Nurrudin Zanki Menghentikan Percobaan Pencurian Makam Nabi Muhammad Pertama

pencurian makam nabi muhammad

Taukah anda bahwa ada beberapa orang yang melakukan ini. Percobaan pencurian makam Nabi Muhammad pertama kali. Siapakah pelakunya dan kenapa dia melakukan hal itu. Apakah dia mencoba merusak Islam, yang mana dibelakangnya ada orang- orang kafir.

Cinta akan Nabi Muhammad SAW merupakan ciri Islam. Seorang Muslim pasti mencintai Rasulullah SAW. Baginya mencintai lebih dari orang tua, pasangan, anak, dan siapapun manusia yang lain. Bahkan kita mencintai Beliau lebih dari apapun berupa benda di dunia.

Mencinta Rasulullah merupakan pembeda kita. Rasa cinta inilah yang membuat Islam kuat. Sekaligus menjadi target serangan mereka yang membenci Rasul. Dari awal saja, orang- orang banyak menghasut akan kenabian Rasulullah, dan ketika mereka gagal.

Mereka pembenci Rasulullah SAW mencoba menyakiti. Inilah alasan pertama percobaan pencurian makan Nabi Muhammad pertama. Ternyata orang yang melakukan itu ternyata bukan Muslim, melainkan pembenci!

Pencurian Jenazah Rasulullah SAW yang Pertama

Percobaan pencurian makan Nabi Muhammad Pertama. Dilakukan pada masa pemimpin Nur Ad Din Mahmud Zanki atau Nurrudin Zanki. Sultan dari Suriah, yang tiba- tiba mendapatkan mimpi selompok orang kriten garis keras, mencoba mencuri jenazah Rasulullah SAW dari makamnya, di kubah hijau Masjid Nabawi, Madinah.

Suatu malam Beliau bermimpi aneh sekali. Raja Mahmud berdiri di dalam makam Rasulullah SAW. Di sana, Beliau bertemu Rasulullah tengah berdiri dan menunjuk, jari Beliau mengarah kepada beberapa orang berambut merah.

“Mahmud, selamatkan saya dari mereka”

Beliau terbangun kemudian meninggalkan tempatnya di Suriah. Seorang Syeh yang mendengar memintanya berangkat. Dia juga meminta tidak menghubungkan mimpinya dengan siapapun. Beliau mengajak seorang penasihatnya dan sejarawan Majd Al Din.

Tibalah mereka di Madinah membawa karafan unta. Isinya berupa hadiah untuk dibawanya ke sana. Sesampainya di sana Beliau masuk ke dalam makam dan berdoa dan Sholat. Begitu selesai Beliau meminta penasihatnya dan pasukan untuk memanggil semua penduduk Madinah.

Nurradin Zanki pun mulai melihat wajah mereka satu per- satu. Beliau mencoba mengidentifiasi mimpinya. Diberikannya hadiah tersebut ke seluruh penduduk Madinah. Tidak satupun yang terlihat tidak membawa, hingga beberapa orang Madinah menunjuk dua orang aneh dari kerumuman.

Menangkap Pencuri Jenazah Rasulullah SAW

Mereka berdua sama sekali tidak menerima hadiah. Ketika ditanyai keduanya berkata mereka orang Maroko. Mereka tengah akan melalukan Haji dan tinggal di Madinah sementara. Sultan Nurrudin Zanki minta mereka untuk mengaku, bersikerah kalau mereka melakukan kebohongan.

Ada sebuah terowongan rahasia menuju makam Rasul. Beliau meminta penduduk sekitar dan ke sana. Sultan Nurrudin Zanki yang menginspeksi lorong itu sendirian. Di dekat lorong tersembunyi itu terdapat kain penutup, yang disangga kayu, dan terdapat terowongan baru ke dalam makam.

Terowongan itu menjurus masuk ke dalam makam. Ketika diintrogasi mereka berdua mengakui mendapatkan upah. Mereka diperintah oleh Raja Iberia untuk mencuri jenazah Rasulullah SAW. Mereka menyewa rumah di dekat makam, dan menggali dari rumah tersebut.

Raja Mahmud memerintahkan mereka dihukum mati. Ketika mereka yang dibawa ke makam Rasul, tiba- tiba terjadi gempa bumi yang kuat dan guntur yang menggelegar. Sang Sultan segera menghukum mereka dengan ijin Allah SWT, yang memberinya petunjuk mimpi.

Untuk mencegah kejadian terjadi kembali butuh penyelesaian. Beliau kemudian membuat perjanjian dengan otoritas. Dibuatlah semacam semen encer untuk dimasukan ke dalam galian di sekitar makam. Inilah yang akan menghalangi orang membuat terowongan ke makam.

Sesudah kejadian tersebut Beliau kembali membagikan hadiah. Beliau dikenal sebagai orang yang modern, pemaaf, dan memiliki pasukan yang kuat. Keadilan Beliau dikenal bahkan diantara para musuhnya. Inilah kisah percobaan pencurian jenazah Rasulullah yang pertama.

Sejarawan mengatakan ada tiga kali usaha pencurian, yang mana pelakukan merupakan orang Kafir.

Sumber: lifeinsaudiarabia.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *