Tugas Nabi Isa Meluruskan Aqidah Bani Israil

tugas nabi isa meluruskan aqidah

Dari kejauhan matahari mulai terbenam hari mulai senja. Sesosok anak yang sudah beranjak dewasa berlari. Dia menuju ke depan Baitul Maqdis hingga berhenti sejenak. Ia mulai melihat sekelilingnya yang tampak asing. Dilihat dari perawakannya, usianya sekitar 13 tahun, yang nampak biasa saja tidak istimewa dilihat sekilas.

Kakinya barulah menginjakkan kakinya di sana sejak lama. Tiba- tiba muncul perasaan sedih melihat kehidupan Bani Israil. Siapakah dia kenapa begitu peduli dengan kehidupan mereka. Sosok yang tinggi, tetapi kurus, kakinya tidak beralas kaki dengan pakaian bulu domba. Dia tidak memiliki harta tapi kaya di hadapan Allah.

Dia bernama Isa putra satu- satunya wanita bernama Siti Maryam. Remaja itu kelak akan menjadi utusan Allah menyebarkan ketakwaan. Nabi Isa yang nanti membawa pesan akan datangnya Nabi terakhir. Sosok itulah Nabi Isa putra Maryam yang memiliki Mukjizat menakjubkan. Yang bahkan dianggap tuhan oleh para kaumnya sendiri.

Ketika matahari tenggelam, tanpa beralas kakinya berjalan menuju ke atas perbukitan. Dalam perjalanan sang pemuda berpikir bagaimana caranya. Beliau berpikir “bagaimana membimbing Bani Israil keluar dair kegelapan menuju cahaya?”

Cerita Nabi Isa yang Diangkat Menjadi Nabi

Anak itu berjalan kembali menyisiri tanah gersang yang bergurun. Para pengembala membawa domba- domba ke rumah. Nabi Isa sendiri tidak memiliki rumah, tidak ada tempat pulang. Untuk makan pun Beliau tidak memiliki apapun. Beliau biasa tidur dimanapun, jika perlu tidur di gua jika huja tiba.

Jika lapar Beliau memakan makanan apapun seperti dedaunan. Dirinya biasa hidup mengembara dari satu tempat. Jikalau lelah dimanapun Beliau mampu tertidur pulas. Sebelum tertidur pikirannya tidak berhenti berpikir mengenai Bani Israil.

Jujur Beliau tidak takut akan bahaya atau apapun. Pemuda bernama Isa itu hanyalah takut kepada Allah SWT. Beliau tidak memiliki ambisi apapun di punggunya. Hidupnya memang terbiasa tenang dan damai berjalan. Waktu berjalan hingga pemuda itu mendapatkan Kitab Injil. Diangkatlah Beliau menjadi Nabi dan Rasul untuk Bani Israil.

Siang hari pasar di Yarusalam tampak ramai padat. Para pedagang tengah melayani pembeli di pasar. Sementara pembeli sibuk menawar harga agar mendapat murah. Ditengah keramaian tiba- tiba muncul Nabi Isa berjalan tanpa takut. Saat itu dirinya sudah mendapatkan tugas untuk mengajarkan Tauhid kepada Bani Israil.

Di tengah kerumunan pasar, Nabi Isa berdiri seraya mengangkat tangannya, berucap dengan lembut kepada orang- orang.

“Wahai bani Israel, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah atas kalian , membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan member kabar gembira akan (datangnya) seorang rasul sesudahku yang bernama (Ahmad / Muhammad) ” (QS. As-Shaff :6).

Masyarakat Bani Israil terkaget mendengar ucapan Beliau. Sudah lama tidak diturunkan Nabi diantara mereka. Yang paling terkejut adalah para pendeta Yahudi itu. Meskipun sudah banyak Mukjizat muncul ketika Nabi Isa kecil, tetapi mereka masih sulit mempercayai Risalahnya. Kenapa para pendeta Yahudi menolak Risalah yang disampaikan?

Mukjizat Nabi Isa yang Diluar Nalar Manusia

Sudah lama tidak turun Nabi diantara mereka. Risalah yang terdahulu telah dirubah menjadi bentuk lain. Sementara itu kehidupan sosial Bani Israil telah berubah drastis. Kehidupan mereka yang sudah mapan dibawah Kaisar Yunani. Para pendeta pun sudah memiliki tempat yang nyaman diantara penduduk.

Gubernur Palestina kala itu bernama Fontius Flatos sangat tegas. Dia diberi tugas oleh Kaisar untuk menjaga keamanan. Memastikan penduduk hidup tenang tanpa gejolak. Termasuk dengan memanjakan para pendeta Yahudi di dalam. Hingga kabara tentang Nabi Isa tiba, inilah yang membuat pemerintah sangat gusar!

Seorang pemuda bernama Isa tengah berdakwah di pasar. Pendeta Yahudi yang seharusnya mengutarakan kebenaran. Memilih untuk menyembunyikan fakta apapun dari ajarannya. Mereka yang terbiasa mengatas namakan Allah, mengambil uang dari rakyat dengan dalih untuk tuhan. Disisi lain Nabi Isa menyerukan untuk mengayomi rakyat miskin.

Nabi Isa mengajarkan orang untuk bersedekah sesama. Jangan menyimpan harta kalian erat- erat. Beliau mengajak untuk membantu rakyat- rakyat miskin. Mengajak memberikan makanan untuk masyarakat miskin. Juga meminta pendeta melindungi para kaum papa. Tetapi tidak sedikit para pendeta yang menyimpang dari ajaran Allah.

Mereka tidak menjalankan ajaran Nabi Musa AS terdahulu. Padahal itulah yang disampaikan Nabi Isa berada. Ajaran itu sudahn ada di kitab- kitab milik para pendeta. Namun mereka memilih menyembunyikan ajaran dasarnya. Akhirnya mereka pun melawan Nabi Isa, menuduh dia lah yang berkata bohong dan menebar fitnah.

“Jika Isa itu mengaku sebagai seorang Nabi, mana Mukjizat Isa..?. Musa mempunyai banyak mukjizat lalu mana mukjizat Isa …?

Bukti bahwa Nabi Isa terlahir tanpa ayah malah menjadi ejekan. Mereka menyebar fitnah menjelekan Siti Maryam. Para pendeta malam meminta mujizat lain. Meminta yang lebih hebat dibandingkan apa yang dimiliki Nabi Musa AS. Kemudian Nabi Isa membungkuk, mengambil segenggam tanah di telapak tangannya.

“Apa ini?” ucap Nabi Isa kepada pendeta

“Tanah liat”, jawab si pendeta Yahudi

“Apakah tanah liat ini mempunyao roh..?” ucapnya.

“Tidak” jawab pendeta.

Nabi Isa AS pun berkata “ Aku akan membentuk seekor burung dari tanah liat ini setelah itu aku akan meniupnya dan dia akan menjadi seekor burung hidup dengan izin dari Allah “.

“Apa yang kau ingin lakukan dengan semua ini..?. Apa maksudmu denga semua ini..?” ucap pendeta kebingunan atas kejadian itu.

Nabi Isa AS menjawab, “Maksudku adalah aku mampu menjadikannya seekor burung yang hidupdengan cara meniupnya, dengan izin Allah.”

Dengan ijin Allah SWT, Beliau mampu menciptakan kehidupan dari tanah liat. Itu sesuatu yang membelalakan mata para pendeta Yahudi. Dari tiupan yang dilakukan Nabi Isa, dalam sekejap tanah liat itu mulai bergerak, dan merpati muncul mengepakan sayapnya. Pendeta Yahudi merasa keheranan melihat Mukjizat semacam itu dari Nabi Isa.

Melihat Mukjizat Nabi Isa membuat mereka tersentuh hatinya. Namun mata mereka sudah ditutupi kabut. Mereka menjadi tidak mengakui Mukjizat Nabi Isa. Malah mereka semakin membenci keberadaan Nabi Isa AS. Mereka lalu menyebarkan fitnah- fitnah mengenai Mukjizat itu. Hingga ujungnya mereka bersekongkol untuk menghabisi Nabi Isa AS.

Maka diangkatlah Beliau ke atas langit atas seijin Allah. Selesai lah tugas Nabi Isa meluruskan Aqidah Bani Israil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *