Sajadah Menyala Ketika Mengarah ke Mekkah

sajadah menyala

Inovasi dan teknologi telah menjadi bagian dari kita. Jika dulu ada sajadah yang memakai kompas. Kini sajadah menyala ketika mengarah ke Mekkah. Selain memiliki kompas, tetapi juga memiliki semacam lampu di dalamnya dan akan menyala ketika tepat menghadap ke Mekkah.

Banyak hal direvolusi dalam kehidup sehari- hari. Begitupula inovasi yang meningkatkan kualitas Iman kita. Dengan teknologi berkembang anda tidak perlu melihat kompas. Kini, kompas digital ada di dalam sajadah anda, cukup ditaruh maka akan menujukan arah yang benar.

Inovasi yang tidak pernah ada ketika satu dekade lalu. Teknologi memang menakjubkan untuk diikuti. Sekarang sajadah bisa menyala di dalam kegelapan. Seorang ilmuwan Muslim bernama Soner Ozenc, membawa kita ke dalam dunia cahaya.

Sajadah Paling Nyaman untuk Traveling

Selain menujukan arah mana Kota Mekkah dengan tepat. Sajadah menyala ketika mengarah ke Mekkah. Benar cocok dan nyaman untuk traveling ke luar. Kapanpun waktunya, dimanapun keadaanya, kota atau negara maka anda akan bisa menunjuk ke Kiblat Mekkah.

Sang penemu lantas memberinya nama El Sajjadah. Dua pengertian terkandung di dalamnya. El merupakan singkatan Electro Luminescent, sedangkan Sajjadah adalah bahasa Arab untuk alas ibadah. Ukurannya pun mudah dibawa sehingga tidak memakan ruang.

Warna dasarnya adalah hitam menyesuaikan Ka’bah. Terdapat motif masjid di dalamnya yang terinspirasi Masjid Istanbul. Walaupun terinspirasi Masjid Biru, warna dasarnya hijau sebagai warna Islam. Ketika bercayahaya warna sebenarnya hijau walaupun condong ke biru.

Pola- polanya menggambarkan kehidupan manusia. Pola ular di pinggiran melambangkan neraka. Bujur sangkar di dalamnya untuk melambangkan surga. Awalnya dia tidak berencana membangun karpet terbang, tetapi berakhir menciptakan sajjadah menyala.

Walaupun kurang promosi tetapi menarik perhatian. Terutama para blogger tertarik untuk memberitakan. Dari blogger asal Turki, Kuwait, Australia, UK, Korea Selatan dan Jepang. Museum kesenian modern membawa satu copy sajjadah untuk dipamerkan permanen.

Sang pencipta merupakan designer asal Inggris, yang sudah melalukan design sejak 6 tahun. Jujur melalukan proyek yang bersentuhan dengan Agam riskan. Tetapi dia berani melakukan tanpa mendapatkan kritis tajam. Selain untuk Sholat, bisa digunakan juga sebagai hiasan dinding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *