Fakta Mengejutkan Kubah Masjid Nabawi

fakta kubah masjid nabawi

Struktur paling menarik perhatian ialah kubah hijau Nabawai. Berikut 10 faktar mengejutkan kubah Masjid Nabawi. Dalam strutkturnya kubah hijau ini tepat berdiri di atas makan Rasulullah SAW, atau tepat di dalamanya terdapat makam Beliau.

Namun taukah anda butuh perjalanan hingga dibangun. Tempat ini tidak serta merta menjadi menakjubkan seperti sekarang. Awalnya Masjid Nabawi dibang sangat sederhana, dan letaknya tidak bersatu dengan rumah maupun makan Rasulullah SAW.

Berikut 10 fakta mengejutkan kubah Masjid Nabawi:

Kubah hijau Masjid Nabawi dibangun Abad 70 A.H

Berdirinya kubah hijau itu bukanlah perintah Nabi Muhammad, para Sahabat Nabi, atau para Tabi’in. Juga tidak dibangun atas perintah para Ulama apalagi peneliti Islam. Dibangun tepatnya pada abad ke 70 A.H atau After Hijra (setelah Hijrah).

Makan Nabi Muhammad Diatasnya Tidak Ada Kubah

Awalnya konsep arsitekturnya tidak termasuk kubah hijau ini. Tetapi masih dibangun seperti struktur biasa, dengan batu bata yang sama dengan atapnya.

Idenya Justru Datang dari Gereja di Mesi

Raja Al Zaahir Al Mansoor Qalawoon Al Saalihi, terinspirasi untuk menutup bagian atas makan Nabi Muhammad, layaknya konstruksi bagian atas pada gereja di Mesir dan Suriah.

Dibangun pada 678 A.H

Bahannya terbuat dari kayu bukan besi. Itu memiliki lengkung bulat dengan oktagon ke atas. Kubahnya disuport oleh pilar- pilar, yang menyangga piringannya, disekitaran makam Rasulullah SAW. Tumpukan batu penyusun disekitaran kubahnya pun diganti menggunakan kayu.

Al Naashir Hasan ibn Muhammad Qolawoon yang pertama

Sosok yang pertama merenovasi bentuknya demikian. Kemudian dilanjutkan oleh Al Ashraf Sha’baan ibn Husayn ibn Muhammad, pada 769 AH untuk menaruh lempengan penyangga. Pada masa Sultan Qayit Bey pada 881 AH melakukan renovasi kedua untuk kubah hijau.

Kebakaran pada Kubah Hijau Masjid Nabawi

Pada 886 AH kebakaran terjadi pada kubah yang tepat berada di atas makan Rasulullah SAW ini. Dibangun kembali pada 887 AH oleh Sultan Qayit Bey. Kemudian hingga namapak retakan pada tiang penyangga kubah. Oleh karenanya pada 892, diperintahkan untuk memperbaiki itu.

Kubahnya Tidak Selalu Hijau

Fakta mengejutkan kubah Masjid Nabawi lainnya, ialah warnanya tidak selalu hijau. Warna aslinya cokelat kayu, kemudian diwarnai putih, ungun atapun biru. Pada 1253 AH, barulah oleh Sultan Abd Al Hameed, yang memerintah untuk diwarnai menjadi hijau.

Sajak itulah warnanya menjadi hijau hingga sekarang, sampai identik dengan kubah hijau Masjid Nabawi.

Orang Abasian (Uthopia) Turun- Temurun Merawat Bagian Dalam Kubah

Kubah Termasuk Bagian Dalamnya, Meliputi Ruang Dalam, Teras Depan, dan Dinding

Bagian dalam kuba ini, letaknya di dalam Masjid Nabawi, terdapat ruangan yang dulunya kamar Aisyah Putri Rasul, adalah tempat dimana Rasulullah dimakamkan.

Teras bagian diluar pernah direkontruksi ulang. Karena pada 1179 AD, terjadi percobaan pencurian jenazah Nabi Muhammad SAW yang pertama, dan tempat itu direkontruksi ulang oleh Nur Ud Din Zangi.

Kubah Hijau itu Dikritik Oleh Para Ulama

Mereka mengkritik tidak hanya bentuknya tetapi warnanya. Dasarnya ialah larangan dalam Hadist untuk membuat bangunan di makam, menutupinya, dan membuatnya jadi tempat dudukan.

Mereka pun mendapatkan dalih bahwa ini merupakan inovasi Islam. Bahwa mereka membangun kubah di atas makan Rasulullah, dan membuat orang lain berani untuk membuat seperti itu di atas makam orang yang dicintai, Imam, dan Ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *