Kisah Nabi Ibrahim AS Bertemu Istrinya Siti Sarah

kisah siti sarah

Apakah anda belum pernah mendengar kisah Siti Sarah. Inilah kisah Nabi Ibrahim AS bertemu istrinya Siti Sarah. Sebelum memulai taukah anda bahwa ada namanya berbohong untuk kebaikan. Jika anda berkata tidak ada kebohongan demi kebaikan, maka bacalah kisah berikut ini.

Dari Abu Hurairah RA , Beliau meriwayatkan mengenai apakah ada namanya berbohong baik. Maka ada yaitu ketika Nabi Ibrahim berpura- pura menyembah berhala. Nabi Ibrahim AS juga berkata bohong bahwa berhala yang terbesar itulah yang merusak berhala lain, bukan dirinya.

” Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ibrahim AS tidak pernah berbohong kecuali tiga kali. Pertama, perkataannya ketika diajak untuk beribadah kepada berhala tuhan mereka dan Ibrahim AS menjawab, ‘Sesungguhnya aku sakit’. Kedua, perkataannya, ‘Sebenarnya patung besar itutah yang melakukannya’. Ketiga, perkataannya tentang Sarah, ‘Sesungguhnya dia saudariku’.” (HR Bukhari)

Jadi Nabi Ibrahim pernah berbohong mengenai Siti Sarah. Namun apa pasalnya hingga urgensinya berbohong. Inilah kisah Nabi Ibrahim AS bertemu istrinya Siti Sarah. Bermula ketika mengunjungi negeri Syam bersama Nabi Luth AS. Disanalah mereka bertemu dengan paman Nabi Ibrahim AS.

Awal Bertemu Nabi Ibrahim dan Siti Sarah

Sang paman ternyata memiliki seorang putri yang sangat cantik. Bukan hanya cantik melainkan sangatlah cantik. Beliau lah Siti Sarah, yang sudah diberkahi kecantikan sejak lahir dan kesalehan. Ketika bertemu maka Nabi Ibrahim pun memuji kecantikannya.

“Belum ada wanita cantik yang memiliki kecantikan seperti Hawa hingga saat ini salain Sarah”

Tidak menunggu lama Beliau melamar Siti Sarah. Keduanya menikah dan hidup harmonis hingga masalah tiba. Ujiannya datang ketika mereka berdua berhijrah ke Mesir. Negeri tersebut dikuasai oleh seorang raja kafir, yang hobinya bersenang- senang dan dzalim.

Raja firaun bernama Amr bin Amru Al Qais bin Mailun. Selain suka bersenang- senang, dia juga dikenal suka bermain wanita. Maka ketika mendengar kecantikan Siti Sarah. Raja itu suka meminta wanita cantik untuk dijadikan selir- selirnya.

Kalaupun sang wanita itu punya suami, maka ia akan memaksa keduanya bercerai. Sedangkan jika dia memiliki saudara yang dikenalnya, maka ditinggalkan. Datangnya Nabi Ibrahim dengan istrinya yang cantik membuat gempar.

Para pengawal kerajaan langsung menyampaikan laporannya. Perihal sosok wanita yang sangat cantik tengah memasuki Mesir. Sang raja lantas menyuruh pengawal memanggil keduanya. Hasrat raja menggebu untuk memiliki Siti Sarah yang cantik. Mereka pun bertemu dengan sang raja dzalim itu.

Di depan Nabi Ibrahim AS, sang raja berkata, “siapakah wanita yang bersama mu?”

Untuk melindungi Siti Sarah, maka berkatalah bahwa dia adalah saudari dari Nabi Ibrahim. Tentu karena sang raja mengenal baik Nabi, harapannya agar raja itu mengindahkan Siti Sarah. Ketika berbohong itulah Beliau berbisik mengatakan alasannya untuk berbohong.

Bahwasanya di tanah Masir itu hanyalah mereka yang Muslim. Beliau berbisik menyebutkan alasanya kepada Siti Sarah, “Jangan kaukatakan bahwa kau adalah istriku agar kau selamat. Katakanlah kau adalah saudariku. Demi Allah di bumi ini hanya kita berdua yang mukmin!”

Namun karena kecantikannya sang raja tidak bisa menolak. Dia mendekati Siti Sarah untuk melihat kecantikannya dari dekat. Disaat itulah Siti Sarah berdoa, “Ya Allah. Sesungguhnya aku beriman kepada-Mu dan rasul-Mu serta aku selalu memelihara kehormatanku. Janganlah Engkau biarkan orang itu merusak kesucianku!” mintanya kepada Allah SWT.

Seketika sang raja menghentak- hentakan kakinya. Siti Sarah terkejut dan meminta Allah untuk menyembuhkan. Ketika raja itu sembuh bukannya jara tetapi kembali mendekati. Siti Sarah kembali berdoa dengan doa yang sama di atas, dan sesuatu terjadi kembali.

Sang raja menghentakan kakinya ke lantas lagi. Leheranya terasa tercekik begitu sakit rasanya. Disaat itu pula, Siti Sarah kembali mengulang doanya agar sang raja sembuh, “Ya Allah. Andaikan raja ini mati, tentu orang-orang akan menuduh bahwa aku yang membunuhnya!”

Sudah kedua kalinya membuat raja ketakutan. Dia langsung menuduh bahwa Siti Sarah adalah setan. Bahwa tuhannya mengirimnya kepada sang raja. Dalam ketakutan ia meminta para pengawal membebaskan keduanya; Nabi Ibrahim dan Siti Sarah. Bahkan meminta pengawal memberikan seorang hamba sahaya sebagai wujud permintaan maaf.

Hamba sahaya itulah Siti Hajar, hamba sahaya yang berkulit hitam, yang walaupun begitu memiliki kecantikan memancar. Bukan hanya itu Beliau juga seseorang yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermantal kuat. Beliau lah kelak yang menjadi istri kedua Nabi Ibrahim, dan melahirkan putra bernama Nabi Ismail AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *