Sahabat Nabi Usman bin Affan Pengusaha Paling Untung di Islam

pengusaha usman bin affan

Kenapa Sahabat Nabi, Usman bin Affan pengusaha paling untung di Islam. Dikenal sebagai pengusaha dan konglomerat Islam, Sahabat Usman dikenal hidup sederhana padahal uangnya berlimpah. Oleh karenanya Beliau dikenal sebagai Bapak Zuhud Islam. Beliau juga dikenal dermawan bahkan sebelum turunnya Islam ke Kota Mekkah.

Ketika telah masuk Islam kedermawanan Beliau semakin besar. Dalam perjalannya, Usman bin Affan hanya meninggalkan dua ekor unta ketika Beliau wafat.

Sahabat Nabi, Usman Bin Affan Pengusaha Dermawan

Sebagai Khulafaur Rasyidin dikenal memiliki dua kelebihan. Beliau memiliki kekayaan dan kepandaian. Selain pandai berdagang Beliau juga ahli menulis. Maka tugas menstandarkan tulisan kita Al Quran, adalah tugas Beliau menjadi sumbangan tidak terhingga bagi Umat Islam ke depan.

Konglomerat kaya yang dijamin masuk Surga oleh Nabi Muhammad SAW. Kekayaan Beliau diperkirakan 440 miliar rupiah, memiliki aset benda senilai 151.000 dinar dan 1000 dirham. Properti Beliau diwariskan sepanjang Aris dan Khaibar.

Kenapa Sahabat Nabi, Usman bin Affan pengusaha paling untung di Islam. Karena tidak sedikitpun Beliau meninggal membawa harta. Bahkan warisannya hanya dua ekor unta. Beliau bahkan tidak menerima gaji karena status sebagai Khalifah ketiga.

Alkisah ketika masa kepemipinan Khalifah Abu Bakar Ash- Shiddiq, Umat Islam menderita masalah ekonomi berat, itu karena gandum dan buah kurma tidak tumbuh. Air hujan tidak kunjung turun membuat kekeringan dimana- mana.

Untuk menyelesaikan masalah, masyarakat bertanya kepada Khalifah Abu Bakar, apakah solusi untuk kekeringan berkepanjangan ini. Satu tahun penuh kekeringan sampai- sampai membuat orang kelaparan. Butuh cara untuk mencegah kelaparan yang menghantui kehidupan Umat Islam.

Sayangnya, Beliau belum mendapatkan solusi tepat, dengan sifat jujur Beliau menjelaskan bahwa belum ada solusi. Beliau terang- terangan menjelaskan keadaan keuangan negara.

Tiba- tiba datanglah kargo dagangan Usman bin Affan datang. Mereka barus saja memasuki Kota Madinah. Jualannya meliputi bahan makanan dan perhiasan untuk pedagang kecil. Mereka datang ke rumah Usman bin Affan, untuk membeli makanan dan perhiasan bagi orang Madinah.

Datang seorang pedagang mendatangi Beliau langsung. Dia bertanya kepada Beliau. “Apakah anda tau, bahwa masyarakat kita tidak punya sesuatu untuk dimakan, jadi biasakah anda menjual sesuatu ke kami?” Tanya penjual kecila itu kepada Usman bin Affan langsung.

Niat pedagang itu untuk menjual lagi ke masyarakat Madinah. Beliau kemudian menawarkan keuntungan. Berapakah orang itu memberikan keuntungan untuk Usman bin Affan.

Usman bin Affan Mencari Untung

“Sebagai pengusaha saya mau harga yang cocok untuk komoditas dicari ini. Berapa banyak anda bisa membayar?”

Orang itu lantas menawar keuntungan 4 Dirham setiap barang. Tetapi Usman bin Affan menolak. Beliau menginginkan keuntungan lebih dari itu. Apakah Beliau mencoba untuk mencari untung, Usman bin Affan tengah mengambil keuntungan akan penderitaan rakyat?

“Hemmm, sayangnya saya punya urusan yang rumit dipecahkan lebih penting dari anda. Karena dia lah, saya tidak mau menjual ini kepada anda”

“Baiklah, kami mau menambah 1 Dirham untuk keuntungan anda.”

Usman terus berdialok dengan pedagang tersebut sampai lama. Angkanya naik tajam sampai 5 Dirham untuk keuntungan Beliau. Sayangnya, lagi- lagi Beliau menolak menjual, Usman bin Affan merasa dirinya bisa mendapatkan untung lebih banyak.

“Saya tidak akan menjual kecuali lebih dari yang dia tawarkan,” ucap Sahabat Usman mencoba bernegosiasi kembali.

“Bagaimana anda bisa berbicara begitu? Tidak ada satupun dari kami yang berani membayar lebih. Tiada pedagang lain di Madinah selain kami, maka maukah tolong memberi tau namanya orang kaya yang sedang berurusan dengan anda?”

Jawaban inilah yang menjadi alasan bagi beliau. Sahabat Nabi, Usman bin Affan pengusaha paling untung di Islam. “Tentunya, Allah menjanjikan keuntungan 10 kali lipat nilainya dari mereka (pedagang). Jadi, siapa berani untuk membayar uang lebih tinggi.”

Tentu saja mereka tidak dapat memenuhi keinginan Beliau. Sebelum mereka pergi meninggalkan Sahabat Usman sendiri. Usman bin Affan berkata akan membagikan makanan gratis untuk sedekah.

Beliau mengutarakan tersebut dan menjalankannya. Akhirnya, Umat Islam di Kota Madinah bisa makan makanan halal, inilah contoh kedermawanan Usman bin Affan. Mangka tidak salah jika beliau mendapatkan gelar pengusa paling untung.

Beliau menjalankan bisnis dengan Allah SWT langsung. Lebih memilih untuk menunggu keuntungan di Surga. Usman bin Affan memilih jatuh miskin di dunia, hingga saatnya Beliau bisa menikmati keuntungan dari perdagangannya yang pandai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *