Kenapa Anak Kecil Dilarang Keluar Maghrib

anak kecil dilarang keluar maghrib

Mungkin ketika anda masih kecil pernah mendapat larangan ini. Kenapa anak kecil dilarang keluar Maghrib. Beberapa orang salah persepsi dan berpikir sebagai mitos. Mereka menganggap ini sebagai bagian dari budaya leluhur atau bukan ajaran Islam

Kenapa anak kecil dilarang keluar Maghrib. Ternyata tercatat dalam beberapa Hadist sahih. Tidak hanya satu Hadist menyampaikan larangan tersebut. Dalam Hadist tersebut menyampaikan untuk menjaga anak kita ketika Maghrib tiba.

Orang juga berpikir larangan tersebut untuk mengingatkan waktu Sholat. Tetapi dalam Hadist tersebut dikatakan: bahwasanya setan keluar ketika waktu Maghrib. Mereka akan mulai bertebaran menyebarkan keburukan kepada manusia.

Satu Hadist yang jelas ialah dari Imam Bukhari dan Muslim. Yakni untuk menjaga anak ketika malam tiba. Ketika matahari menghilang dan malam menyebar luas. Dan ketika malam telah jelas tiba, barulah anak- anak tidak kita jaga melakukan kegiatan apapun.

Jagalah Anak Anda dari Setan di Waktu Maghrib

“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berdzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian!” (HR. Bukhari, no. 3280, Muslim, no. 2012)

Kata menjaga ini bahkan tidak terbatas kepada melarang keluar. Anda juga harus membekali mereka kesadaran. Bahwasanya di waktu tersebut setan akan sangat berbahaya, bahkan ketika anak masih di dalam rumah.

Jangan biarkan mereka bermain di luar waktu Maghrib. Ajaklah mereka Sholat berjamaah. Ajarkan mereka untuk Berdzikir meminta perlindungan. Di waktu Maghrib setan bertebaran, dan ketika waktu malam telah berjalan, biarkan anak- anak beraktivitas.

Kita juga diajarkan untuk menutup pintu ketika Maghrib. Menutup makanan dan minuman. Untuk mematikan lampu, Imam Nawawi menjelaskan bila kita akan pergi tidur, maka matikanlah lampu selepas Maghrib habis.

Dalam bahasan “waktu sore tiba”, lebih lanjut Ibn Al Jawzi menyampaikan bahwa yang muncul adalah “keburukan setan”. Dalam hal ini keburukan setan ini akan menempel kepada watak anak- anak kita. Bukan setan akan menculik anak- anak kita atau menyakiti anak kita.

Maka Dzikir yang akan menjaga anak- anak yang kosong. Mereka bagaikan lembaran kertas putih polos. Waktu Maghrib akan membuat mereka tertular keburukan setan.

Ibn Al Jawzi menambahkan, bahwa setan akan menempel dimanapun, bukan hanya menepel di anak- anak. Setan akan bertebaran mencari- cari sesuatu. Anak- anak tidak luput dari mereka yang bertebaran ketika Maghrib. Mereka sasaran utama untuk menghancurkan generasi Islam masa depan.

Kenapa mereka bertebaran ketika Maghrib. Beliau menambahkan karena setan aktif di malam hari. Tenaga mereka bertambah dan Maghrib merupakan pembuka waktu kerja mereka.

Pendapatan penulis pribadi bahwa setan keluar dari sini. Mereka yang keluar seperti halnya manusia selepas Sholat Juma’at. Jika kita bertebaran mencari Ridho Allah. Mereka setan bertebaran menyebarkan pengaruh buruk, dan siapa lagi sasaran terbaik kalau bukan anak- anak kita.

Islam Mengajarkan Etika dalam Berkegiatan

Dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lepas hewan ternak kalian dan anak-anak kalian apabila matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya. Karena setan bertebaran jika matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya.” (HR. Muslim, no. 2113)

Dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam.”(kitab Sahih Muslim)

Islam mengatur tentang beretika dalam apapun. Termasuk ketika menghadapi waktu malam. Dalam hal ini Umat Islam diminta untuk menjaga hewan ternak. Menutup pintu rumah dan kandang- kandang ternak.

Islam mengajarkan kita untuk menjaga anak kita. Untuk mengingatkan waktu Sholat tiba. Mengajarkan bahwa tidak baik anak berakitivitas ketika malam tiba. Hendaknya orang tua mengajarkan Dzikir diantara waktu Maghrib dan Isha.

Islam tidak hanya mengatur beretika sesama manusia. Tetapi juga etika kita menghadapai setan terkutuk. Kenapa? Karena mereka menyabarkan sifat- sifat buruk, seperti malas Sholat, tidak berhenti memikirkan dunia dan lainnya.

Etika ini tidak hanya mengenai “kenapa anak kecil dilarang keluar Maghrib”. Tetapi juga etika ketika kita akan makan dan minum, Umat Islam diminta membaca Basmallah. Atau ketika suami- istri akan melakukan hubung, baiknya berdoa dulu meminta perlindungan dari setan.

Etika ini juga mengajarkan kita selalu ingat Allah. Dari hal sepele seperti melaranga anak bermain di Maghrib. Hingga yang komplek seperti ketika melakukan jual- beli.

Beberapa Ulama mengatakan Hadist diatas bukan perintah. Melainkan ajaran akan etika manusia hidup. Mematikan lampu ketika Maghrib bukanlah keharusan. Tetapi peringatan dan ajaran mengenai bahaya setan, seperti disampaikan oleh Ibn Muflih dan Haafizh Ibn Hajar dalam kitab mereka.

Wallahu a’lam bi-alshawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *