Perjalanan Haji Paling Viral Sepanjang Masa

gambar ibnu batutah

Tidak semua orang bisa menunaikan Ibadah Haji. Beberapa malah menjadi perjalanan Haji paling viral sepanjang masa. Mulai dari berhaji yang terkesan dipaksakan, sampai mereka yang tidak sengaja punya kesempatan berangkat.

Berhaji merupakan kesempatan sekali seumur hidup. Dimana anda akan berkumpul di satu tempat dalam satu waktu. Di depan Ka’bah bersama jutaan Jamaah lainnya mengerjakan Thawaf. Berputar mengelilingi bangungan yang pertama ada di bumi ini.

Haji merupakan salah satu Rukun Islam. Tetapi tidak semua orang diwajibkan dengan syarat tertentu. Utamanya melihat dari kemampuan fisik dan kemampuan finansial. Apakah anda tau bahwa Ibadah Haji lebih terjangkau dan mudah, salah satunya berkat Travel APM?

Prosesi beberapa hari yang dilakukan orang kulit hitam, putih, beretnis Eropa, Arab, Asia, dan tidak terbatas. Selama mereka Islam menjalankan Rukun Islam, dan mengimani apa yang disampaikan oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Sallam.

Tidak dipungkiri banyak cara mencapai Mekkah. Mulai dari diberangkatkan orang, mendapatkan hadiah, bahkan ada yang menabung semenjak muda. Tidak pula kemungkinan untuk mengerjakan sendiri yaitu dengan transportasi seadanya.

Apakah bisa? Tentu bisa karena orang dulu membutuhkan waktu berbulan- bulan. Bukan memakai pesawat melainkan menggunakan kapal api. Bahkan bertahun- tahun yang mana berbekal berjalan kaki. Berikut perjalanan- perjalanan Haji paling viral sepanjang masa.

Ibnu Batutah

Padah zamannya memang tidak mudah menunaikan Ruku Kelima. Tetapi Ibnu Batutah mematahkan stigma bahwa tidak punya waktu. Bagi anda yang ingin berangkat ke Mekkah. Ada baiknya mulai menabung dari sekarang. Travel APM juga memberikan kesempatan untuk mempermudah Ibadah anda.

Beliau menjalankan Ibadah ini dengan total perjalanan 120.000 km atau 750.000 mil. Dalam perjalanannya Beliau juga tidak sekedar berjalan. Melainkan menelurkan ide- ide cemerlang demi kemajuan Islam. Tidak ayal ketokohannya disebut sebagai “Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa”

Ibnu Batutah kelahiran Kota Tengier, Maroko, menunaikan Ibadah pada tahun 1325. Sejarahnya Beliau menunaikan Ibadah selama 4 kali. Itupun melalui rute yang selalu berbeda. Beliau melewati 40 negara lebih dan menemui 60 pemimpin negara berbeda.

Bukti perjalanannya tercatat dalam sebuah kitab. Kita menyebutnya Rihla, yang mencatat nama yang dia temui dan makam yang pernah Beliau ziarahi. Total ada 2.000 orang pernah ditemui Beliau dan tercatat dalam kitabnya, tentu dengan segala kisah dibalik pertemuanya tersebut.

Nathim Ciarncross dan Imtiyaz Ahmad Haron

Dua anak muda asal Afrika Selatan, yang umurnya belum genap 30 tahun, sudah berangkat ke Mekkah. Uniknya mereka menggunakan dua sepeda tua. Keduanya mengayuh dari Cape Town, Afrika Selatan. Mereka senang bisa menunaikan Rukun Kelima walaupun sulit.

Mereka mengaku kesusahan mengayuh sepeda itu. Bayangkan mereka bersepeda dari Benu Afrika ke Arab. Mereka sengaja melakukan ini agar menjadi kenangan indah. Hanya orang biasa tidak pula mencari sensasi demi diviralkan.

Cairncoss sendiri merupakan perancang tata kota. Melakukan perjalanan begini membuatnya bertemu banyak hal. Dia bertemu banyak orang dengan segala perbedaan di 2010 itu. Selain melakukan perjalanan keduanya juga aktif berdakwah menyebarkan Agama Islam.

Salim Moumou Eljeddahoui

Mahasiswa asal Prancis umurnya baru 25 tahun. Dia sangat bersemangat untik berangkat Haji. Mengayuh sepeda sampai 3000 mil sampai tiba di Mekkah. Dia bukanlah sendirian, hidupnya terinspirasi oleh kisah kakeknya yang berjalan kaki ke Kota Mekkah.

Salim yang tinggal di Nottingham Inggris, terinspirasi dari kakeknya asal Prancis, yang berjalan dari Prancis- Mekkah. Meskipun menggunakan sepeda bukan lebih mudah. Dia mengaku sulit tidur dan menghabiskan waktu 6 bulan perjalanan.

“Saya ingin merasakan kondisi yang sama dan kesulitan yang sama,” semangatnya.

Dzahanar Alivey Magomad Ali

Perwakilan dari Chechnya menunjukan kepada dunia. Bahwa di negara tersebut juga terdapat agama Islam. Bahkan perkembangan agama Islam membaik, tidak hanya di negara pecahan Uni Soviet yang memang mayoritas Islam, tetapi juga bagi negara seperti Rusia yang konservatif.

Dzahanar tengah mencari pengalaman spiritual. Melewati 13 negara menggunakan sepeda untuk menemui Allah SWT. Berbekal sepeda tua, pria 63 tahun ini mengayuh pedal tanpa berputus asa. Butuh waktu 10 minggu dari desa kecil bernama Urus- Martan, Chechnya, sampai ke Mekkah- Arab Saudi.

“Saya hanya takut kepada Allah, dan kemungkinan bahwa saya tidak akan sampai ke tujuan saya,” kata Magomed Ali.

Senad Hadzic

Terlahir dari Kota Bosnia, negara yang dikenal memiliki konflik yang panjang. Senad Hadzic membuktikan bahwa Islam masih berjaya. Dengan berjalan kaki dia berkumpul dengan jutaan orang untuk berhaji. Tahun 2012 dia berjalan kaki 3.450 mil melewati Bosnia, Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, Yordania dan Arab Saudi.

Dia memanggil ransel 20 kg berisi kebutuhan hidup. Senad mengatakan bahwa perjalannya penuh rintangan. Dari rumah cuma berbekal 200 euro, tidunya di Masjid, taman kota terkadang di jalanan.

“Saya benar- benar senang menuru saya ini adalah tempat paling indah di dunia,” ia mengatakan itu selepas sampai di depan Masjidil Haram.

Haron Pateel.dkk

Kenapa begitu istimewa karena sedikit dari minoritas orang Inggris. Pateel bersama beberapa teman memilih berangkat. Mereka bersama menaiki mini bus dari Eurotunnel di Flokstone, Inggris, selama 37 hari perjalanan melewati negara- negara besar seperti Swiss, Perancis, Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, dan Bulgaria.

Hal apa yang membuat perjalanan mereka unik. Pasalnya ketika sampai Turki, kebetulan terjadi perang Suriah. Mereka berhenti di Turki, meninggalkan mini busnya, dan terpaksa naik pesawat melalui Yordania. Sebenarnya mereka kecewa tetapi menerima keadaan tersebut lapang dada.

Jujur mereka memiliki rencana unik ketika perjalanan. Mereka berencana melewati jalur para pezirah kuno. Jalurnya rumit tetapi mereka yakin mampu melaluinya. Sayangnya kekacauan di Suriah membuat mereka mundur dan harus terbang menggunakan pesawat.

Pria yang bekerja sebagai apoterker ini, kemudian tidak pantang menyerah. Karena mereka membelokan tujuan mereka ke Palestina. Dimana mereka pergi mengunjungi Masjidil Aqsa dulu. Dari sana ke Yordania, menggunakan mini bus lagi, melewati laut merah memakai feri di Mesir.

Sesampainya di sana mereka memakai pesawat ke Jeddah. Keputusan mereka memang terdengar sangat rumit. Karena perang Suriah mereka harus menghindari jalur, tetapi bersyukur mereka punya waktu untuk mengunjungi Al Aqsa.

Chorin Nacishin

Pria asal Indonesia yang menjadi perjalanan Haji paling viral sepanjang masa. Pasalnya dia sangat dikenal dengan julukan “Haji Nunut”. Dan akan sulit bagi orang lain jaman sekarang mengikuti jejak Chorin. Kisah asal Jombang yang membuat geger karena ikut pesawat tanpa biaya.

Bermula dari keinginan besarnya berangkat Haji. Karena tidak punya ide maupun uang. Berbekal cuma Rp.58 ribu dikantung, dia berangkat ke Juanda, pada tahun 1992 bersama rombongan Haji. Untuk masuk bandara dia melompati pagar agar terhindar pemeriksaan.

Begitu masuk dia langsung membaur dengan Jamaah lain. Dia baru ketahua setibanya di Bandara King Abdul Aziz. Ketika pramugari menanyakan dokumen keberangkatan. Karena ulahnya dia dipulangkan ke Indonesia melalui pesawat berikutnya.

Caritanya membuat heboh masyarakat kala itu. Beruntung dia tidak diblack list pemerintahan Arab Saudi. Bahkan beruntung karena ada seseorang yang menghajikan. Haji Tosim menghajikan Chorin dan kemabali seorang penguasaha menghajikan dia.

Walaupun dua kali berhaji resmi, Chorin tetap mendapatkan gelar “Haji Nunut” sampai sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *