Apakah Matahari Berhenti Terbit Menunggu Bilal Adzan Subuh?

kisah bilal kisah nabi yusya

Terdengar banyak cerita mengenai pertanyaan ini: Apakah matahari berhenti terbit menunggu Bilal Adzan Subuh? Siapa tidak mengenal Beliau, adalah orang yang pertama kali mengumandangkan Adzan. Nama Bilal diabadikan untuk panggilan lain bagi Muadzin. Cerita ini berawal dari pelafalan yang katanya bermasalah.

Hingga Sahabat lain mengusulkan orang lain untuk Adzan. Namun, ketika Adzan Subuh dikumandangkan orang lain, malah matahari tidak muncul hingga beberapa waktu.

Inilah yang mendasari dari pertanyaan di atas: Apakah matahari berhenti terbit menunggu Bilal Adzan Subuh? Para Sahabat merasa khawatir kenapa matahari belum muncul. Ini seharusnya waktunya matahari untuk muncul setelah Subuh. Mereka pun berlari ke Rasulullah SAW, bertanya apakah yang terjadi.

Menurut ceritanya Rasulullah berkata bahwa matahari tertunda. Dia tidak muncul hingga Bilal menyerukan Adzan Subuh. Allah SWT yang memiliki kehedak tidak akan muncul tanpa suara Bilal. Ketika Sahabat Bilal mulai Adzan Subuh, maka muncul lah matahari. Apakah cerita ini benar adanya atau tidak ada dalilnya?

Kisah Nabi Yusya AS

Cerita di atas ternyata tidak memiliki dasar yang kuat. Bahkan tidak adapun satu Hadist yang lemah. Ataupun satu cuplikan Hadist yang menguatkan cerita itu. Tetapi ada satu Hadist mengenai kejadian serupa. Tiada matahari tertahan dalam terbitanya. Kecuali untuk seseorang yang merupakan Nabi Allah SWT.

Siapakah Beliau yang namanya kita jarang dengar. Ialah Nabi Yusya bin Nun, namanya dikenal karena berhasil menaklukan Yarusalem. Padahal dua Nabi dan Rasul sebelumnya, yakni Nabi Musa dan Harun, tidak berhasil untuk menaklukan. Menurut cerita Beliau adalah pelayan dari Nabi Musa yang menemaninya dalam dakwah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bercerita mengenai kisah seorang pejuang Allah. Beliau memimpin pasukannya sampai di Kota Yarusalem. Posisi matahari menujukan waktu selepas Dzuhur, hampir sampai ke waktu Ashar. Nabi Yusya pun berkata kepada matahari, sebagai mahluk Allah, berkatalah Beliau.

Beliau melihat ke arah matahari dan berkata, “kamu dan aku ada dibawah perintah Allah Yang Maha Kuasa. Ya Allah ijinkan matahari itu berhenti sejenak untukku.” Maka dengan itulah matahari berhenti, hingga Beliau mampu menguasai Kota Yarusalem.

“Salah seorang Nabi berperang. Dia berkata kepada kaumnya, ‘Jangan mengikutiku orang yang menikahi wanita sementara dia hendak membangun rumah tangga dengannya dan dia belum membangunnya dengannya, dan tidak juga seorang yang membangun rumah tapi belum melengkapi atapnya. Tidak pula orang yang telah membekali kambing atau unta betina yang bunting sementara dia menunggu kelahirannya.’ Lalu nabi itu berperang. Dia mendekati sebuah desa pada waktu shalat ashar atau dekat waktu ashar. Maka dia berkata kepada matahari, ‘Sesungguhnya kamu diperintahkan dan akupun diperintahkan. Ya Allah, tahanlah matahari untuk kami.’ Matahari tertahan dan mereka meraih kemenangan.

Sahih Bukhari, Kitab Fardhul Khumus, bab sabda nabi, “Dihalalkan Harta Rampasan Perang Bagi Kalian.” (6/220, no. 3124)

Faktanya hanyalah untuk satu orang ketika matahari berhenti. Hanya untuk Nabi Yusya sebagai Mukjizatnya merebut Al Aqsa. Adanya cerita tentang matahari yang berhenti karena Sahabat Bilal, adalah salah. Karena tidak memiliki dasar yang kuat. Karena Beliau bukanlah Nabi yang memiliki Mukjizat atas mahluk Allah lain.

Sumber: lifeinsaudiarabia.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *