Kuli Panggul Naik Haji Kisah Islami

kuli panggul naik haji

Banyak kisah- kisah Islami mengenai kedasyatan Haji. Bayangkan seorang kuli panggul naik Haji. Tiada mustahil bagi kekuatan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Tiada tidak mungkin bagi Nya, yang mampu mengangkat derajat siapapun.

Lihat bagaimana dia berhaji bersama jutaan orang. Ada pemilik perusahaan atau pejabat disana. Mereka sama dihadapan Allah dengan Pak Sunaryo. Sudah lima belas tahun dirinya menabung Rp.10 ribu setiap hari.

Ia bekerja sebagai kuli di Pasar Bendungan, Wates, Kulonprogo Yogyakarta. Sosoknya menginspirasi kita agar segera menabung Haji. Rasa syukur dihaturkan kepada Allah SWT. Awalnya dia sama sekali tidak percaya akan mampu berangkat.

Bersyukur keluarga mendukung keinginan Sunaryo ini. Mereka percaya akan keinginan mulai Sunaryo. Tekadnya bulat untuk menabung Rp.10 ribu per- hari. Dalam sekali angkut upahnya padaha cuma Rp.1000- 2000 saja.

Kuli Panggul Naik Haji Menginspirasi

Kisah- kisah Islami seperti Sunaryo sangata penting. Apakah anda sudah menabung untuk berangkat Haji. Menabung Haji tidak cuma dilakukan di Bank loh. Dari uang dikumpulkan pria 52 tahun ini akhirnya berangkat Haji ke Mekkah.

Beban beras yang diangkut beratnya antara 25- 50 kg. Semangat ingin berangkat Haji membuatnya bekerja keras. Sehari Sunaryo mampu mengumpulkan Rp.30- 40 ribu perhari. Setiap hari dia menyisihkan Rp.10 ribu untuk ditabung.

“Sisanya buat kebutuhan keluarga,” jelasnya.

Dia berangkat pagi hari dari rumahnya yang berjarak 100 meter. Dia langsung menabung untuk mendapat kuris tahun 2010. Begitu mendaftar Sunar semakin bersemangat mengumpulkan uang.

Selain dari menjadi kuli panggul, Sunar juga menjadi Takmir Masjid Al Fattah, yang sudah 25 tahunan. Disinilah keinginan berangkat Haji semakin kuat. “Alhamdulillah, Rp.35 juta bisa lunas,” ucapnya bahagia.

Sunar berangkat Haji 30 Agustus 2010 silam. Sayangnya, dia hanya bisa berangkat Haji sendiri, meninggalkan istri seorang diri. Namun, dengan keberhasilan ini, ia optimis untuk menabung Haji kembali.

Kalaupun tidak berhaji ya Umroh bersama istri. Dia pun meminta doa kepada kita. Semoga Pak Sunar dan kita disegerakan berkunjung ke Ka’bah, Mekkah. Baik berangkat Haji maupun berangkat Umroh bersama- sama.

Sulamsih, istrinya, terharu mendengar niat suaminya tersebut. Dia bersyukur meskipun hanya suaminya berangkat. Tetapi kan berangkat Umroh tidak terikat tahun. Perempuan 48 tahun ini berharap dirinya bisa melihat Tanah Suci segera.

Pasti ada jalan baginya untuk berangkat ke sana. Apalagi sekarang anaknya sudah lulus kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Suaminya merupakan salah satu dari 244 Jamaah asal Kulonprogo, kloter 28 SOC yang berangkat kira- kira Oktober 2015.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *