhaji atau berumroh pada tahun berikutnya.

Nazar baik sebelum atau sesudah menikah. Hukum Sunah Haji dan Umroh bersama suami. Ini sesuai dengan riwayat Bukhari. Berangkat Haji dan Umroh tanpa seijin suami adalah haram.

Tuan Boleh Melarang Budaknya

Hukum budak adalah milik tuanya segalanya. Dalam hukum wajib Haji sendiri budak tidak termasuk. Harus dimerdekakan dahulu sebelum bisa berhaji. Namun, jaman sekarang sudah tidak ada budak, maka tidak ada orang boleh melarang orang merdeka melengkapi rukun Iman nya.

Dalam artikel kami yang lampau dijelaskan. Apa hukum seorang pekerjan meminta ijin menjalankan Haji. Utamanya mereka yang bekerja di luar negeri sebagai TKI. Yang mana penempatannya berada di Saudi Arabia, baik Mekkah, Madinah, ataupun tempat lain.

Hukumnya ialah mengikuti perjanjian kerja kontrak kita. Ingat bahwa TKI bukanlah budak. Majikan tidak boleh melarang Ibadah Haji diluar jam kerja. Hendaknya diperhatikan kontrak kerja menyangkut hak- hak menjalankan Ibadah.

Ihsar’am atau Halangan Berat

Contohnya dihalangi keberangkatannya oleh musuh. Halangan ini dimaksud ketika masa peperangan. Anda mungkin dimintai uang untuk sebagai jaminan ketika di sana. Maka boleh untuk bertahallul dan membatalkan walaupun waktu masih panjang.

Halangan Ringan

Atau Ihras Khas, contohnya difitnah diperjalanan atau ketika berprosesi. Hingga anda dipenjara atau ditahan sementara. Maka boleh bertahallul walaupun dalam prosesi Ibadah.

Punya Hutang Dilarang Berhaji

Orang yang memberi hutang boleh melarang keberangkatan. Orang yang berhutang wajibnya melunasi terlebih dahulu. Kecuali jika orang tersebut miskin dan belum sampai jatuh tempo atau batas pembayaran hutang. Boleh meminta keluarga melunasi hutang agar berangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *