Kiswah Kisah Penutup Ka’bah Masjidil Haram

gambar kiswah asli

Banyak orang berharap memiliki bahkan secuil bagiannya. Kiswah kisah penutup Ka’bah. Banyak sumber yang menceritakan asal- usulnya. Sebelum menuju seklumit sejarah mengenai kain penutup ini. Taukah anda bahwa pemerintah Saudi Arabia menggunakan potongan kain ini untuk misi diplomasi.

Raja Salman bin Abdul Aziz lah yang memulai tradisi ini. Seperti ketia dia memberikan kain tersebut kepada Presiden Jokowi. Tidak sedikit juga orang lain yang mendapatkan kain ini dari Indonesia. Biasanya mereka memiliki prestasi tertentu, atau menjadi toko disegani pemerintah Saudi.

Kain sudah diproduksi sejak tahun 1931, dimana penutup Ka’bah ini sudah diganti setiap tahunnya. Berbeda pada masa- masa sebelumnya kebersihan penutup Ka’bah ini begitu diperhatikan. Kiswah kisah penutup Ka’bah dibuat dengan mesin yang mempekerjakan 240 pengrajin di pabrik 10 hektar.

Dibuat secara masal dengan desain Kaligrafi buatan manusia. Pembuatan kain hitam ini dibuat melalui tahapan: Mereka membuat prototipe desain Kaligrafi dulu, pencucian emas dan perak, pemintalan benang Kaligrafi sampai merajutnya menjadi satu.

Sejarah Kiswah Menurut Beberapa Sumber

Kain ini dibuat dengan 120 kg kawat emas yang dipintal dijadikan Kaligrafi, yang biayanya mencapai 70 miliar rupiah. Selain itu menggunakan 700 kilogram sutra murni sebagai kain utamanya. Menurut cerita pada zaman Nabi Muhammad SAW, kain penutup hitam ini tidak diganti setahun sekali, melainkan bertahan sampai lama.

Menurut Ibnu Juraij, bahwasanya Kain Kiswah memiliki banyak sumber sejarah. Kebanyakan yang menyangka pemasang kain pertama, ialah Nabi Ismail AS sendiri. Riwayat lain mengatakan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW lah, Adnan bin Ad, yang memakaikan kain penutup untuk pertama kalinya.

Tetapi kebanyakan menyebut nama Raja Yaman yang pertama. Beliau lah yang pertama membuat penutup, sekaligus membuatkan pintu dan kuncinya Ka’bah. Perkembangan zaman orang mulai menyangka bahwa penutup ini merupakan bagian dari Ibadah.

Pada zaman Rasulullah SAW, konon, kain Kiswah pernah terbakar oleh seorang wanita. Dimana dia sedang membakar wewangian di sekitarnya. Rasulullah SAW menggantinya dari kain yang didatangkan dari Yaman. Kemudian zaman Khulafaurrasyidin mengikuti. Usman bin Affan yang memberikan kain penutup rangkap dua pertama kali.

Warna kain sendiri bermacam tetapi hitam menjadi terfavorit. Dalam sejarahnya Imam Al Azraqi menceritakan: Pada masa Khalifah Al Makmun, pada Zaman Abbasiyah, pernah dipasangkan kain berwarna merah dari sutra. Ini dilakukan pada 8 Dzulhijah, dan 27 Ramadhan diganti dengan warna putih.

Warna berubah untuk mencari sebaik- baiknya warna. Taukah anda bahwa pada zaman Khalifah Umar bin Khattab menjadi yang pertama. Beliau menjadi penggagas membagikan potongan kain Ka’bah. Sedangkan Aisyah RA pernah mengusulkan untuk dijual dan uangnya disedekahkan atas nama Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *