Kisah Julaybib Sahabat Nabi Jangan Menyerah

kisah julaybib sahabat nabi

Namanya mungkin tidak anda kenal diantara para Sahabat. Ini kisah Julaybib Sahabat Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan “jangan menyerah” kepada mereka yang tidak sempurna. Di dalam literatur nama lengkapnya tidak diketahui, tidak jelas orang tuanya, bahkan berasal dari Kabilah mana.

Yang pasti Beliau berasal dari Anshor, Madinah, dan namanya diberikan langsung oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam. Ketika itu Beliau merupakan dari beberapa orang yang masuk Islam. Bahkan namanya bisa dibilang tidak lengkap.

Dalam bahasa Arab, namanya berarti “small grown”, yang diperkirakan dari kata Jalbab. Ini juga mengindikasikan bahwa orangnya kecil atau pendek. Bahkan diduga memiliki tubuh tidak bisa berkembang, atau orang kecil.

Namun jangan salah, dalam kisah Julaybib Sahabat Nabi satu ini, disebut oleh Nabi Muhammad sendiri: “Ya Allah, hadza minni wa ana minhu (dia adalah bagian dariku, dan aku bagian darinya).”

Kisah Julaybib Sahabat Nabi yang Serba Kekurangan

Ucapan Rasulullah SAW mengaggetkan para Sahabat lain. Apakah tidak membuat iri manusia manapun? Padahal Julaybib RA, bertubuh pendek dan bungkuk, bahkan menurut kisahnya berwajah jelek dan bertubuh bungkuk berpunuk.

Sosoknya tersisih diantara orang yang tinggal di Yatrib. Dulu sebelum Islam masuk, dan nama Madinah masih Yatrib, sosoknya tidak dipedulikan bahkan dicemooh ketika bertemu. Wujud fisiknya yang hitam, pendek, jelak, dan bungkuk, sudah pasti mendapatkan bullyan.

Apalagi dia bukanlah orang berada atau miskin. Tidak memiliki rumah walaupun berbentuk gubuk. Dia tinggal beratapkan langit dan tidur diselimuti dingin. Tiada alas tidur, Julaybib tertidur diatas tanah yang kasar dan berkerikil.

Ketika Islam masuk ke Madinah, baginya satu kesempatan besar untuk tidak dikucilkan. Ajaran Islam yang sempurna mempedulikan orang seperti Beliau. Maka timbulah perasaan cinta yang kuat, cinta Beliau kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam.

Bahkan antara memilih malam pertama dan berjihad. Julaybib memilih berlari dan berjuang Jihad dijalan Allah SWT. Ketika Beliau wafat maka Rasulullah SAW sendirilah yang memandikan dan mensholati langsung.

Julaybib Ditolak Wanita Tetapi Rasulullah Memembelanya

Siapa yang mau hidup menikah dan hidup bersama Julaybib. Tentu wanita akan berpikiri ribuan kali. Nabi Muhammad SAW menyadari kegundahan Sahabatnya baiknya itu. Hingga Beliau berinisiatif menikahkan Julaybib dengan seorang wanita, tetapi siapa?

“Hai Julaybib, tidak kah engkau ingin menikah?”

“Menikah dengan siapa ya Rasulullah?” jawabnya sambil tersenyum. “Orang tua mana yang mau menikahkan anaknya dengan saya?”

Jujur Julaybib tidak pernah meratapi nasibnya sekarang. Sifatnya selalu bersyukur walaupun orang menghina dan mengucilkan. Fisiknya buruk tetapi tidak pernah mengutuk.

Julaybib tidak pernah menyalahkan Takdir Allah SWT. Senyum yang terpancarkan Ikhlas dari hati paling dalam. Hati kecilnya memang tidak yakin akan ada wanita yang mau. Tetapi watak Ikhlasnya menyerahkan semua ke Rasulullah SAW tercinta.

Pertanyaan tersebut muncul berkali- kali ketika mereka bertemu. Setiap kali pertanyaan tersebut keluar, jawabanya satu “Menikah dengan siapa, ya Rasulullah?” Rasulullah terus bertanya sambil berusaha mencarikan jodohnya Julaybib.

Suatu ketika Rasulullah SAW sendiri mencari hingga ke satu rumah. Sebuah rumah milik Anshor yang memiliki seorang putri. Beliau menghadap orang tua wanita itu langsung.

“Wahai Sahabatku, kedatanganku untuk menikahkah putri mu,” Rasulullah SAW membuka percakapan.

“Sungguh sangat indah dan menakjubkan, ya Rasulullah, dan sangat bersyukur atas hal ini” ucap lelaki Anshor.

“Aku tidak menginginkan dia (putri mu) untuk diriku sendiri,” ucap Rasulullah.

“Lalu untuk siapa, ya Rasulullah?”

“Untuk Julaybib,” jawab Rasulullah.

Tentu jawaban ini sangat mengejutkan karena nama itu tidak asing. Siapa yang tidak mengenal sosok Julabib. Dari fisiknya sampai kemiskinan yang melandanya. Sekarang Rasulullah akan menikahkan Beliau dengan putrinya nanti?

Laki- laki Anshor tersebut langsung meminta waktu. Dia masuk untuk berkonsultasi kepada istrinya. Sang istri menolak bahkan keras,”Untuk Julabib? Tidak, tak akan pernah untuk Julabib. Tidak, Demi Allah, kita tidak boleh menikahnya putri kite dengannya.”

Kisah Sahabat Julaybib Menikah

Alkisah wanita yang hendak dinikahkan adalah wanita tercantik. Bahkan banyak wanita dari Khabilah lain cemburu. Wanita yang cantik tetapi pemalu dan biasa saja. Bahkan wajahnya tidak terpapar matahari karena selalui ditutupi.

Dia adalah wanita Sholeh, sangat takut kepada Allah SWT, dan memilih menghabiskan waktu Ibadah dan berdoa. Ketika dia bertanya kepada orang tuanya ada apa, kedua orang tuanya menjawab bahwa Rasulullah akan menikahkannya kepada Julaybib RA.

Keadaan tegang karena ibu wanita tersebut menangis terus. Hingga sang wanita berucap,”Ya Ibuku takutlah kepada Allah, karena engkau menolak permintaan Rasulullah” Wanita tersebut kemudian menceritakan siapa Julaybib.

“Ya Ibuku sungguh tidak pantas bagi orang Islam untuk menolak pilihan Allah melalui Rasul -Nya. Apakah engkau berpikir bahwa Rasulullah akan mempermalukan kita?”

Sungguh mulia status Julaybib dihadapan Allah SWT, bahkan sampai seorang Rasul -Nya meminang langsung untuknya. Taukah engkau bahwa Malaikat saja cemburu atas perlakukan Rasulullah kepada Julaybib. Sungguh tidak ada kemuliaan selain menikah dengan Julaybib, dan direstui Rasulullah dan Allah sendiri.

“Rasulullah memberikan anugrah yang terindah namun engkau Ibu malah menangis dan merajuk”

Akhirnya Julaybib menikah tetapi perjalanan harus menunda. Dia menunda malam pertama.

Ayah sang wanita pun memohon,”Wahai Julaybib ini hanyalah perjalanan, bukanlah Jihad sesungguhnya (perang), lagipula kamu baru saja menikah maka tinggallah dengan istri mu lebih lama”

Julaybib Wafat Dimedan Pertempuran

Julaybib RA sudah menemukan kebahagiaan. Beliau sudah menemukan wanita yang mencintai apa adanya. Sekarang Rasulullah membutuhkan Julaybib RA untuk berjuang disinya. Beliau berkata bahwa ucapan ayah mertuanya sungguh satu hal aneh.

“Wahai ayah engkau berbicara aneh, Rasulullah ku tengah berhadapan denga musuh Islam di medan tempur dan engkau ingin aku tinggal di rumah duduk bersama istri ku?”

“…tidak, aku lebih baik mengorbankan darah dan nyawa daripada melihat Rasulullah tercinta ku menghadapi masalah sambil duduk nyaman di rumah”

Beliau akhirnya menjadi teman seperjalanan Rasulullah SAW. Walaupun hanya ekspedisi, musuh Islam tidak pernah berhenti berupaya menjatuhkan, dan menghabisi nyama Rasulullah SAW. Akhirnya mereka bertemu dengan musuh diperjalanan.

Pertempuran terjadi, setelah kemenangan diraih, Rasulullah SAW bertanya kepada para Sahabat: Apakah ada yang hilang keluarga ataupun Khabilah. Maka setiap orang mulai menghitung sanak saudara, tetapi mereka tidak kehilangan.

Sampai Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Sallam meneteskan air mata, Beliau menangis karena Julaybib RA tidak ada. Dalam kesedihan dan khawatir, Rasulullah berkata, “Tapi aku kehilangan Julaybib ku, pergilah dan carilah dia”

Diantara tujuh mayat musuh tampak sosoknya. Ya Julaybib wafat, gugur di medan pertempuran menghadapai sekelompok musuh. Rasulullah SAW segera meminta dibuatkan liang lahat. Sambil menggendong tubuh kecil Julabib, Beliau berkata:

“Ya Allah dia adalah bagian dariku, dan diriku adalah bagian dirinya,” ucap Rasulullah sampai tiga kali.

Ucapan itu menjadi pertanda kemuliaan Julaybib. Dengan segala keterbatasannya, Rasulullah sampai mencintainya bahkan membuat beberapa Sahabat “iri”. Mereka berkata dengan tulus tanpa rasa dengki kepada jenazahnya.

“Ijinkan (kalau bisa) ayah dan ibu ku berkorban untuk mu, wahai Julaybib, sungguh mulai kedudukanmu.”

Para Sahabat mengingat bagaimana Beliau dulu. Hidup terasing diantara kaumnya sendiri. Sebelum ada Islam, Beliau hidup diluar Kota, hidup miskin dan dibully masyarakat. Karena cintanya Julybib tulus kepada Allah dan Rasulullah, demi Islam Beliau mendapatkan status tertinggi.

Julyabib tidak berfisik sempurna. Tidak pula memiliki kekayaan berlimpah. Tiada satupun dibanggakan menuru orang lain. Tetapi sungguh, Demi Allah, Beliau mendapatkan kehormatan dan kemuliaan. Bahkan mendapatkan istri yang cantik dan Sholehah.

Beliau dianugrahi wanita dengan garis keturunan bangsawan, dan dari keturunan yang Takwa kepada Allah, yang dicintai balik oleh Allah dan Rasul -Nya. Beliau Julaybib RA wafat, dan diatas langit didampingi ratusan Malaikat melayati jenazahnya.

Julaybib “yang kesepian” dilayati ratusan Malaikat yang bersaksi. Beliau dicintai oleh Allah SWT, dicintai Rasulullah SAW, dan tidak lagi sendirian. Untuk istri yang ditinggalkannya, Nabi Muhammad SAW berdoa dengan namanya:

“Allahumma shubba ‘alaihal khaira shabban shabba.. Wa la taj’al ‘aisyaha kaddan kadda.. Ya Allah, limpahkanlah kebaikan kepadanya dengan limpahan yang terus menerus dan penuh berkah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah.”

Sepeninggal wafatnya suaminya Julaybib, nasib istrinya sudah terjamin karena doa Rasulullah SAW langsung. Dia hidup mapan, dengan kekayaan yang melimpah, tiada kekurangan sepeninggalan Julaybib. Bahkan dia lebih kaya dibandingkan sebelum mau dinikahi Julaybib RA.

Karena kesholehan dia banyak harta disedekahkan ke masyarakat. Bahkan sedekahnya tidak dapat dilampaui wanita manapun di Madinah. Kecantikan dan kesalehannya tiada tertandingi orang biasa. Para lelaki Madinah terpesona, tidak cuma orang biasa tetapi para pejabat juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *