Cerita Haji Terakhir Rasulullah dan Salam Perpisahan

gambar kabah lama

Begitu Fattuh Mekkah atau diambil alihnya Kota Mekkah. Ada banyak cerita, tetapi cerita Haji terakhir Rasulullah yang paling menyentuh. Bagaimana tidak semenjak Mekkah ditangan Beliau. Kota itu tumbuh menjadi negeri beradab. Tanahnya kembali subur setelah lama ditelantarkan orang- orang kafir.

Sudah tidak ada lagi pesta pora penuh kesesatan. Ka’bah kembali ke fungsinya semula sebelum jahilyah. Tanah Arab tidak hanya Mekkah telah mencapai puncak peradabannya. Jadi apakah cerita Haji terakhir Rasulullah. Bagaimana perasaan semua orang ketika salam perpisahaan terucap.

Mereka yang miskin dan hidup sebagai budak. Semenjak datangnya Islam mendapatkan harga diri mereka. Berkat Nabi Muhammad SAW, mereka dimuliakan oleh penduduk Arab, sebagai bagian dari mereka yang tidak terasingkan. Jadi apakah cerita Haji terakhir Rasulullah dan ketika ajal menjemput Beliau.

Rasulullah Berjuang Menghadapi Cobaan

Berapa lama Rasulullah SAW berdakwah di Tanah Arab. Sudah 13 tahun dijalani semenjak pertama kali mendapt wahyu. Cobaan berat ditemui Beliau, beratnya fitnah, cemooh, dan percobaan pembunuhan. Jika bukan karena Allah SWT takdirkan Beliau mungkin akan gagal.

Dan ketika Allah menurunkan firman-Nya yang menceritakan dakwah Nabi Nuh AS:

“Ketahuilah, tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang benar-benar beriman (saja), karena itu janganlah engkau bersedih hati tentang apa yang mereka perbuat “. (QS. Hud :36)

Nabi Muhammad SAW sangatlah bersedih, tetapi keyakinan bahwa dakwahnya akan sampai tetap kuat. Akhirnya Beliau dan para Sahabat berhasil menegakan Islam di Tanah Arab.

Mereka menjadi saksi sendiri bagaimana Beliau dimusuhi. Orang- orang Mekkah yang memusuhi Beliau dan Islam. Yang mana hanya dengan bantuan Allah SWT, sampai yang dulunya menyembah berhala akhirnya memeluk Islam. Dari 9 Hijriyah sampai 10 Hijriyah hampir semua memeluk agama Islam.

Awal diutus hanya segelintir saja tergugah memeluk Islam. Menurut berbagai literatur sejarah. Ketika Rasulullah melakukan Ibadah Haji pertama. Umat Muslim yang menghantarkan Beliau 114.000 dari pelosok Mekkah, bahkan 120.000 menurut sumber lain.

Rasulullah Menjalankan Haji Pertama

Mereka yang berangkat bersama Beliau begitu banyak. Pada zamannya itu hampir seantero tanah Arab mengiringi. Dan kini Islam telah menyebar dan menjadi salah satu agama mayoritas. Rasulullah SAW sendiri yang menunjukan cara manasik Haji, baik secara contoh ataupun lisan agar Umat Islam mengerti.

Mereka yang mengantar Rasulullah SAW dengan hikmat. Mereka mendengarkan segala penjelasan Beliau. Diantara prosesi Haji selesai Beliau mengutarakan Khutbahnya. Suara Beliau tidak begitu keras dibanding jumlah penghantarnya. Maka Rabi’ah bin Umayyah bin Khalaf mengulangnya.

Pesan Khutbah itu didengar dengan khusyuk. Sampai Beliau bertanya kepada mereka semua, “taukah kalian, hari apakah ini?” Mereka serentak menjawab “Hari Haji Akbar”. Rasulullah lantas berkata,”Jiwa dan harta kalian disucikan Allah swt seperti hari yang suci ini hingga tiba saatnya kalian menghadap Allah. Ya Allah sudah kusampaikan?”

Jamaah menyahut “Ya”. Kemudian Rasulullah berdoa kepada Allah SWT, “Ya Allah, saksikanlah” Dengan selesainya Khutbah itu maka selesai sudah Risalah Beliau. Usai menyampaikan Khutbah Beliau turun dari untanya, Al Qushwa dan tetap tinggal di tempat hingga waktu Sholat Dzuhur dan Ashar tiba.

Haji Wada Rasulullah Perpisahan untuk Semua Umat Islam

Setelah itu, Rasulullah saw bersama jamaah berangkat menuju Shakarat (Arafah). Di Arafah itulah Rasulullah saw kemudian mendapat wahyu di sana.

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku ,dan telah Ku-ridhai Islam itu sebagai agamamu”. (QS. Al-Ma’idah :3)

Abu Bakar As Siddiq yang mendengar Ayat itu tidak kuasa. Air matanya mentes tidak tertahankan. Beliau sadar bahwa Ayat tersebut merupakan terakhir. Wahyu penutup bahwa tugas risalah Rasulullah SAW selesai. Di hati yang tedalam Beliau menduga Nabi Muhammad SAW akan tiada.

Menurut pendapat para Ulama, Ayat tersebut diturunkan pada 9 Dzulhijah hari Jum’at, tepatnya ketika Nabi Muhammad SAW berwukuf di Arafah. Setelah malam tiba, Beliau bersama yang lain meninggalkan Arafah, menuju Muzdhalifa dan bermalam di sana.

Pagi harinya Beliau kembali ke Masyrul Haram, dan menuju Mina. Melakukan melempar Jumrah. Usai menyelesaikan semua, Rasulullah SAW menuju kemah untuk menyembelih 63 ekor unta, tiap unta untuk satu tahun umur Beliau. Sisanya yakni 37 ekor dari 100 ekor unta dari Madinah disembelih oleh Ali bin Abi Thalib.

Setelah memotong hewan kurban Rasulullah bertahalul. Mencukur rambut Beliau sekaligus menjadi pertanda berakhirnya Haji. Pristiwa tersebut terjadi pada 10 Hijriyah, dan menjadi Ibadah Haji pertama sekaligus terakhir Rasulullah, yang terkenal dengan nama Haji Wada atau perpisahan.

Dalam sejarahnya ini merupakan Hijjatul Balagh. Atau tempat Rasulullah menyampaikan Khutbah mengenai Risalah Beliau. Menyampaikan apa- apa yang telah disampaikan ke Umat Islam. Nama Hijjatul Balagh atau berarti Haji Penyampaian yang disempurnakan dengan turunnya Surah Al Maidah Ayat 3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *